5 Cara Terhindar Kasus 'Getok Harga' di Tempat Wisata

CNN Indonesia | Rabu, 09/06/2021 15:50 WIB
Tak hanya di Indonesia, kasus Ilustrasi memilih makanan di restoran. (FoodiesFeed/Jakub Kapusnak)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pekan kemarin ramai berita soal sejumlah turis yang kaget dengan harga mahal sepiring pecel lele sampai tarif parkir di beberapa destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Netizen ikut geram, karena konsep "nuthuk (dalam bahasa Jawa)" alias "getok harga" sangat mencoreng kenyamanan destinasi wisata, apalagi saat ini pariwisata Indonesia sedang berusaha bangkit setelah didera oleh pandemi virus Corona.

Tak hanya di Indonesia, kasus "getok harga" juga sering diberitakan terjadi di luar negeri.


Seperti yang sempat ditulis oleh CNNIndonesia.com pada tahun 2019, dua turis Jepang merasa ditipu oleh sebuah restoran di Roma, Italia, karena harus membayar sekitar 500 euro (sekitar Rp7,7 juta) hanya untuk menu pasta, ikan, dan air putih yang mereka pesan.

Turis tersebut merasa harga demikian tidak sebanding dengan porsi kecil yang mereka dapatkan, sementara pemilik restoran merasa porsi sebanding dengan kualitas makanan yang disajikan.

Kasus seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Menetapkannya sebagai penipuan pun masih menjadi pro dan kontra.

Agar terhindar dari jebakan "getok harga" di destinasi wisata, berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan:

1. Kuasai bahasa lokal

Pelajari bahasa lokal untuk ungkapan sederhana, seperti kalimat sapa dan salam. Saat datang ke restoran, praktikkan bahasa tersebut, sehingga pelayan tahu kita berusaha memahami budayanya.

Siapkan aplikasi penerjemah di ponsel untuk membantu membaca nama menu dan harganya dalam bahasa lokal.

2. Cari informasi

Ada banyak cara untuk mengetahui kepopuleran dan kualitas pelayanan sebuah restoran, salah satunya dengan membaca situs rekomendasi seperti Yelp, komentar di media sosial atau ulasan situs wisata terpercaya.

Sama seperti saat memesan kamar hotel, cari banyak informasi mengenai restoran yang bakal dituju. Pelajari harga rata-rata makanan dan minuman di sana.

Terkadang ada ulasan buruk yang sengaja ditulis untuk menjatuhkan nama restoran. Jika ulasan buruk dirasa mengada-ada, mungkin ada baiknya hiraukan.

Cari tahu juga soal budaya tip di destinasi. Seperti di Jepang, pelayan tak perlu diberi tip karena dianggap meremehkan.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

5 Cara Terhindar Kasus 'Getok Harga' di Tempat Wisata

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK