Ilustrasi berkunjung ke museum. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
4. CAN'S Gallery
Tersembunyi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terdapat CAN'S Gallery yang memajang banyak lukisan karya seniman Indonesia yang namanya telah harum di dunia seni dunia, seperti Entang Wiharso, Nyoman Masriadi, Srihadi Soedarsono, Sunaryo, Heri Dono, FX Harsono, Suraji, Sally Smart, Putu Sutawijaya, dan Eddie Hara.
Karya seniman muda berbakat juga bisa dinikmati di sini, seperti milik Oky Rey Montha, J.Ariadhitya Pramuhendra, Wisnu Auri, dan Octora.
Foto di tangga melayang yang ada dalam galeri seni ini sempat viral pada beberapa tahun yang lalu. Tangga itu masih ada, begitu juga dengan pameran seni bulanan yang digelar.
Selain melihat pameran dan panggung seni, pengunjung juga bisa kongko sambil minum kopi di area bangunannya yang teduh.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.
Museum atau galeri seni yang kekinian semakin banyak dibuka di Jakarta. Pilihannya juga bukan hanya Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) saja.
Selama masa pandemi virus Corona, tentu saja setiap tempat bakal menetapkan aturan berkunjung yang lebih ketat dari biasanya, seperti pemesanan tiket sebelum kedatangan sampai kuota pengunjung per harinya.
Jadi sebelum datang, sebaiknya cek media sosial tiap museum atau galeri seni yang ingin didatangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat datang, ketahui etika berkunjung ke museum atau galeri seni. Mirip seperti datang ke perpustakaan, sebaiknya jangan berisik sehingga tak mengganggu pengunjung lain yang juga tengah menikmati karya seni.
Jangan membawa makanan dan minuman yang dikhawatirkan bakal mengotori ruangan atau karya seni. Jangan menyentuh atau berada terlalu dekat karya seni yang sudah diberi tanda peringatan khusus.
Tanyakan kepada penjaga apakah boleh berfoto di depan karya seni, karena ada beberapa karya seni yang tak boleh didokumentasikan demi kepentingan hak cipta.
Saat mengunggah foto di media sosial, jangan lupa mencantumkan nama sang seniman yang karyanya kita dokumentasikan, sehingga museum atau galeri seni tak sekadar menjadi studio foto yang Instagramable.
Berikut tujuh museum dan galeri seni kekinian di Jakarta yang menarik untuk dikunjungi:
1. Galeri Seni Hadiprana
Galeri Seni Hadiprana ialah galeri seni tertua yang ada di Indonesia. Dimiliki oleh seniman Hendra Hadiprana, galeri ini sudah dibuka sejak tahun 1961.
Galeri seni yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, ini memajang banyak karya seni berkualitas tinggi, tidak ketinggalan milik para seniman muda.
Di sana juga sering diadakan kelas seni untuk anak dan dewasa.
Ruangannya bernuansa serba putih, menghadirkan kesan minimalis dan modern. Galeri seni ini didirikan oleh kolektor benda seni rupa Biantoro Santoso sejak tahun 2000.
Beberapa karya seni seniman Indonesia yang dipajang di sini ialah milik Agus Suwage, Handiwirman Saputra, dan Jumaldi Alfi.
Ilustrasi berkunjung ke museum. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
4. CAN'S Gallery
Tersembunyi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terdapat CAN'S Gallery yang memajang banyak lukisan karya seniman Indonesia yang namanya telah harum di dunia seni dunia, seperti Entang Wiharso, Nyoman Masriadi, Srihadi Soedarsono, Sunaryo, Heri Dono, FX Harsono, Suraji, Sally Smart, Putu Sutawijaya, dan Eddie Hara.
Karya seniman muda berbakat juga bisa dinikmati di sini, seperti milik Oky Rey Montha, J.Ariadhitya Pramuhendra, Wisnu Auri, dan Octora.
Foto di tangga melayang yang ada dalam galeri seni ini sempat viral pada beberapa tahun yang lalu. Tangga itu masih ada, begitu juga dengan pameran seni bulanan yang digelar.
Selain melihat pameran dan panggung seni, pengunjung juga bisa kongko sambil minum kopi di area bangunannya yang teduh.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.