Babilonia, Bukti Peradaban Termashyur Pernah Ada di Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 15:50 WIB
Babilonia yang sempat menjadi salah satu peradaban termashyur di dunia. Hukum tertulis dan desain arsitektur megah awalnya tercipta di sini. Turis mengunjungi reruntuhan Kota Kuno Babilonia di Irak. (AP/Hadi Mizban)
Jakarta, CNN Indonesia --

Babel pernah menjadi salah satu kota terpenting di dunia kuno. Wilayah ini berfungsi sebagai ibu kota Babilonia, sebuah kerajaan di Mesopotamia kuno, dari abad ke-18 sampai 6 Sebelum Masehi (SM).

Dibangun di sepanjang tepi Sungai Efrat yang bersejarah, kota yang telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO di Irak ini sempat menjadi kota terbesar dan termashyur di dunia.

Sejarah Babilonia kembali hampir 4.000 tahun ketika dihuni oleh suku Amori nomaden.


Segera menjadi rumah bagi Kaisar Hammurabi yang menginvasi negara kota terdekat atau Ur, Uruk dan lainnya untuk menciptakan satu kerajaan Babilonia. Raja meninggalkan jejaknya pada kemanusiaan dengan mengadopsi "kode Hammurabi", hukum tertulis pertama di dunia

Sejarah Babilonia berlanjut di bawah Nebukadnezar II (604-561 SM). Dia dengan cepat mengubah kota ini menjadi keajaiban arsitektur.

Bangunan pertama yang membuat nama Babilonia dikenal dunia ialah Gerbang Ishtar yang megah, yang tujuannya adalah untuk menyambut para pendatang dari luar kota atau mancanegara.

Gerbang tersebut sekarang dapat dilihat di Museum Pergamon Berlin setelah dikirim ke sana pada awal abad ke-20 dan dibangun kembali sepotong demi sepotong.

Nebukadnezar II juga membangun Taman Gantung Babilonia.

Tidak ada yang tahu persis di mana letak taman itu, tetapi dalam tur wisata berpemandu di sini, pemandu akan mengarahkan wisatawan melihat lokasi taman yang ditunjuk oleh sebagian besar ahli sejarah dunia.

Di bawah pemerintahannya, kota sekali lagi menjadi kota yang terpenting dan terbesar di dunia.

Babilonia kemudian direbut dan dikuasai oleh oleh Asyur, Arab, Persia dan Yunani selama berabad-abad.

Alexander Agung menaklukkan kota pada 331 SM, tetapi meninggal di sana beberapa saat kemudian sebelum dia dapat memenuhi mimpinya untuk menjadikan Babilonia sebagai ibu kota kerajaannya.

Mengutip Rocky Road Travel, saat Saddam Hussein berkuasa, kota itu telah menjadi reruntuhan arkeologi. Namun nasib Babilonia hampir tak terurus selama tiga dekade.

[Gambas:Instagram]



Babilonia, Bukti Peradaban Termashyur Pernah Ada di Dunia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK