7 Kebiasaan yang Merusak Otak

tim | CNN Indonesia
Senin, 07 Jun 2021 17:38 WIB
Ketika otak rusak, itu dapat mempengaruhi kinerja tubuh, termasuk pikiran, memori, sensasi, dan lainnya. Berikut tujuh kebiasaan yang merusak otak. Ilustrasi menyendiri. (Antranias/Pixabay)

4. Melewatkan sarapan dan asupan air yang cukup

Ilustrasi sarapanIlustrasi sarapan. (Stocksnap/Krzysztof Puszczynski)

Entah karena diet atau demi menghemat waktu, banyak orang yang memilih melewatkan sarapannya. Namun, tak banyak yang sadar bahwa kebiasaan tidak sarapan dapat merusak otak Anda.

Setiap pagi setelah tidur nyenyak, tubuh Anda membutuhkan nutrisi. Melewatkan sarapan membuat otak kehilangan nutrisi penting ini.

Di samping itu, melewatkan sarapan menyebabkan kadar glukosa darah rendah, yang berdampak buruk pada fungsi otak.


Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang sarapan secara teratur memiliki prestasi yang lebih baik di sekolah.

Hampir, 80 persen dari otak adalah air. Otak juga membutuhkan air yang cukup untuk berpikir lebih cepat dan fokus lebih baik.

Jadi, sangat penting bagi Anda untuk tetap terhidrasi sepanjang waktu. Minum banyak air akan bermanfaat bagi tubuh dan otak Anda untuk berfungsi lebih baik.

5. Merokok

Sebagian besar orang mungkin sudah tahu bahwa merokok menyebabkan kanker.

Namun, tahukah Anda bahwa nikotin yang membuat ketagihan dalam rokok juga menyusutkan otak Anda? Faktanya, penyusutan otak dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

6. Terlalu banyak makan

Man having stomach pain or digestion problem. Couch potato, lazy or unemployed person taking nap. Feeling bad after eating too much fast junk food. Guy with unhealthy diet or hangover.Ilusttrasi kekenyangan. (iStockphoto/Tero Vesalainen)

Makan berlebihan membuat berat badan meningkat, merasa kembung, dan menambah risiko penyakit yang mengancam jiwa.

Di samping itu, kebiasaan ini juga merusak otak Anda.

Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa asupan kalori tinggi untuk waktu yang lama, pada kenyataannya, dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kehilangan memori, atau gangguan kognitif ringan (MCI), di masa depan.

7. Terlalu banyak menyendiri

Sad young woman sitting on the windowIlustrasi menyendiri. (iStockphoto/Tunatura)

Manusia terprogram untuk kontak sosial. Ini bukan tentang berapa banyak teman di media sosial yang Anda miliki, tapi yang penting adalah rasa koneksi yang nyata.

Sebagaimana dilansir WebMD, orang-orang yang memilikinya bahkan hanya dengan beberapa teman dekat lebih bahagia dan lebih produktif.

Mereka juga cenderung tidak menderita penurunan otak dan Alzheimer. Jika Anda merasa sendirian, hubungi beberapa teman atau mulailah sesuatu yang baru -- main badminton, bersepeda, atau sekadar minum kopi bersama.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER