Cara Aman Staycation di Tengah Pandemi Menurut Dokter

CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 11:50 WIB
dr. Dirga Sakti Rambe juga menyarankan agar tak memilih waktu staycation saat hari-hari ramai, seperti weekend dan long weekend. Ilustrasi kamar hotel. (Istockphoto/lookslike)
Jakarta, CNN Indonesia --

Melepas penat setelah berada di dalam rumah selama setahun lebih tanpa bisa bepergian jauh akibat pandemi membuat sebagian orang berlibur dengan cara staycation, menginap di hotel atau vila dengan suasana baru dan menyegarkan. Bagaimana cara agar staycation tetap aman di tengah pandemi?

Vaksinolog dan spesialis penyakit dalam dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan staycation bisa relatif aman bila seseorang bisa membatasi ruang geraknya, menekan risiko terpapar virus Corona.

"Aktivitas kalau hanya dari rumah langsung ke hotel atau vila relatif aman," kata Dirga dalam webinar kesehatan, Kamis (17/6), seperti yang dikutip dari ANTARA.


Jika tidak benar-benar diperlukan, tak perlu mampir ke tempat-tempat lain sehingga Anda bisa menjaga diri dari paparan virus di tengah jalan.

Setelah tiba di lokasi liburan, bersantailah tanpa harus pergi kemana-mana, termasuk fasilitas publik yang ramai.

Dia juga menyarankan untuk pintar-pintar mencari waktu di mana tidak banyak orang, seperti tidak memilih hari libur akhir pekan di mana sebagian besar orang berpikiran sama, ingin menghabiskan waktu di luar untuk wisata.

"Jangan numpuk semua di weekend atau pilih long weekend, bisa bagi-bagi waktu pas weekday."

Saat memilih hotel, pastikan juga keamanan serta kebersihannya.

Berbagai agen wisata daring telah menyediakan fitur untuk memilih tempat menginap yang sudah menerapkan standar kebersihan agar konsumen merasa aman dan nyaman.

Bagaimana dengan hotel yang menyediakan kamar untuk isolasi mandiri? Dia mengatakan, meski menginap di lantai yang berbeda dari kamar isolasi, tetap ada risiko penularan virus.

"Saya cenderung tidak menganjurkan, sekarang kita cari yang aman-aman saja dulu."

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus positif virus Corona (Covid-19) Indonesia pada Kamis (17/6) bertambah 12.624. Angka ini merupakan jumlah kasus harian tertinggi sejak Januari 2021.

Mengutip data pada situs covid19.go.id, kasus harian Covid-19 sepanjang bulan Februari hingga Juni 2021 naik sekitar 2.000 sampai 12 ribu kasus. Terakhir kasus mencapai 12.156 dalam sehari pada 6 Februari.

Jumlah kasus harian didapati lebih tinggi dari kasus hari ini terakhir pada 30 Januari dengan 14.518 kasus. Setelah itu kasus harian berangsur melandai hingga mencapai jumlah terendah pada 15 Mei dengan 2.385 kasus.

Beberapa hari terakhir kasus Covid-19 harian terpantau mulai mengalami kenaikan. Kasus sepanjang 15 Mei sampai 16 Juni terpantau naik secara perlahan. Angka kasus berkisar naik 2.000 hingga 9.000 orang dalam 24 jam.

Sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami lonjakan kasus yang cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah libur Lebaran 2021 serta penyebaran mutasi virus corona.

Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

(ANTARA/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK