Toko Gelato di Wina yang Bikin Warga Antre 130 Tahun

tim, CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 05:02 WIB
Sudah 130 tahun lamanya penduduk Austria 'mengantre' untuk bisa mencicip Molin-Pradel, salah satu dinasti gelato tertua di Wina. Sudah 130 tahun lamanya penduduk Austria 'mengantre' untuk bisa mencicip Molin-Pradel, salah satu dinasti gelato tertua di Wina. (AFP/JOE KLAMAR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sudah 130 tahun lamanya penduduk Austria rela 'mengantre' untuk bisa mencicip segarnya gelato Italia dari keluarga Molin-Pradel, salah satu dinasti gelato tertua di Wina.

"Dia membantu mendemokratisasi es krim, yang sebelumnya disediakan untuk orang kaya," kata Silvio Molin-Pradel tentang kakek buyutnya Arcangelo, yang mulai menjualnya dari kereta dorong di Wina pada tahun 1886, dikutip dari AFP.

Es krim ini dimulai dari seorang pengusaha seperti Arcangelo Molin-Pradel, yang lahir dalam kemiskinan di Pegunungan Alpen Dolomit Italia utara, adalah orang-orang pertama yang mendapat manfaat dari makanan manis orang Wina.


Mahalnya gula, susu, dan pendingin -- bertahun-tahun sebelum pembekuan listrik ditemukan membuatnya berpikir ulang. Tetapi dia yang cerdik memproduksi es krim berdasarkan air dan ekstrak buah.

Lebih dari satu abad kemudian, konsumsi es krim di antara orang Austria lebih tinggi daripada di negara aslinya, Italia.

Perjalanan es krim

Ada sejarahnya mengapa es krim Italia bisa laris manis di Wina. Wina menjadi salah satu tujuan pertama pembuat es krim di luar Italia, kata Maren Moehring, seorang profesor sejarah di Universitas Leipzig di Jerman.

Keluarga Molin-Pradel, seperti keluarga lainnya, sangat miskin sehingga mereka harus bermigrasi untuk pekerjaan musiman adalah bagian dari kehidupan -- baik untuk bekerja sebagai pelaut, penebang kayu, atau pembuat es krim.

'Barang beku' seperti yang disebut beberapa orang Austria saat itu langsung jadi populer di kalangan warga Wina. Namun perjalanan es krim menjadi makanan populer ini tidak semulus helaiannya.

"Ini memicu kemarahan pembuat roti Austria, yang menganggap mereka sebagai "kompetisi berbahaya," kata Moehring.

Pada tahun 1894, pembuat es krim mendapat hak untuk membuka toko di Wina daripada hanya menjual es krim dari gerobak.

"Orang Wina sudah terbiasa dengan manisan... jadi tidak sulit untuk menyajikan produk dingin ini," Molin-Pradel, yang merahasiakan resepnya, mengatakan kepada AFP saat dia berdiri di belakang salonnya di Schwedenplatz.

Di alun-alun pusat dengan deretan pepohonan di jantung kota Wina, keluarga ini masih memproduksi es krim artisanal.

Setiap hari di musim panas, sekitar 5.000 pelanggan memesan dari lusinan rasa, mulai dari yang tradisional seperti cokelat dan vanila hingga alpukat, lavender, dan rami.

"Setiap orang Wina akan memberi tahu Anda bahwa pembuat es krim Italia 'mereka' lebih baik," kata Molin-Pradel.

"Warnanya harus pastel. Ini jaminan kualitas," katanya, seraya menambahkan bahwa bisnisnya telah berkembang, termasuk menjual es krimnya melalui beberapa supermarket Wina.

Dari satu generasi ke generasi berikutnya, keterampilan dan pengetahuan pembuat gelato diturunkan, "yang menjelaskan kesuksesan mereka", kata Moehring.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK