Pelesir bersama Komunis di 'Tanah Suci Merah' China

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 09:50 WIB
Bulan Juli ini, Partai Komunis China merayakan 100 tahun eksistensinya. Berbagai promosi wisata digelar di Turis berpose di salah satu sudut di Gunung Baota, Kota Yan'an, China. (AFP/HECTOR RETAMAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turis berpose untuk foto di tempat tidur Mao Zedong, ketika Partai Komunis China - yang eksistensinya dikritik oleh luar negeri - menandai tahun keseratusnya dengan berbagai promosi wisata, termasuk tur sejarah, perilisan film beranggaran besar, dan trip media.

Partai yang berkuasa, yang merayakan 100 tahun berdirinya di Shanghai pada bulan Juli ini, telah merilis berbagai propaganda yang memuji pencapaiannya selama seabad terakhir dalam memelihara bangsa yang miskin dan terpecah-pecah akibat perang menjadi negara adidaya global.

Kemeriahan itu disambut oleh kritik dari Barat, di mana para politisi, pakar, dan pemimpin bisnis memperingatkan ambisi partai yang terlalu besar dan mencela catatan hak asasi manusianya.


Di Yan'an, sebuah kota di China barat yang menyebut dirinya sebagai "Tanah Suci Merah" di mana partai itu berdiri pada tahun 1935 di akhir Long March untuk membangun sebuah revolusi, ribuan turis berbondong-bondong setiap hari ke gua-gua gelap yang disebut rumah oleh Mao dan rekan-rekannya.

Turis datang dalam kelompok keluarga besar atau dalam tur yang diatur oleh perkantoran, termasuk satu kelompok dari sebuah perusahaan manajemen properti di Hunan yang datang membawa spanduk dalam bahasa China untuk peringatan seratus tahun tersebut.

Zhang Zhenxing, seorang karyawan teknologi dari Hebei dalam perjalanan tur wisata kantornya, mengatakan dia ingin "mengalami bagaimana leluhur mereka mencapai kemenangan dalam situasi yang sulit".

"Bahwa mereka dapat membangun China baru di bawah kesulitan seperti itu bukanlah hal yang mudah, jadi saya sangat mengagumi mereka," kata Zhang kepada AFP.

Di teater di pusat kota, para pemuja Partai Komunis China dapat membayar sekitar 400 yuan (sekitar Rp884 ribu) untuk menonton panggung seni yang diproduksi secara komersial berjudul "Yan'an, Yan'an".

Media asing termasuk AFP telah diundang dalam tur yang diselenggarakan pemerintah ke situs-situs sejarah termasuk Yan'an dan Jinggangshan - "tempat kelahiran" Tentara Merah - di mana para pejabat lokal ingin sekali memamerkan infrastruktur dan upaya pengentasan kemiskinan.

Pejabat di Yan'an berulang kali mengutip Edgar Snow, seorang reporter Amerika yang dikenal karena persahabatannya dengan Mao pada tahun 1930-an, sebagai model untuk menceritakan kisah Tiongkok kepada dunia, mendesak koresponden asing saat ini untuk mengikuti teladannya.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Pelesir bersama Komunis di 'Tanah Suci Merah' China

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK