4 Cara Menghentikan Kecanduan Game Online pada Anak

tim, CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 17:30 WIB
Masalah kecanduan game online ini tidak dapat diabaikan begitu saja karena bisa berakibat buruk. Berikut cara menghentikan kecanduan game online pada anak. Ilustrasi. Masalah kecanduan game online ini tidak dapat diabaikan begitu saja karena bisa berakibat buruk. Berikut cara menghentikan kecanduan game online pada anak. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Game online membuat anak berlama-lama menatap layar gawai atau komputer jadi tak terhindarkan. Lama kelamaan, memainkan game online pun berakhir kecanduan.

Masalah kecanduan game online ini tidak dapat diabaikan begitu saja karena bisa berakibat buruk. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa seseorang yang adiksi (kecanduan) akan mengalami perubahan pada struktur dan fungsi otak.

Gangguan pada otak tersebut mengakibatkan seseorang kehilangan beberapa kemampuan atau fungsi otaknya. Beberapa kemampuan yang hilang seperti fungsi atensi untuk berkonsentrasi, fungsi eksekutif untuk merencanakan sesuatu, dan fungsi inhibisi atau kemampuan untuk membatasi diri.


Perubahan fungsi otak tersebut akan membuat seseorang sulit fokus pada sesuatu, memiliki emosi yang tidak stabil, dan tidak mengenali batasan fisiknya. Seorang yang adiktif pada game online akan terus bermain game demi sebuah misi atau perintah game tersebut, meski fisiknya sudah lelah.

Kecanduan pada game online juga membuat seseorang berlaku impulsif. Beberapa hari terakhir ini, seorang anak dilaporkan menghabiskan uang hingga Rp800 ribu hanya untuk membeli voucher game online. Bisa dibilang, anak tersebut sudah masuk dalam fase kecanduan.

Psikolog Anak Ratih Zulhaqqi mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu memutus kecanduan anak pada game online.

"Kalau untuk anak-anak yang kecanduan [game online] memang harus dipotong circle game itu, tapi itu enggak bisa dilakukan oleh anak sendiri, harus ada peran orang tua," kata Ratih saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/5).

Memutus kecanduan game online pada anak biasanya memerlukan bantuan seorang ahli seperti psikolog. Namun bertemu psikolog saja tak cukup, Ratih mengatakan, peran orang tua di rumah merupakan hal yang paling penting untuk mengatasi kecanduan game online pada anak.

Berikut cara menghentikan kecanduan game online pada anak.

Komitmen orang tua di rumah

Hal pertama yang dibutuhkan adalah komitmen orang tua dan orang dewasa lainnya di rumah untuk membantu memutus kecanduan game online pada anak.

Setiap orang dewasa yang ada di rumah harus mengetahui bahwa mereka akan membantu si anak untuk menghentikannya dari kecanduan game online. Sehingga mereka akan menjadi 'pengawas' jika anak ketahuan bermain game.

"Tapi gak pakai kekerasan ya, pastikan buat iklim yang nyaman di rumah untuk membantu anak lepas dari gawai atau komputernya," kata Ratih.

Memutus koneksi anak dengan gawai atau komputer

Langkah kedua adalah memutus koneksi anak dengan gawai atau komputer. Sebagai permulaan, orang tua bisa membatasi waktu layar atau screen time anak dengan komputer atau gawainya.

Waktu screen time termasuk saat anak menonton YouTube, atau mencari hiburan lainnya melalui layar handphone, komputer, atau bahkan televisi.

Ratih mengatakan setelah membatasi waktu screen time, idealnya orang tua mulai sedikit tegas dengan melakukan 'grounded' atau memaksa anak lepas dari gawai dan komputernya selama minimal 3 minggu hingga 3 bulan.

Ketika harus bersekolah daring, pastikan anak hanya menggunakan gawai atau komputernya untuk keperluan sekolah tanpa membuka jendela YouTube atau game online.

Simak cara menghentikan kecanduan game online pada anak di halaman berikut.

Cara Menghentikan Kecanduan Game Online pada Anak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK