Alasan Minum Antibiotik Harus Dihabiskan

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 13:10 WIB
Antibiotik harus dihabiskan sesuai resep dokter. Pasalnya, dokter telah menghitung kapan dan berapa dosis yang dibutuhkan untuk membunuh bakteri dalam tubuh. Ilustrasi. Antibiotik harus dihabiskan sesuai resep dokter. (Istockphoto/ Richard Villalonundefined undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika sakit dan berobat ke dokter, biasanya ada satu obat yang diresepkan dan harus dihabiskan dalam kurun waktu tertentu. Obat tersebut dinamakan antibiotik.

Banyak orang menganggap bahwa antibiotik adalah obat dari segala penyakit. Istilahnya, 'obat dewa' yang manjur mengobati penyakit apa pun.

Tak jarang orang-orang menyimpan antibiotik ketika sudah merasa sembuh. Berpikir akan menggunakannya kembali ketika penyakit serupa datang. Padahal, antibiotik harus dihabiskan dan diminum sesuai anjuran dokter.


Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi RSUD Dr. Soetomo, Erwin Astha Triyono menjelaskan, antibiotik harus dihabiskan sesuai dengan resep dokter. Sebabnya, dokter sudah menghitung kapan dan berapa dosis yang digunakan untuk membunuh bakteri dalam tubuh.

"Kenapa, kan, antibiotik itu harus habis? Ya karena sudah dihitung, pada bakteri tertentu, waktu tertentu, itu bakterinya akan mati. Jadi minum antibiotik lebih dari resep akan mubazir, kurang dari resep tidak akan membuat bakterinya mati semua," kata Erwin dalam diskusi virtual bersama Pfizer, Kamis (10/6).

Sebelum meresepkan obat, dokter akan mendiagnosis apa penyebab penyakit yang diderita pasien. Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik.

Dokter juga akan melakukan perhitungan berapa bakteri yang ada pada tubuh, berapa banyak dosis yang diperlukan agar bakteri tersebut mati dan tidak menginfeksi.

Antibiotik yang tidak dikonsumsi dengan benar sesuai anjuran dokter juga bisa menyebabkan bakteri resisten. Akibatnya, resistensi bakteri akan menyebabkan penyakit menjadi lebih parah di masa yang akan datang.

ilustrasi antibiotikIlustrasi. Antibiotik harus dihabiskan sesuai dengan resep dokter. (Istockphoto/ Ayo888)

"Bakterinya tidak mati semua, ada yang tetap hidup di dalam tubuh dan bermutasi. Ketika menginfeksi lagi, antibiotik yang sama bisa jadi tidak mempan," kata Erwin. Anda mungkin akhirnya harus minum obat antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi agar bisa sembuh.

"Ada kerugian jika tidak menghabiskan antibiotik, pertama dosis lebih tinggi, lebih mahal, penyakit bisa lebih parah," tutur Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, Imran Agus Nurali, dalam diskusi yang sama.

Imran juga menyarankan agar masyarakat tak sembarang membeli antibiotik di pasaran. Antibiotik tersebut juga tak boleh diberikan sembarang meski kemiripan gejala atau penyakit tertentu.

Sebabnya, Imran menjelaskan, antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan dikhususkan hanya untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti TBC, pneumonia, difteri, infeksi saluran kemih, dan lain-lain.

"Orang menganggap antibiotik bisa mengobati apa pun, padahal ini salah dan berbahaya. Antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan bakteri, sementara penyakit bisa disebabkan juga oleh virus atau jamur," ujar Imran.

Untuk itu, masyarakat kembali diingatkan untuk meminum antibiotik sesuai anjuran dokter demi mencegah resistensi antibiotik. Masyarakat juga tak disarankan membeli antibiotik secara bebas.

(mel/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK