Taman Piknik di Tengah Hutan Beton Jakarta

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 13:50 WIB
Jangan berekspektasi melihat hutan rimbun saat piknik di sini, karena pengunjung malah disuguhi pemandangan hutan beton Jakarta. Suasana di Taman Piknik Museum Satriamandala. (tamanpiknik.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Piknik menjadi kegiatan wisata pilihan di tengah pandemi virus Corona. Walau dilakukan di luar ruangan, tetap ingat mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak fisik, dan cuci tangan sebelum dan sesudah makan minum.

Saat ini semakin banyak pilihan tempat piknik di Jakarta, salah satunya di Museum Satriamandala. Taman Piknik Cafe & Gerai UMKM, begitu sebutan area piknik di sana.

Jangan berekspektasi melihat hutan rimbun saat piknik di sini, karena pengunjung malah disuguhi hutan beton Jakarta, karena area pikniknya berada di lahan rumput museum.


Dibuka sejak Februari tahun ini, pengelola Museum Satriamandala nampaknya ingin memaksimalkan fungsi penggunaan ruang hijaunya untuk memenuhi hasrat warga Jakarta yang sudah rindu liburan ke alam.

Untuk fasilitas piknik, pengunjung yang sudah melakukan pemesanan tempat bisa mendapatkan tikar, selimut, dan meja sederhana. Kalau ingin memesan makanan, silakan mendatangi restoran atau area UMKM yang ada di areanya.

Acara kongko bersama keluarga atau sahabat bakal lebih seru, karena bisa ngemil dan belanja beragam produk lokal yang dijajakan di sini.

Selain piknik, terdapat juga area co-working space, di mana para pelajar atau pekerja bisa berdiskusi atau membuka laptop di lahan semi-outdoor-nya.

Taman Piknik Museum SatriamandalaArea co-working space. (tamanpiknik.id)

Di hari-hari tertentu, digelar juga acara menarik, seperti kelas yoga sampai zumba.

Untuk informasi pemesanan tempat, silakan mengunjungi laman Instagram resmi mereka di @tamanpiknik, situs resmi di tamanpiknik.id, atau telepon ke 08192181120.

Alamat Taman Piknik Museum Satriamandala bisa dilihat di sini.

[Gambas:Instagram]



[Gambas:Instagram]



Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

(ard/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK