Jakarta, CNN Indonesia -- Selain Jepang dan Korea Selatan, Hong Kong juga sepertinya bisa masuk daftar tempat pelesir di Asia bagi turis yang ingin menikmati wisata belanja, kuliner, alam, sampai seni.
Penyuka seni bisa melepaskan dahaga untuk melihat karya-karya memukau di berbagai penjuru Hong Kong, termasuk di perhelatan tahunan 'Arts in Hong Kong' tahun ini yang mengambil format tatap muka dan virtual.
Jika pandemi virus Corona sudah mereda dan perjalanan antarnegara sudah kembali aman, berikut sejumlah tempat ikonik di Hong Kong yang masuk dalam rekomendasi 'Arts in Hong Kong', seperti yang dikutip dari keterangan resmi Badan Pariwisata Hong Kong:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Old Town Central
 Old Town Central. (iStockphoto/CHUNYIP WONG) |
Old Town Central merupakan salah satu distrik tertua di Pulau Hong Kong, yang memiliki jalanan terjal dan gang tersembunyi di area Central dan Sheung Wan.
Di area ini wisatawan akan melihat perpaduan yang sangat kontras antara seni dengan sentuhan Timur dan Barat.
Tak hanya itu, wisatawan juga bisa melihat bagaimana pengaruh kuat tradisional dan modern pada seni di Hong Kong.
Jika berjalan-jalan di Old Town Central. wisatawan akan menemukan suasana yang beragam dan dinamis, yang mencerminkan keragaman nan harmonis masyarakat Hong Kong.
Jalan raya di Old Town Central dipenuhi dengan kreativitas dari seniman lokal dan internasional, yang bisa dijumpai hampir di setiap sudut.
Mural jalanan yang indah dapat ditemukan terselip di antara jalan utama yang sibuk, di dinding toko antik tradisional dan restoran.
Para pejalan kaki yang melintas seperti diajak untuk rehat sejenak dari keramaian dan hiruk pikuk sambil mengapresiasi semua seni yang dipamerkan, yang menampilkan berbagai teknik, tema, dan motif.
2. West Kowloon Cultural District
 West Kowloon Cultural District. (iStockphoto/CHUNYIP WONG) |
Distrik Kebudayaan Kowloon Barat (West Kowloon Cultural District) merupakan pusat seni dan budaya yang berdekatan dengan Pelabuhan Victoria.
Pusat seni ini dibangun di atas lahan reklamasi seluas 40 hektare.
Distrik Kowloon Barat memiliki banyak fasilitas seni dan budaya, termasuk museum unggulan M +, serta ruang terbuka publik yang luas dan kawasan pejalan kaki di depan pelabuhan sepanjang dua kilometer.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
4 Sudut 'Nyeni' yang Wajib Disambangi di Hong Kong
Patung Bruce Lee di Avenue of Stars, Hong Kong. (istockphoto/fazon1)
3. Museum M+
 Museum M+. (iStockphoto/Pixel Professional) |
M+ merupakan museum yang akan dibuka akhir tahun ini di Distrik Budaya Kowloon Barat, Hong Kong.
Bangunan arsitektural internasional ini merupakan museum budaya visual global pertama di Asia.
Museum M+ memiliki luas total 65 ribu meter persegi, dengan 33 galeri, tiga bioskop, satu Mediatheque, pusat pembelajaran, pusat penelitian, dua toko dan restoran, bar, gerai kopi, anjungan untuk seniman, ruang kantor, dan taman di atap.
Kesemuanya diatur dengan latar belakang Pelabuhan Victoria yang menambah magis pemandangan di Musem M+.
4. Hong Kong Museum Of Art
 Hong Kong Museum of Art. (iStockphoto/winhorse) |
Hong Kong Museum of Art memiliki tampilan dan fasilitas baru setelah tiga tahun renovasi.
Hal ini bisa dilihat dari adanya penambahan area sebanyak 40 persen, yang bisa mengakomodir lebih banyak galeri.
Salah satu yang menjadi daya tarik adalah adanya tampilan kaca yang memberi kesan retak, yang merupakan pantulan dari ombak di Pelabuhan Victoria. Hal ini akan membuat suasana menjadi lebih hidup dan akan terlihat kontras yang begitu jelas dari pencahayaan dan bayangan yang terbentuk di sepanjang hari.
Tak hanya itu, dengan desain langit-langit yang cukup tinggi, para tamu akan menikmati dimanjakan dengan tampilan Pelabuhan Victoria yang juga baru selesai dipugar.
Hong Kong Museum of Art kini memiliki ruang yang lebih modern dan dapat menampilkan seni dengan cara yang lebih kontemporer.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.