Dokter: Obat Ivermectin Belum Terbukti Efektif Obati Covid-19

Tim | CNN Indonesia
Sabtu, 12 Jun 2021 17:29 WIB
Dokter menegaskan bahwa obat Ivermectin belum terbukti efektif dalam mengobati Covid-19. Ilustrasi. Dokter menegaskan bahwa obat Ivermectin belum terbukti efektif dalam mengobati Covid-19. (Istockphoto/ Moussa81)
Jakarta, CNN Indonesia --

Obat Ivermectin mendadak jadi perbincangan. Obat ini mulai disebar ke beberapa daerah untuk mengobati pasien infeksi virus corona (Covid-19).

Namun, apakah obat tersebut sudah terbukti efektif dan dianjurkan sebagai salah satu terapi Covid-19?

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis paru, Erlang Samoedro menegaskan bahwa obat tersebut belum terbukti efektif untuk mengobati Covid-19.


"Belum efektif. Bahkan dari FDA dan WHO tidak merekomendasikan," ujar Erlang, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (12/6).

Menukil laman Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, obat Ivermectin belum mendapatkan persetujuan untuk digunakan mengobati atau mencegah Covid-19. Ivermectin, tegas FDA, tidak bersifat anti-virus atau melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

"Tablet Ivermectin disetujui pada dosis yang sangat spesifik untuk beberapa cacing parasit, dan ada dalam bentuk topikal untuk pengobata kutu dan kondisi kulit tertentu," tulis FDA.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanya merekomendasikan penggunaan Ivermectin untuk keperluan uji klinis, bukan untuk pasien Covid-19, baik dalam tingkat keparahan apa pun.

Hingga saat ini, tim dokter juga belum menggunakan ivermectin sebagai salah satu terapi Covid-19.

Saat ini, Ivermectin memang telah terdaftar di Indonesia sebagai obat bagi yang terindikasi infeksi kecacingan. Ivermectin diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg berat badan dengan pemakaian setahun sekali.

Ivermectin sendiri merupakan obat keras yang biasa digunakan untuk menangani penyakit yang disebabkan parasit. Obat ini bisa menimbulkan efek samping yang beragam. Masyarakat diminta untuk berhati-hati.

"Mual, muntah, diare, hipotensi, reaksi alergi, pusing, ataksia [masalah keseimbangan], kejang, koma, dan bahkan kematian," ujar Erlang, merinci beberapa efek samping yang bisa dipicu oleh penggunaan ivermectin yang salah.

Tak hanya itu, lanjut Erlang, studi pada hewan percobaan juga memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin.

Sementara interaksi obat, seperti dengan obat TBC rifampisin, ditemukan dapat menurunkan kadar keampuhan ivermectin.

Untuk itu, Erlang mengimbau masyarakat atau pasien Covid-19 yang telah menerima pengobatan ivermectin untuk berhati-hati dan memastikan penggunaan sesuai dengan yang direkomendasikan. Penggunaan harus dilakukan atas pengawasan dokter.

"Bila ada gejala di atas [efek samping], agar patut diperhatikan," ujar Erlang.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER