Vitamin E dikenal memberikan manfaat antioksidan yang untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan. Berikut seluk beluk vitamin E, manfaat, dan anjuran dosisnya. (Foto: iStockphoto/Aliseenko)
Dosis Vitamin E Harian
Kebutuhan dosis vitamin E harian dapat berbeda-beda pada setiap orang tergantung pada usia dan kondisi medis yang dimiliki.
Namun, rata-rata kebutuhan vitamin E pada orang dewasa sehat sekitar 15 miligram (22,4 IU) per hari. Kebutuhan harian vitamin E tersebut sebenarnya bisa terpenuhi dari konsumsi sayur, buah, daging, bahkan telur.
Sementara pada orang sakit bisa mengonsumsi vitamin E hingga dosis 200-400 miligram. Akan tetapi jumlah ini pun perlu dikonsultasikan pada dokter, mengingat terlalu banyak konsumsi vitamin E bisa menyebabkan pengenceran darah.
Kacang-kacangan termasuk kedelai merupakan sumber makanan kaya vitamin E (Foto: iStockphoto/Somrakjendee)
Banyak makanan yang menyediakan vitamin E, meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan sayuran hijau.
Makanan yang kaya vitamin E bisa didapat dari mengonsumsi kacang almond, selai kacang alami, biji bunga matahari, kedelai, bayam, brokoli, asparagus, kiwi, mangga, tomat, alpukat, labu kuning.
Kemudian ikan salmon, gurita, udang, cumi. Beberapa jenis sereal yang dijual di pasaran juga diperkaya vitamin E, namun Anda harus jeli membaca tabel nilai gizi pada kemasan produknya.
Gejala kekurangan vitamin E pada orang sehat lebih sering berkaitan dengan gangguan pencernaan dan masalah penyerapan lemak atau malabsorbsi.
Seperti yang diketahui, vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak sehingga membutuhkan lemak untuk diserap sistem pencernaan.
Efek lain kekurangan vitamin E juga mungkin saja menimbulkan gejala seperti kerusakan saraf dan otot, mati rasa pada lengan dan kaki, kehilangan kontrol gerakan tubuh, masalah pada penglihatan, serta melemahnya kekebalan tubuh.
Sementara efek samping kelebihan vitamin E biasanya akibat dari tingginya dosis suplemen yang dikonsumsi. Belum ada penelitian yang menemukan efek samping dari mengonsumsi vitamin E dari makanan.
Dosis vitamin E yang terlalu tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan atau pembekuan darah.
Gejala lain yang mungkin timbul dari konsumsi vitamin E berlebihan adalah mual, diare, kram perut, kelelahan, sakit kepala, penglihatan kabur, hingga ruam kulit.
Vitamin Emerupakan kelompok zat antioksidan yang disebut lebih kuat dari vitamin lainnya. Antioksidanpada vitamin E diyakini mampu melindungi sel-sel tubuh dari proses oksidasi atau kerusakan.
Kebutuhan asupan vitamin E yang cukup sangat penting bagi sistem metabolisme tubuh untuk dapat bekerja secara normal.
Apa itu vitamin E? Vitamin E adalah (Foto: iStockphoto/bit245)
Vitamin E atau yang dikenal dengan alfa-tokoferol adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh agar dapat menjalankan fungsinya. Tubuh tidak tidak dapat memproduksi vitamin E, karenanya perlu asupan dari sumber lain seperti makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan jamak ditemukan pada banyak makanan sehat.
Merujuk The Office of Dietary Supplements (ODS) National Institutes of Health sama seperti vitamin C, di dalam tubuh vitamin E bertindak sebagai antioksidan yang membantu sel-sel tubuh terlindung dari kerusakan akibat radikal bebas.
Radikal bebas merupakan senyawa yang terbentuk saat tubuh mengubah makanan menjadi energi. Tubuh juga rentan terpapar radikal bebas dari faktor lingkungan, misalnya asap rokok, polusi, dan sinar ultraviolet matahari.
Vitamin E diperlukan tubuh untuk membantu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu vitamin E berinteraksi dengan nutrisi lain di dalam tubuh dan menjalankan berbagai fungsi kesehatan penting.
Manfaat dan fungsi vitamin E bagi kesehatan tubuh (Foto: Istockphoto/Lacheev)
Studi menunjukkan terdapat sejumlah manfaat dan fungsi vitamin E bagi tubuh antara lain sebagai berikut.
Sumber antioksidan
Vitamin E kaya akan antioksidan yang dapat melindungi sel-sel jaringan tubuh dari kerusakan. Vitamin E larut dalam lemak tubuh artinya tubuh mampu menyimpan dan menggunakannya sesuai kebutuhan.
Memperpanjang umur sel tubuh
Vitamin E bekerja dengan menangkal proses oksidasi dan penuaan pada sel tubuh dari radikal bebas.
Radikal bebas menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur sel pada tubuh. Molekul yang rusak akibat radikal bebas berkontribusi pada penyakit jantung dan kanker.
Mencegah kerusakan kulit
Sinar UV dan paparan sinar matahari mengurangi kadar vitamin E di kulit. Kadar vitamin E juga menurun seiring bertambahnya usia.
Antioksidan dalam vitamin E bertugas memperbaiki fungsi sel dan kesehatan kulit dengan melawan radikal bebas yang disebabkan oleh lingkungan, khususnya sinar UV pada kulit.
Mencegah katarak
Degenerasi makula karena usia dan katarak salah satu penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada orang tua.
Salah satu penyebabnya adalah terjadinya oksidatif sel, dengan demikian fungsi antioksidan pada vitamin E dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati kondisi ini, mengutip Healthline.
Mencegah penyakit jantung
Sejumlah studi menghubungkan asupan suplemen vitamin E pada orang lanjut usia kemungkinan lebih rendah terkena penyakit jantung koroner. Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai keterkaitan vitamin E dengan penyakit kardiovaskular.
Mencegah kanker
Penelitian melihat ada potensi dalam senyawa vitamin E sebagai agen antikanker. Namun penelitian lanjutan masih dilakukan untuk mengetahui efektivitas vitamin E untuk mencegah pertumbuhan kanker.
Memperlambat Alzheimer
Vitamin E disebut dapat menjadi terapi potensial untuk penyakit Alzheimer, merujuk NCBI. Vitamin E dapat memperlambat proses neurodegeneratif.
Selain itu, vitamin E mengandung antioksidan kuat dan sifat anti-inflamasi yang dapat memberikan manfaat untuk pengobatan terhadap Alzheimer.
Dosis Vitamin dan Sumber Vitamin E
Ilustrasi vitamin E (Foto: Pixabay/stevepb)
Dosis Vitamin E Harian
Kebutuhan dosis vitamin E harian dapat berbeda-beda pada setiap orang tergantung pada usia dan kondisi medis yang dimiliki.
Namun, rata-rata kebutuhan vitamin E pada orang dewasa sehat sekitar 15 miligram (22,4 IU) per hari. Kebutuhan harian vitamin E tersebut sebenarnya bisa terpenuhi dari konsumsi sayur, buah, daging, bahkan telur.
Sementara pada orang sakit bisa mengonsumsi vitamin E hingga dosis 200-400 miligram. Akan tetapi jumlah ini pun perlu dikonsultasikan pada dokter, mengingat terlalu banyak konsumsi vitamin E bisa menyebabkan pengenceran darah.
Kacang-kacangan termasuk kedelai merupakan sumber makanan kaya vitamin E (Foto: iStockphoto/Somrakjendee)
Banyak makanan yang menyediakan vitamin E, meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan sayuran hijau.
Makanan yang kaya vitamin E bisa didapat dari mengonsumsi kacang almond, selai kacang alami, biji bunga matahari, kedelai, bayam, brokoli, asparagus, kiwi, mangga, tomat, alpukat, labu kuning.
Kemudian ikan salmon, gurita, udang, cumi. Beberapa jenis sereal yang dijual di pasaran juga diperkaya vitamin E, namun Anda harus jeli membaca tabel nilai gizi pada kemasan produknya.
Gejala kekurangan vitamin E pada orang sehat lebih sering berkaitan dengan gangguan pencernaan dan masalah penyerapan lemak atau malabsorbsi.
Seperti yang diketahui, vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak sehingga membutuhkan lemak untuk diserap sistem pencernaan.
Efek lain kekurangan vitamin E juga mungkin saja menimbulkan gejala seperti kerusakan saraf dan otot, mati rasa pada lengan dan kaki, kehilangan kontrol gerakan tubuh, masalah pada penglihatan, serta melemahnya kekebalan tubuh.
Sementara efek samping kelebihan vitamin E biasanya akibat dari tingginya dosis suplemen yang dikonsumsi. Belum ada penelitian yang menemukan efek samping dari mengonsumsi vitamin E dari makanan.
Dosis vitamin E yang terlalu tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan perdarahan atau pembekuan darah.
Gejala lain yang mungkin timbul dari konsumsi vitamin E berlebihan adalah mual, diare, kram perut, kelelahan, sakit kepala, penglihatan kabur, hingga ruam kulit.