Ketahui Kadar Gula Darah Normal dan Cara Menjaganya
CNN Indonesia
Selasa, 11 Mei 2021 11:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Kadar gula darah normal pada sepanjang waktu akan mengalami fluktuasi. (iStockphoto/simpson33)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mengelola kadar gula darah merupakan langkah penting dalam mencegah komplikasi diabetes. Ketahui kadar gula darah normal berdasarkan masing-masing kondisi pada orang tanpa dan dengan diabetes.
Kadar gula darah merupakan banyaknya zat gula atau glukosa di dalam dalam. Meski terus berfluktuasi, kadar gula darah perlu dijaga dalam batas normal.
Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi, khususnya karbohidrat. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi jika melebihi 200 mg/dL. Kondisi ini disebut juga dengan istilah hiperglikemia, yang terjadi saat tubuh tak memiliki cukup insulin.
Sementara kadar gula darah dikatakan terlalu rendah jika berada di bawah 70 mg/dL. Obat antidiabetes, khususnya insulin, dapat menurunkan kadar gula darah secara berlebih.
Pemantauan yang teratur diperlukan untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat, apalagi pada orang dengan diabetes.
Kadar gula darah yang ideal akan bergantung pada kapan tes pemantauan glukosa dilakukan. Selain itu, kadar gula darah juga akan bergantung pada waktu terakhir makan.
Berikut kadar gula darah normal untuk orang tanpa atau dengan diabetes, berdasarkan waktu makan, mengutip Medical News Today.
Sebelum makan
Orang tanpa diabetes: kurang dari 100 mg/dL Orang dengan diabetes: 80-130 mg/dL
1-2 jam setelah mulai makan
Orang tanpa diabetes: kurang dari 140 mg/dL Orang dengan diabetes: kurang dari 180 mg/dL
Ilustrasi. Aktivitas makan bisa memengaruhi perubahan kadar gula darah dalam tubuh. (karriezhu/Pixabay)
Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, jika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL, maka seseorang dinyatakan mengalami hipoglikemia. Sebaliknya, jika kadar gula darah di atas 200 mg/dL, maka seseorang dinyatakan mengalami hiperglikemia.
Perlu diketahui, kadar gula darah akan bervariasi dari masing-masing orang. Kadar gula darah juga akan berfluktuasi sepanjang hari.
Kadar gula darah umumnya akan rendah saat sebelum sarapan dan menjelang makan. Gula darah sering kali tinggi pada beberapa jam setelah makan.
Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, seperti berikut:
- lakukan diet rendah karbohidrat - kurangi asupan gula - jaga berat badan - rutin berolahraga - konsumsi lebih banyak serat - penuhi asupan cairan
Hipoglikemia pada orang dengan diabetes dapat terjadi karena beberapa alasan. Termasuk di antaranya pola makan, beberapa obat yang dikonsumsi, dan olahraga.
Mengutip WebMD, gejala hipoglikemia yang paling umum muncul di antaranya:
- kebingungan - pusing - gemetar - kelaparan - sakit kepala - mudah marah - jantung berdebar - kulit pucat - berkeringat - lemah - gelisah
Konsumsi 15 gram karbohidrat dapat menjadi salah satu cara pertama yang dilakukan saat Anda mengalami hipoglikemia. Misalnya seperti berikut:
- 4-6 permen keras dengan gula - 1/2 cup jus buah - 1 cup susu skim - 1/2 cup minuman ringan berpemanis - 1 sdm madu, taruh di bawah lidah agar lebih cepat terserap ke dalam aliran darah
Sementara hiperglikemia bisa berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Hiperglikemia biasanya diiringi dengan beberapa gejala seperti berikut mengutip Everyday Health:
- rasa lapar yang intens - mudah marah - luka yang tak kunjung sembut - rasa haus meningkat - sering infeksi - penglihatan kabur - sering sakit kepala
Orang dengan hiperglikemia perlu menghindari beberapa makanan yang dapat memicu lonjakan gula darah, seperti berikut:
- roti putih, pasta, dan nasi - camilan kemasan dan olahan - minuman bersoda atau berpemanis - makanan cepat saji - makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans - makanan yang meningkatkan kadar kolesterol
Jakarta, CNN Indonesia --
Mengelola kadar gula darah merupakan langkah penting dalam mencegah komplikasi diabetes. Ketahui kadar gula darah normal berdasarkan masing-masing kondisi pada orang tanpa dan dengan diabetes.
Kadar gula darah merupakan banyaknya zat gula atau glukosa di dalam dalam. Meski terus berfluktuasi, kadar gula darah perlu dijaga dalam batas normal.
Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi, khususnya karbohidrat. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi jika melebihi 200 mg/dL. Kondisi ini disebut juga dengan istilah hiperglikemia, yang terjadi saat tubuh tak memiliki cukup insulin.
Sementara kadar gula darah dikatakan terlalu rendah jika berada di bawah 70 mg/dL. Obat antidiabetes, khususnya insulin, dapat menurunkan kadar gula darah secara berlebih.
Pemantauan yang teratur diperlukan untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat, apalagi pada orang dengan diabetes.
Kadar gula darah yang ideal akan bergantung pada kapan tes pemantauan glukosa dilakukan. Selain itu, kadar gula darah juga akan bergantung pada waktu terakhir makan.
Berikut kadar gula darah normal untuk orang tanpa atau dengan diabetes, berdasarkan waktu makan, mengutip Medical News Today.
Sebelum makan
Orang tanpa diabetes: kurang dari 100 mg/dL Orang dengan diabetes: 80-130 mg/dL
1-2 jam setelah mulai makan
Orang tanpa diabetes: kurang dari 140 mg/dL Orang dengan diabetes: kurang dari 180 mg/dL
Ilustrasi. Aktivitas makan bisa memengaruhi perubahan kadar gula darah dalam tubuh. (karriezhu/Pixabay)
Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, jika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL, maka seseorang dinyatakan mengalami hipoglikemia. Sebaliknya, jika kadar gula darah di atas 200 mg/dL, maka seseorang dinyatakan mengalami hiperglikemia.
Perlu diketahui, kadar gula darah akan bervariasi dari masing-masing orang. Kadar gula darah juga akan berfluktuasi sepanjang hari.
Kadar gula darah umumnya akan rendah saat sebelum sarapan dan menjelang makan. Gula darah sering kali tinggi pada beberapa jam setelah makan.
Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, seperti berikut:
- lakukan diet rendah karbohidrat - kurangi asupan gula - jaga berat badan - rutin berolahraga - konsumsi lebih banyak serat - penuhi asupan cairan
Cara Mengatasi Hipoglikemia dan Hiperglikemia
Ilustrasi. Kadar gula darah normal akan berfluktuasi sepanjang waktu. (iStockphoto/simonkr)
Hipoglikemia pada orang dengan diabetes dapat terjadi karena beberapa alasan. Termasuk di antaranya pola makan, beberapa obat yang dikonsumsi, dan olahraga.
Mengutip WebMD, gejala hipoglikemia yang paling umum muncul di antaranya:
- kebingungan - pusing - gemetar - kelaparan - sakit kepala - mudah marah - jantung berdebar - kulit pucat - berkeringat - lemah - gelisah
Konsumsi 15 gram karbohidrat dapat menjadi salah satu cara pertama yang dilakukan saat Anda mengalami hipoglikemia. Misalnya seperti berikut:
- 4-6 permen keras dengan gula - 1/2 cup jus buah - 1 cup susu skim - 1/2 cup minuman ringan berpemanis - 1 sdm madu, taruh di bawah lidah agar lebih cepat terserap ke dalam aliran darah
Sementara hiperglikemia bisa berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Hiperglikemia biasanya diiringi dengan beberapa gejala seperti berikut mengutip Everyday Health:
- rasa lapar yang intens - mudah marah - luka yang tak kunjung sembut - rasa haus meningkat - sering infeksi - penglihatan kabur - sering sakit kepala
Orang dengan hiperglikemia perlu menghindari beberapa makanan yang dapat memicu lonjakan gula darah, seperti berikut:
- roti putih, pasta, dan nasi - camilan kemasan dan olahan - minuman bersoda atau berpemanis - makanan cepat saji - makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans - makanan yang meningkatkan kadar kolesterol