5 Tips Mengolah Beras Merah agar Pulen dan Enak Dimakan

tim, CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 06:45 WIB
Asupan karbohidrat sangat diperlukan tubuh demi memperoleh pasokan energi. Salah satu sumber karbohidrat kompleks yang cukup umum ditemui adalah beras merah. Asupan karbohidrat sangat diperlukan tubuh demi memperoleh pasokan energi. Salah satu sumber karbohidrat kompleks yang cukup umum ditemui adalah beras merah. (iStockphoto/Amarita)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asupan karbohidrat sangat diperlukan tubuh demi memperoleh pasokan energi. Selama berpuasa, Anda disarankan mengonsumsi pangan sumber karbohidrat kompleks yang lebih lama dicerna dan membuat perut kenyang lebih lama. Salah satu sumber karbohidrat kompleks yang cukup umum ditemui adalah beras merah.

"Beras merah berbeda hanya karena mengandung senyawa yang disebut antosianin. Kita sering berpikir antosianin hanya ada dalam blueberry dan buah serta sayuran ungu. Fakta bahwa beras merah mengandung antosianin adalah hal positif yang besar karena Anda mendapatkan lebih banyak nutrisi," jelas ahli diet Chloe McLeod, mengutip dari Huffington Post Australia.

Selain itu, beras merah juga mengandung tinggi serat yakni 6,2 gram per 100 gram beras. Namun orang kerap menghindari beras merah karena dirasa memiliki rasa dan tekstur aneh. Hanya saja, ada beberapa trik agar beras merah jadi merah yang pulen dan nikmat disantap.


1. Rendam terlebih dahulu

Saat terbiasa mengonsumsi nasi putih, konsumsi nasi merah bakal jadi pengalaman baru. Mungkin sebagian dari Anda menemukan nasi merah lebih keras dan tidak seempuk nasi putih. Belum ditambah teksturnya tidak lembut saat dikunyah. Satu trik untuk membuatnya lebih empuk dan pulen adalah dengan merendamnya terlebih dahulu sebelum diolah.

Menghimpun informasi dari berbagai sumber, Anda bisa merendam beras merah dengan air bersih selama minimal 30 menit atau maksimal 2 jam. Setelah itu, beras ditiriskan dan bisa diolah seperti biasa baik dengan rice cooker atau masak manual di atas kompor.

2. Rasio yang pas

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah rasio perbandingan beras dan air. Kadang beda jenis beras, berbeda pula takaran airnya. Berbeda dengan beras putih, beras merah akan memerlukan lebih banyak air.

Umumnya beras putih akan menggunakan perbandingan 1:1 atau 1 cangkir beras merah (128 gram) memerlukan 1 cangkir air (236 mililiter). Sederhananya, Anda hanya memerlukan air sebanyak 1 ruas jari diukur dari permukaan beras. Namun beras merah akan memerlukan sekitar 2 1/4 cangkir air atau sekitar 500 mililiter air untuk 1 cangkir beras.

3. Campur dengan beras putih

Konsumsi nasi merah memang lebih menyehatkan daripada nasi putih. Konsumsi keduanya pun tak jadi soal. Malah saat dikombinasikan, Anda akan menemukan nasi merah juga sepulen dan seempuk nasi putih saat berpadu. Untuk menuju puasa lebih sehat, pertama campur keduanya dengan perbandingan 1:1, baru kemudian kurangi porsi nasi putih sehingga asupan karbohidrat kompleks Anda lebih banyak.

4. Matang, aduk sebentar dan diamkan

Memasak dengan rice cooker pun bisa membuat nasi merah pulen. Melansir dari Good Housekeeping, sebaiknya setelah matang, nasi tidak buru-buru disajikan. Sebaiknya buka tutup rice cooker lalu diamkan nasi selama sekitar 10 menit. Waktu tambahan ini akan memungkinkan kelebihan nasi diserap tanpa terlalu lama dimasak.

Sembari dibuka, Anda pun bisa mengaduk lembut nasi agar proses penyerapan lebih sempurna. Nasi pun siap disajikan.

5. Masak secara manual

Proses memasak manual akan memberikan hasil nasi yang lebih pulen dan empuk. Proses ini akan meliputi dua langkah yakni masak beras dengan air hingga setengah matang, baru kemudian dikukus dengan panci khusus (dandang). Penggunaan air akan lebih banyak dan waktu memasak lebih lama. Namun proses manual menjanjikan hasil olahan beras yang tidak pernah gagal.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK