Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Covid-19?

tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 08:15 WIB
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes Covid-19? Ilustrasi. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes Covid-19? (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tes swab antigen serta PCR merupakan cara untuk mengkonfirmasi Covid-19. Namun, kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes Covid-19 ini?

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi selama beberapa waktu belakangan membuat setiap orang jadi lebih waspada pada penularan. Beberapa orang bahkan melakukan tes antigen berkala untuk memastikan kesehatannya.

Pemeriksaan tes swab antigen serta PCR menjadi cara untuk mengetahui kondisi terkait Covid-19 secara akurat jika dilakukan pada saat yang tepat.


Bagi Anda yang bisa mengakses tes Covid-19 atau antigen, berikut beberapa waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan.

1. Saat kontak erat dengan pasien positif Covid-19

Saat memiliki kontak erat dengan orang positif Covid-19, Anda tidak perlu menunggu timbulnya gejala awal untuk tes swab.

Idealnya, Anda dapat langsung melakukan tes PCR 3-5 hari setelah kontak terakhir dengan pasien Covid-19.

"Idealnya [melakukan pemeriksaan] 3-5 hari setelah kontak erat dengan pasien positif, atau langsung ketika ada gejala," kata Dokter Spesialis Paru, Erlang Samoedro, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/6).

Dalam jangka waktu tersebut, jika terinfeksi maka Anda sedang dalam masa inkubasi virus.

Terlalu awal melakukan pemeriksaan bisa membuat hasil tidak akurat. Jumlah material genetik (CT Value) virus SARS-CoV-2 bisa saja lebih sedikit sehingga tidak terdeteksi oleh pemeriksaan antigen.

2. Saat timbul gejala ketika isolasi mandiri

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar mengatakan, tes Covid-19 juga sebaiknya segera dilakukan ketika timbul gejala, meski hasil PCR awal sempat negatif dan tengah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Hal tersebut dikarenakan hasil awal mungkin saja bisa negatif, karena CT value yang tinggi (lebih dari 38 atau 40). CT Value sendiri merujuk pada material genetik virus yang ada pada sampel.

Masa inkubasi sendiri berlangsung selama 2-14 hari, sehingga gejala bisa jadi baru muncul setelah PCR awal dilakukan.

"Bila muncul gejala setelah isolasi mandiri selesai, dan masih dalam masa inkubasi virus 14 hari, segera tes swab PCR atau antigen ulang," kata Adaning kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/6).

3. Orang sakit yang akan menerima vaksin Covid-19

Menurut Adaning, pemeriksaan Covid-19 pada orang yang akan menerima vaksin sebetulnya tidak dibutuhkan.

Pemeriksaan swab antigen atau PCR sebelum vaksinasi dinilai tidak efektif dan tidak efisien dilakukan pada semua orang yang akan menerima vaksin. Hanya orang tertentu yang perlu melakukan tes Covid-19 sebelum vaksinasi.

"Pemeriksaan swab antigen atau PCR sebelum vaksinasi boleh dilakukan pada orang yang sedang sakit bergejala, diguga Covid-19, dan berstatus kontak erat," katanya.

4. Saat akan bepergian

Bepergian di masa pandemi Covid-19 tidak disarankan karena dikhawatirkan virus ditularkan dari orang saat dalam perjalanan.

Namun jika mendesak, maka bepergian diperbolehkan dengan syarat ketat. Salah satu syaratnya adalah dengan melampirkan keterangan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan antigen, PCR, atau GeNose.

Tes Covid-19 bagi orang bepergian idealnya dilakukan sehari sebelum bepergian, dan sehari sebelum kepulangan ke tempat awal.

Sebaiknya, tes kembali dilakukan setelah menjalani isolasi mandiri usai bepergian demi memastikan kesehatan Anda.

(mel/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK