Seestadt, Distrik yang Dirancang Oleh dan Untuk Kaum Wanita

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 12:50 WIB
Kaum pria masih mendominasi keputusan merancang sebuah kota. Distrik Seestadt ingin menjadi pemukiman yang lebih nyaman bagi kaum wanita. Gedung apartemen di pinggiran kota Wina, Seestadt, Austria. (AFP/JOE KLAMAR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pujian terhadap karya dari arsitek wanita mungkin belum begitu menggema di dunia. Sebuah proyek visioner di Wina bertujuan untuk mengubah pandangan itu, dengan pinggiran kota di ibu kota Austria yang sedang dirancang oleh dan untuk wanita.

Proyek ini mencontohkan bagaimana sebuah kota mencoba membuat ruang kota lebih inklusif, dari lampu yang lebih terang hingga trotoar yang lebih luas untuk kursi roda atau kereta bayi, dan bagaimana arsitek dan desainer wanita mampu membuat perubahan cara hidup yang lebih baik.

Distrik Seestadt sibuk melakukan pengembangan sejak tahun 2012, sebuah situs bangunan yang luas di tepi timur kota yang diproyeksikan akan berkembang dari 8.300 populasi menjadi 20 ribu pada tahun 2030.


Papan raksasa beberapa lokasi konstruksi bertuliskan "Perempuan membangun kota".

Dengan memberi ruang bagi perempuan dalam desain perkotaan, Wina membantu menyoroti cara membentuk lingkungan yang hingga kini masih didominasi peran laki-laki.

Pengembang dan bankir yang sering membuat keputusan penting dalam pembangunan perkotaan masih didominasi oleh laki-laki, kata Sabina Riss, seorang arsitek dan peneliti universitas yang mempelajari hubungan antara gender dan perencanaan kota.

Janis Joplin

Dia memperkirakan bahwa di sebagian besar negara, "persentase wanita dalam proses pengambilan keputusan paling banyak antara lima dan 10 persen".

Selain sangat terlibat dalam desain gedung-gedung baru di Seestadt, perempuan juga akan menjadi nama-nama ruas jalan baru di dana.

Filsuf Hannah Arendt, penyanyi Janis Joplin dan pahlawan buku anak-anak Pippi Longstocking hanyalah beberapa nama untuk menghiasi alamat baru di sana.

Distrik ini juga tengah menyelenggarakan pameran karya arsitek wanita yang berlangsung hingga 15 Oktober.

Menurut arsitek Carla Lo -- yang dirinya telah menyumbangkan desain untuk salah satu lapangan di Seestadt -- kebijakan perencanaan Wina telah diperbarui sejak Kathrin Gaal pada tahun 2018 menjadi wanita pertama yang mengepalai departemen perumahan kota, mengawasi anggaran tahunan lebih dari 1 miliar euro (sekitar Rp17 triliun).

"Sejak dia berada di sana, tiba-tiba kebutuhan khusus ibu tunggal dipertimbangkan saat tender proyek dilakukan," kata Lo, seperti yang dikutip dari AFP pada Senin (21/6).

Setelah memberikan masukannya untuk pengembangan Seestadt, Gaal mengatakan dia ingin pameran di sana untuk mendorong perempuan lain "membuat visi mereka menjadi kenyataan".

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Seestadt, Distrik yang Dirancang Oleh dan Untuk Kaum Wanita

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK