Golongan Darah Tertentu Lebih Berisiko Penyakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Senin, 12/07/2021 08:30 WIB
Sejumlah studi menemukan bahwa golongan darah tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung. Ilustrasi. Sejumlah studi menemukan bahwa golongan darah tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung. (Stockphoto/JarekJoepera)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyakit kardiovaskular ditemukan memiliki hubungan dengan tipe golongan darah. Golongan darah tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung.

Secara keseluruhan, orang dengan golongan darah A, B, dan AB ditemukan memiliki risiko yang lebih tinggi daripada orang dengan golongan darah O.

Hal itu ditemukan dalam sejumlah studi. Studi pendahulu dilakukan terhadap 89.500 orang dewasa di atas usia 20 tahun pada 2012 lalu. Studi dipublikasikan dalam American Heart Association Journal.


Peneliti dari Harvard School of Public Health ini menemukan, orang dengan golongan darah AB memiliki risiko penyakit jantung 23 persen lebih besar daripada lainnya. Sementara mereka dengan golongan darah B memiliki risiko 11 persen lebih tinggi dan 5 persen lebih tinggi pada mereka dengan golongan darah A.

"Baik untuk mengetahui bagaimana golongan darah Anda bisa memengaruhi kesehatan jantung. Anda bisa menekannya dengan cara mengontrol kolesterol dan tekanan darah," ujar salah satu peneliti, Lu Qi, mengutip laman Harvard School of Public Health.

Penelitian lainnya, yang lebih anyar dipublikasikan di jurnal yang sama menemukan hal serupa. Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 400 ribu orang pada 2017 lalu.

Hasilnya, ditemukan bahwa golongan darah A dan B memiliki risiko serangan jantung lebih besar 8 persen daripada golongan darah O. Mereka juga ditemukan memiliki risiko gagal jantung 10 persen lebih besar dibandingkan golongan darah O.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan risiko pembekuan darah pada masing-masing golongan darah. Dibandingkan dengan golongan darah O, individu dengan golongan darah A dan B lebih mungkin mengalami deep vein thrombosis sebesar 51 persen dan 47 persen lebih mungkin mengembangkan emboli paru. DVT dan emboli baru merupakan dua penyakit vaskular yang paling umum.

Namun, agak berkebalikan dengan hasil sebelumnya, peneliti juga menemukan orang dengan golongan darah A atau B memiliki risiko tekanan darah tinggi yang lebih rendah 3 persen dari mereka pemilik golongan darah O.

A plush, stuffed toy red heart, more often associated with Valentines Day, rests on newspaper headlines about heart disease and the costs of health care.Ilustrasi. Golongan darah A dan B ditemukan memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung. (Istockphoto/ RapidEye)

Ahli kardiovaskular Mary Cushman, yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan bahwa orang dengan golongan darah A dan B perlu menyadari bahwa operasi, trauma, dan imobilisasi dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Setiap orang dapat menurunkan risikonya dengan menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, dan berolahraga teratur.

"Kami tahu bahwa orang di luar golongan darah O cenderung memiliki risiko kardiovaskular yang lebih tinggi, sehingga mempertahankan gaya hidup sehat adalah pendekatan yang terbaik," ujar Cushman, yang juga merupakan Direktur Medis Program Trombosis dan Hemostasis di Vermont University Medical Center, mengutip laman American Heart Association.

Namun, Cushman menilai penilaian ini masih terbatas karena tidak melibatkan orang dengan golongan darah AB. Cushman juga mengkritisi tak adanya penjelasan sebab-akibat dari hubungan tersebut. Khususnya pada hasil yang menyatakan bahwa golongan darah O memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap hipertensi. Padahal, hipertensi diketahui meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

"Saya tidak menyarankan pasien dengan golongan darah O merasa tenang dengan temuan ini. Mereka tetap harus berhati-hati mencegah penyakit kardiovaskular," kata Cushman.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK