Sukabumi Tutup Semua Objek Wisata, Termasuk Geopark Ciletuh

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 09:56 WIB
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menutup seluruh objek wisata karena banyak wisatawan dan pelaku wisata yang melanggar protokol kesehatan. Foto sebelum pandemi. Wisatawan menikmati suasana Curug Cimarinjung Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, akhirnya menutup seluruh objek wisata yang ada di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali tersebut karena dari hasil evaluasi banyak pengunjung dan pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan.

"Bupati Sukabumi Marwan Hamami meminta Polres Sukabumi dan Kodim 0622 Sukabumi untuk menutup seluruh objek wisata karena hasil evaluasi Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 mayoritas pelaku usaha maupun wisatawan banyak yang tidak tertib protokol kesehatan, sehingga menjadi risiko penularan COVID-19," kata Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif di Sukabumi, Minggu (16/5), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Dijelaskannya, objek wisata di Kabupaten Sukabumi yang ditutup hingga waktu yang belum ditentukan termasuk kawasan Geopark CiletuhJika tidak ada aturan ini, katanya, diperkirakan pengunjung akan membludak.


Tentunya kondisi seperti itu akan menyulitkan petugas gabungan untuk membendung kendaraan wisatawan yang datang dari berbagai daerah, meskipun harus diputarbalikkan.

"Untuk itu, lebih baik mencegah dari pada terlambat menangani membeludaknya wisatawan yang memanfaatkan libur lebaran atau Idulfitri 1442 H ini untuk berwisata ke Sukabumi," ujarnya.

"Kemarin [Sabtu, 15 Mei 2021] itu pantauan, wisatawan yang akan menuju kawasan pantai mencapai puluhan ribu, bukan yang ada di tempat objek wisata ya, namun masih menuju dari luar daerah," lanjutnya.

Lukman mengatakan untuk antisipasi masuknya kendaraan wisatawan pihaknya membendung atau melakukan penutupan di beberapa titik yang menjadi jalur menuju objek wisata di Kabupaten Sukabumi.

Dalam penutupan tersebut pihaknya juga berkoordinasi dengan unsur lainnya seperti TNI, Polres Sukabumi Kota dan Pemkab Sukabumi.

Di sisi lain, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kluster COVID-19 di objek wisata dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK