Mengenal Manfaat Actemra dan Kevzara untuk Infeksi Covid-19

tim | CNN Indonesia
Kamis, 08 Jul 2021 13:56 WIB
WHO merekomendasikan obat Actemra dari Roche dan Kevzara dari Sanofi untuk pengobatan pasien Covid-19. Berikut mengenal actemra dan kevzara. (Kevzara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan obat Actemra dari Roche dan Kevzara dari Sanofi untuk pengobatan pasien Covid-19. Berikut mengenal actemra dan kevzara. 

Kedua obat tersebut direkomendasikan setelah data dari sekitar 11 ribu pasien menunjukkan bahwa obat ini bisa mengurangi risiko kematian akibat covid.

Mengenal Obat Actemra dan Kevzara untuk Infeksi Covid-19

Dokter spesialis paru konsultan, sekaligus guru besar FKUI, Tjandra Yoga Aditama mengatakan Actemra dan Kevzara sejatinya bukan obat yang bisa membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.


Pemberian obat ini hanya ditujukan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari infeksi Covid-19 pada tubuh.

"Obat-obat ini semuanya tidak bisa membunuh virus Covid-19, tapi diberikan untuk mengatasi kerusakan yang diakibatkan oleh virusnya," kata Tjandra dalam sebuah webinar, Kamis (8/7).

Melansir WebMD, obat Actemra dan Kevzara sejatinya adalah obat yang diberikan untuk mengatasi radang sendi sedang-parah.

Selain mengobati radang, Actemra bisa diberikan untuk pengobatan rematik, orang dewasa dengan artritis, dan bisa bekerja memperlambat laju penurunan fungsi paru pada orang dewasa dengan penyakit paru.

Secara sederhana, pemberian Actemra atau Kevzara bertujuan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat radang sendi.

-Pengobatan untuk pasien Covid-19

Sebagaimana diketahui, Actemra dan Kevzara sebenarnya adalah obat yang digunakan untuk mengatasi radang sendi.

Namun kedua obat ini juga bekerja sebagai penghambat Interleukin- (IL-6) yang menyebabkan peradangan pada pasien Covid-19.
IL-6 biasanya diproduksi konstan saat seseorang menderita radang sendi. IL-6 akan membuat persendian lebih meradang dan mengakibatkan inflamasi pada organ lain.

Pemberian obat ini akan menekan reaksi IL-6 yang berlebihan dalam tubuh. Reaksi yang berlebihan ini bisaberbahaya bagi kesehatan pasien Covid-19 sehingga perlu ditekan dengan pemberian obat.

Actemra dan Kevzara bisa diberikan oral dengan pil, atau injeksi pada pasien Covid-19.

Berdasarkan data WHO, pemberian obat ini bisa mengurangi kemungkinan kematian sebesar 13 persen dibandingkan perawatan standar. Obat ini juga bisa mengurangi kemungkinan pemakaian ventilator pada pasien Covid-19 bergejala kritis.

Dalam halaman resminya, baik Actemra dan Kevzara mencantumkan bahwa penggunaannya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.

Hanya saja, ada beberapa orang tidak disarankan menggunakan obat ini seperti orang dengan tuberkulosis, diabetes, HIV, atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh bakteri, jamur, bahkan virus.

Sehingga pemberian kedua obat ini pada pasien Covid-19 harus berada di bawah pengawasan dokter. Karena merupakan golongan obat keras, penggunaan Actemra atau Kevzara sembarangan bisa menyebabkan efek samping serius.

Beberapa efek samping yang sering ditemui seperti sulit bernapas, pusing, pingsan, muntah, dan nyeri dada yang bisa membahayakan keselamatan pasien Covid-19. 

(mel/chs)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK