Makna Kenaikan Yesus Kristus ke Surga bagi Umat Kristiani

tim, CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 06:46 WIB
Pada tanggal 13 Mei 2021 ini, umat Islam merayakan Idulfitri, dan umat Kristiani seluruh dunia merayakan kenaikan Isa Almasih. Pada tanggal 13 Mei 2021 ini, umat Islam merayakan Idulfitri, dan umat Kristiani seluruh dunia merayakan kenaikan Isa Almasih. (condesign/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada tanggal 13 Mei 2021 ini, umat Islam merayakan Idulfitri, dan umat Kristiani seluruh dunia merayakan kenaikan Isa Almasih. Yesus yang bangkit setelah tiga hari wafat-Nya, kemudian kembali pada Bapa di surga pada hari ke-40.

Untuk kedua kalinya para murid harus menghadapi perpisahan dengan Sang Guru. Bagaimana tidak? Wafat Yesus di salib merenggut sosok yang mereka teladani. Namun setelah kebangkitan-Nya di hari ketiga, Yesus dalam beberapa kesempatan menunjukkan diri di hadapan para murid. Bukan sekadar pertemuan untuk melepas rindu tetapi Ia banyak bicara perihal Kerajaan Allah.

Di hari kenaikan-Nya, Yesus membawa para murid ke luar kota Yerusalem, hingga dekat Betania. Dikisahkan Lukas 24:50-51, Yesus naik ke surga.


"Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga."

Siapa yang tak sedih dengan perpisahan? Namun perpisahan para murid dengan Yesus tidak diwarnai isak tangis dan duka tetapi sukacita. Ini jadi bentuk pengalaman iman para murid.

"Mereka sujud menyembah kepada-Nya lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada dalam Bait Allah dan memuliakan Allah." (Luk. 24:52-53)

Fransiskus Emanuel de Santo, Sekretaris Eksekutif Komkat KWI, Jakarta, dalam renungannya menyebut kembalinya Yesus pada Bapa memperjelas arah perjuangan murid-murid-Nya. Seluruh kehidupan Yesus, pengalaman derita, wafat hingga kebangkitan memberikan makna dan nilai istimewa dalam perjalanan menuju Bapa.

"Peristiwa kenaikan Yesus ke surga merupakan sebuah penugasan bagi para murid untuk mewartakan kasih karunia Allah kepada manusia. Dengan memberkati para murid Yesus mulia mempercayakan tugas pewartaan kepada mereka. Mereka kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita, dan mewartakan kegembiraan itu kepada sesama, menjadi saksi yang tangguh dan handal bagi dunia," tulis Fransiskus di laman Komkat KWI.

Peristiwa kenaikan Yesus ini jelas mengajak umat untuk menaruh harap pada masa depan bersama Bapa. Seperti para murid, umat diajak untuk menjalankan tugas perutusan masing-masing sembari mewartakan kabar gembira pada sesama. Kendati terdengar berat, perlu keyakinan bahwa Roh Kudus selalu ada untuk memberikan tuntunan.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK