Pandangan Psikolog soal Orang Tua Bunuh Anak di Temanggung

tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 08:02 WIB
Lemahnya akses pengetahuan soal pola pengasuhan anak menjadi salah satu faktor utama orang tua dapat menghilangkan nyawa buah hatinya sendiri. Ilustrasi anak dan orang tua. (iStockphoto/ Fizkes)

Mira menilai bahwa pengetahuan orang tua, bahkan di kota-kota besar, masih belum sepenuhnya memahami tentang batasan terkait kekerasan pada anak. Sementara, semakin ke sini, anak-anak semakin kritis.

"Kekerasan pada anak secara psikologis yang sekarang dilakukan orang tua itu sesederhana menyindir anak. Anak-anak tidak suka disindir, dan itu perilaku parenting yang tak ada gunanya malah menyakitkan bagi anak-anak," ungkap Mira.

Dia mengatakan bahwa anak-anak sekarang lebih suka to the point atau jelas dengan maksudnya. Misalnya, orang tua menyindir, "Aduh kasian banget gue jadi orang tua masih cuci piring sendiri." Padahal, menurut Mira, orang tua cukup mengatakan kepada anak agar dibantu mencuci piring.


Selain menyindir, kekerasan verbal lainnya adalah membandingkan anak dengan pengalaman orang tua. Menurut Mira, tindakan itu akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, tersakiti, dan akhirnya membuat anak-anak tidak bisa produktif atau berlaku yang positif.

"Anak-anak berhadapan dengan figur otoritas, ada perasaan lebih inferior terhadap mereka yang superior - dalam hal ini orang tua - sehingga mereka tidak bisa berkata banyak [tapi timbul perasaan-perasaan tersebut]," tambahnya.

Cara orang tua menghadapi anak yang aktif

Memiliki anak yang aktif bergerak, minat yang unik, atau bahkan berkebutuhan khusus, menurut Mira membutuhkan penerimaan dari orang tua.

Dia mencontohkan satu kasus, bahwa ada orang tua menyukai kegiatan indoor berupa membaca buku hingga mengoperasikan gawai. Sementara sang anak, justru menyukai kegiatan outdoor dengan menikmati alam, melihat hewan, serta berjalan-jalan.

Dari contoh ini, Mira mengatakan bahwa yang utama adalah menerima perbedaan antara orang tua dengan anak. Pasalnya bila anak sampai menerima pola belajar hanya berdasarkan kehendak orang tua, maka akan muncul bimbingan yang keliru.

"Jika orang tua semakin keras, anak akan semakin sulit melakukan perilaku benar. Karena selama ini yang dapat perhatian hanya perilaku yang salah, padahal psikologi kita harus fokus pada perilaku yang benar," papar Mira.

Selain itu, perlu kerja sama antara kedua orang tua. Saat salah satu sedang merasa kelelahan, maka yang lain ambil alih pengasuhan anak. Mira mengatakan bahwa biasakan anak tidak hanya sama ayah atau ibu saja.

"Kita enggak tahu saat ibu sedang burn out [kelelahan] atau mungkin ayah sedang burn out, lalu anak yang kena imbas.Pisahkan dahulu anak dari orangtua yang lagi kewalahan. Nah dukungan lingkungan juga seharusnya positif, jangan memperkeruh anak kamu begini begitu," katanya.

"Keselamatan kesejahteraan anak itu tanggung jawab kita semua. Masyarakat kita butuh semua orang untuk saling menjaga."

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK