TAJIL

Menyikapi Azan dengan Pengeras Suara yang Dinilai Mengganggu

tim, CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 04:01 WIB
Pada 1978, Kementerian Agama mengatur penggunaan pengeras suara di masjid. Pengeras suara yang digunakan ke luar hanya untuk mengumandangkan azan. Ilustrasi. Pada 1978, Kementerian Agama mengatur penggunaan pengeras suara di masjid. Pengeras suara yang digunakan ke luar hanya untuk mengumandangkan azan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang menyikapi azan dengan pengeras suara dari masjid di tengah pemukiman

Tanya

Bagaimana kita menyikapi azan dengan pengeras suara dari masjid di tengah permukiman?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Untuk menjawab hal ini, tentu kita perlu memahami terlebih dahulu hakikat azan. Azan adalah cara bagi kita umat Islam untuk mengetahui kapan waktu salat tiba. Azan adalah penanda bahwa waktu salat telah tiba.

Dan kita memahami bahwa bagi umat Islam ada kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu menegakkan salat sekurangnya 5 kali dalam sehari. Dan salat itu harus dilakukan di waktu-waktu tertentu. Maka untuk mengetahui kapan waktu salat tiba, itu ditandai dengan azan.

Maka, bagi mereka yang tinggal di permukiman di mana di sekitarnya terdapat masjid serta bagi para pengurus masjid itu sendiri perlu empati yang tinggi, perlu tenggang rasa terkait dengan azan ini.

Bagi warga permukiman yang tinggal di sekitar masjid perlu memiliki kesadaran dan permakluman bahwa pengurus masjid memiliki tanggung jawab moral untuk memenuhi kebutuhan jemaahnya, khususnya umat Islam di sekitar masjid, kapan waktu salat tiba.
Itulah mengapa setiap masjid selalu mengumandangkan azan salat lima waktu, lima kali dalam sehari dengan menggunakan pengeras suara.

Namun, pengurus masjid pun perlu empati dan tenggang rasa untuk memahami bahwa ada sebagian warga yang tinggal di sekitar masjid yang perlu istirahat dan ketenangan.

Oleh karena itu, penggunaan pengeras suara masjid harus digunakan seefisien dan seefektif mungkin.

Pada 1978, Kementerian Agama mengatur penggunaan pengeras suara di masjid. Pengeras suara di masjid yang ke luar hanya digunakan hanya untuk mengumandangkan azan. Selain itu, tidak perlu menggunakan pengeras suara ke luar, cukup diarahkan ke dalam.

Begitulah cara kita mengatur agar kehidupan bersama bisa berlangsung berjalan secara selaras.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK