Memahami Arti Tagut dalam Islam

tim, CNN Indonesia | Rabu, 05/05/2021 04:05 WIB
Tagut bisa dimaknai sebagai sesuatu yang melampaui batas, maksudnya adalah melampaui batas dari keimanan sehingga kita menyekutukan Allah SWT. Ilustrasi. Terminologi tagut kerap dipakai kalangan teroris untuk membenarkan aksi mereka. (Foto: Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang arti tagut.

Tanya

Apa arti tagut?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apakah tagut itu?

Tagut adalah bahasa Arab yang kata dasarnya thagu. Thagu itu melampaui batas.

Jadi tagut bisa dimaknai sebagai sesuatu yang melampaui batas, maksudnya adalah melampaui batas dari keimanan sehingga kita menyekutukan Allah SWT.

Tagut juga bisa dimaknai melampaui batas dari ajaran-ajaran syariat. Sehingga, mereka yang melakukan perbuatan maksiat juga bisa dikatakan tagut.

Secara umum, tagut adalah sesuatu yang berjalan menyimpang, melampaui batas, dari jalan Allah SWT.

Lalu, kemudian muncul pertanyaan apakah pemerintah itu bisa dikatakan sebagai tagut?

Tentu ini kembali ke pemahaman kita terkait dengan pemerintah. Apakah pemerintah negara dalam hal ini, mengajak kita rakyatnya dan masyarakatnya untuk menyekutukan Tuhan.

Apakah ada program-program yang dilaksanakan pemerintah atau kebijakan negara yang mengarah pada upaya untuk menyekutukan Tuhan.

Juga, apakah ada program-program yang dilaksanakan pemerintah atau kebijakan negara yang mengajak kemaksiatan.

Bila kita tidak menemui itu, dan kita tidak sama sekali menjumpai hal itu karena pemerintah atau negara hadir untuk meningkatkan kesejahteraan kita. Maka tidak pada tempatnya bila ada yang mengatakan bahwa pemerintah atau negara itu tagut.

Pancasila misalnya, kita tahu bahwa itu berisi lima hal yang berbicara tentang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Semua itu nilai-nilai yang bersumberkan dari agama Islam.

Maka, tidak pada tempatnya bila ada yang mengatakan bahwa pancasila itu tagut, juga beragam peraturan kita.

Jadi, tagut kembali ke pengertian sesungguhnya adalah melampaui batas dalam konteks mengajak kemusyrikkan, menyekutukan Allah SWT atau terkait dengan perbuatan-perbuatan kemaksiatan.

Bila ini terpenuhi, maka tagut dalam pengertian sesungguhnya.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK