Cara Mengajarkan Tauhid pada Anak di Keseharian

tim, CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 06:00 WIB
Mengajarkan anak budi pekerti baik sesuai dengan syariat agama kadang jadi kesulitan para orang tua. Berikut cara mengajarkan tauhid pada anak di keseharian. Dalam Islam, dikenal konsep tauhid yang menyatakan keesaan Allah. Berikut cara mengajarkan tauhid pada anak di keseharian. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengajarkan anak budi pekerti yang baik, sesuai dengan syariat agama kadang jadi kesulitan para orang tua. Bagaimana caranya agar anak dapat secara alami belajar agama di kehidupan sehari-hari?

Dalam Islam, dikenal konsep tauhid yang menyatakan keesaan Allah SWT. Secara istilah, tauhid artinya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya yang disembah. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua agar anak kenal dengan sang pencipta.

Hannah Indonesia, sebuah komunitas parenting islami memberikan beberapa tips untuk orang tua yang kesulitan mengajarkan agama pada anak.


Salah satu founder Hannah Indonesia, Ilma Dina mengatakan para orang bisa menjawab setiap pertanyaan anak dengan selipan ilmu tauhid di dalamnya. Mengenalkan keesaan Allah kepada anak juga menjadi fitrah para orang tua yang sudah diamanahi anak.

"Jawab dengan tauhid adalah sebuah komunikasi dengan anak sekaligus mengajarkan ilmu tauhid kepada anak," katanya dalam webinar Hannah Indonesia, Rabu (21/4).

Ada tiga sudut pandang atau mindset yang bisa diterapkan para orang tua ke dalam jawaban yang akan diberikan kepada anak agar ilmu tauhid tersampaikan secara alami.

1. Mindset: Segala hal yang disukai Allah SWT

Para orang tua bisa mengingatkan pada anak-anaknya bahwa tindakan atau kesehariannya bisa jadi adalah sesuatu yang disukai oleh Allah SWT.

Misalnya, ketika anak-anak akan pergi mandi dan menyikat gigi. Orang tua bisa memberikan penjelasan bahwa selain bertujuan untuk membersihkan badan dan menjaga kesehatan, mandi serta sikat gigi merupakan tindakan yang disukai Allah SWT.

"Itu bisa diulang berkali-kali dalam banyak kegiatan di rumah, sebenarnya cukup sederhana dan anak bisa mengenal Allah dengan cara mudah," kata Ilma.

2. Mindset: Allah SWT Maha Penolong

Mindset kedua yang harus dikenalkan kepada anak adalah bahwa tiada daya dan upaya selain karena pertolongan Allah. Sekilas terdengar mungkin agak rumit, padahal menurut Ilma mindset sangat mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ilma mencontohkan ketika sang anak menyadari bahwa ibunya pandai memasak, atau sang ayah pandai menyetir mobil, beritahu bahwa kedua pekerjaan itu tak akan berhasil tanpa pertolongan Allah.

"Kita bisa bilang kepada anak, 'Nak, ibu bisa masak enak karena ada Allah SWT yang mampukan', atau 'Alhamdulilah Allah SWT mampukan ayah untuk menyetir mobil ini supaya bisa mengantar kamu ke sekolah,'" tuturnya.

Cara Mengajarkan Tauhid pada Anak di Keseharian

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK