5 Fakta Tanaman Porang, Disebut Jokowi Punya Potensi Ekonomi
CNN Indonesia
Jumat, 20 Agu 2021 08:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tanaman porang menjadi perbincangan setelah Presiden Jokowi melihat potensi ekonomi dari komoditas porang. Berikut fakta tanaman porang. (iStockphoto/noegrr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanaman porang belakangan menjadi perbincangan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat potensi ekonomi dari komoditas porang. Berikut fakta tanaman porang.
Jokowi bahkan meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk serius mengembangkan komoditas tersebut karena diprediksi akan menjadi makanan sehat masa depan.
"Tadi saya sudah sampaikan ke Mentan untuk betul-betul kita seriusi komoditas baru ini, porang," ujarnya saat meninjau fasilitas pabrik pengolahan porang di Madiun yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu tanaman porang?
Porang pada dasarnya termasuk jenis umbi-umbian dalam spesies Amorphophallus muelleri blume. Porang banyak tersebar di Pulau Jawa, karena kontur tanah dan iklim di wilayah Jawa paling cocok untuk pertumbuhannya.
Berikut lima fakta tanaman porang, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Bahan baku industri hingga makanan
Buah porang bisa diolah menjadi lem ramah lingkungan, bahan campuran untuk industri kertas, perekat, cat, kain katun, wol, pengkilap kain alami, pembersih air, bahan obat, hingga isolator listrik.
Buahnya juga bisa jadi bahan makanan jepang seperti mi shirataki, konjac atau konyaku. Porang juga bisa jadi bahan pengental es krim.
2. Manfaat kesehatan
Selain berguna sebagai bahan baku industri, tanaman porang juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Berikut manfaat kesehatan tanaman porang.
- Menurunkan kolesterol Manfaat ini bisa Anda peroleh dari konsumsi porang. Komponen glukomanan bisa mengurangi kolesterol dan memberikan rasa kenyang lebih lama daripada sumber pangan lain.
- Baik untuk diet Sebagaimana dilansir Tanobat, tiap 100 gram porang hanya mengandung 3 kalori. Konsumsi porang tidak akan merusak program penurunan berat badan.
- Aman untuk penderita diabetes Porang biasanya diolah menjadi tepung rendah kalori dan aman dikonsumsi baik saat diet atau buat penderita diabetes karena rendah indeks glikemik.
- Baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Porang kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Masalah pencernaan pun bisa dicegah semisal konstipasi hingga kanker usus besar.
3. Harga jual porang
Kementerian Pertanian dalam laman resminya mengatakan, tanaman ini memiliki peluang besar untuk diekspor. Hal itu menjadi nilai strategis bagi tanaman ini.
Catatan Badan Karantina Pertanian menyebut, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lainnya.
Belum banyak petani porang saat ini. Umbi porang masih banyak berasal dari hutan dan tidak dibudidayakan. Beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini ada di beberapa daerah seperti Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, Maros, Tapanuli, dan Padangsidimpuan.
Balai Besar Karantina Belawan mencatat, ekspor porang asal Provinsi Sumatera Utara(Sumut) sepanjang 2020 mencapai 861 ton dengan nilai Rp19,1 miliar. Tanaman sejenis umbi-umbian ini diekspor ke China, Thailand, Vietnam dan Jepang.
Harga porang bisa mencapai Rp2.500 untuk satu umbi dengan berat 4 kilogram. Untuk luas 1 hektare bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, sehingga bisa menghasilkan 24 ton/hektare.
Simak fakta tanaman porang lainnya di halaman berikut.
Berikut fakta tanaman porang lainnya.
4. Cara menanam tanaman porang
Sebelum menanam, ada 3 hal yang harus Anda perhatikan. Pertama, perhatikan tanah tempat Anda akan menanam porang.
Tanah haruslah gembur, tidak terlalu basah, dan memiliki keasaman tanah 6-7. Struktur tanah merupakan campuran tanah liat berpasir serta terbebas dari gulma.
Anda juga harus memperhatikan iklim yang cocok untuk menanam porang. Idealnya, porang ditanam di dataran tinggi 100-600 mdpl, dengan cahaya matahari yang cukup.
Kemudian perhatikan lingkungan di sekitar lokasi tanam. Porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh sebagai inang. Beberapa jenis tanaman yang baik menaungi porang diantaranya pisang, jahe, pinang, mahoni, jati, dan sonokeling.
Setelah mengetahui syarat tersebut, berikut tahapan menanam porang:
Sebelum menanam, siapkan lahan bertanam porang terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah mempersiapkan lahan tanam untuk porang:
- Siapkan ajir atau batang bambu untuk menegakkan tanaman - Buat jarak antar ajir 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak - Setelahnya buat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Namun Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran bibit yang dipakai - Masukkan bibit porong ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap atas - Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm
Sebagai catatan, apabila menggunakan biji jenis bintil (katak), maka mata tunas jangan dibalik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan pastikan menutup lubang dengan rata.
Jika menggunakan bibit umbi, Anda tidak perlu terlalu memedulikan peletakan bakal tunas menghadap atas atau bawah.
Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan menggunakan pupuk bokashi yang dicampur dengan top soil sebanyak setengah kilo per lubang. Sedangkan untuk bibit katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.
Simak cara menanam tanaman porang secara lengkap di sini.
5. Sering disamakan dengan tanaman Suweg
Fakta tanaman porang berikutnya yakni tanaman ini sering disamakan dengan tanaman suweg. Meskipun masih satu genus, nama ilmiah umbi suweg adalah amorphophallus paeoniifolius.
Kalau umbi porang tidak bertunas, maka suweg memiliki tunas kecil dipermukaan luar dan berukuran besar. Inilah yang menjadi bukti konkret perbedaan porang dan suweg secara kasar.
Tanaman umbi suweg akan jauh lebih subur ketika di musim hujan. Sementara pada musim kemarau, daunnya akan mati namun tunasnya bisa kembali tumbuh ketika penghujan tiba.
Setelah mengetahui lima fakta tanaman porang. Simak perbedaan tanaman porang dan suweg secara lengkap di sini.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanaman porang belakangan menjadi perbincangan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat potensi ekonomi dari komoditas porang. Berikut fakta tanaman porang.
Jokowi bahkan meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk serius mengembangkan komoditas tersebut karena diprediksi akan menjadi makanan sehat masa depan.
"Tadi saya sudah sampaikan ke Mentan untuk betul-betul kita seriusi komoditas baru ini, porang," ujarnya saat meninjau fasilitas pabrik pengolahan porang di Madiun yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu tanaman porang?
Porang pada dasarnya termasuk jenis umbi-umbian dalam spesies Amorphophallus muelleri blume. Porang banyak tersebar di Pulau Jawa, karena kontur tanah dan iklim di wilayah Jawa paling cocok untuk pertumbuhannya.
Berikut lima fakta tanaman porang, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Bahan baku industri hingga makanan
Buah porang bisa diolah menjadi lem ramah lingkungan, bahan campuran untuk industri kertas, perekat, cat, kain katun, wol, pengkilap kain alami, pembersih air, bahan obat, hingga isolator listrik.
Buahnya juga bisa jadi bahan makanan jepang seperti mi shirataki, konjac atau konyaku. Porang juga bisa jadi bahan pengental es krim.
2. Manfaat kesehatan
Selain berguna sebagai bahan baku industri, tanaman porang juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Berikut manfaat kesehatan tanaman porang.
- Menurunkan kolesterol Manfaat ini bisa Anda peroleh dari konsumsi porang. Komponen glukomanan bisa mengurangi kolesterol dan memberikan rasa kenyang lebih lama daripada sumber pangan lain.
- Baik untuk diet Sebagaimana dilansir Tanobat, tiap 100 gram porang hanya mengandung 3 kalori. Konsumsi porang tidak akan merusak program penurunan berat badan.
- Aman untuk penderita diabetes Porang biasanya diolah menjadi tepung rendah kalori dan aman dikonsumsi baik saat diet atau buat penderita diabetes karena rendah indeks glikemik.
- Baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Porang kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Masalah pencernaan pun bisa dicegah semisal konstipasi hingga kanker usus besar.
3. Harga jual porang
Kementerian Pertanian dalam laman resminya mengatakan, tanaman ini memiliki peluang besar untuk diekspor. Hal itu menjadi nilai strategis bagi tanaman ini.
Catatan Badan Karantina Pertanian menyebut, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lainnya.
Belum banyak petani porang saat ini. Umbi porang masih banyak berasal dari hutan dan tidak dibudidayakan. Beberapa sentra pengolahan tepung porang saat ini ada di beberapa daerah seperti Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, Maros, Tapanuli, dan Padangsidimpuan.
Balai Besar Karantina Belawan mencatat, ekspor porang asal Provinsi Sumatera Utara(Sumut) sepanjang 2020 mencapai 861 ton dengan nilai Rp19,1 miliar. Tanaman sejenis umbi-umbian ini diekspor ke China, Thailand, Vietnam dan Jepang.
Harga porang bisa mencapai Rp2.500 untuk satu umbi dengan berat 4 kilogram. Untuk luas 1 hektare bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, sehingga bisa menghasilkan 24 ton/hektare.
Simak fakta tanaman porang lainnya di halaman berikut.
Cara menanam tanaman porang
Tanaman porang menjadi perbincangan setelah Presiden Jokowi melihat potensi ekonomi dari komoditas porang. Berikut fakta tanaman porang. (iStockphoto/tang90246)
Berikut fakta tanaman porang lainnya.
4. Cara menanam tanaman porang
Sebelum menanam, ada 3 hal yang harus Anda perhatikan. Pertama, perhatikan tanah tempat Anda akan menanam porang.
Tanah haruslah gembur, tidak terlalu basah, dan memiliki keasaman tanah 6-7. Struktur tanah merupakan campuran tanah liat berpasir serta terbebas dari gulma.
Anda juga harus memperhatikan iklim yang cocok untuk menanam porang. Idealnya, porang ditanam di dataran tinggi 100-600 mdpl, dengan cahaya matahari yang cukup.
Kemudian perhatikan lingkungan di sekitar lokasi tanam. Porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh sebagai inang. Beberapa jenis tanaman yang baik menaungi porang diantaranya pisang, jahe, pinang, mahoni, jati, dan sonokeling.
Setelah mengetahui syarat tersebut, berikut tahapan menanam porang:
Sebelum menanam, siapkan lahan bertanam porang terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah mempersiapkan lahan tanam untuk porang:
- Siapkan ajir atau batang bambu untuk menegakkan tanaman - Buat jarak antar ajir 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak - Setelahnya buat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Namun Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran bibit yang dipakai - Masukkan bibit porong ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap atas - Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm
Sebagai catatan, apabila menggunakan biji jenis bintil (katak), maka mata tunas jangan dibalik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan pastikan menutup lubang dengan rata.
Jika menggunakan bibit umbi, Anda tidak perlu terlalu memedulikan peletakan bakal tunas menghadap atas atau bawah.
Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan menggunakan pupuk bokashi yang dicampur dengan top soil sebanyak setengah kilo per lubang. Sedangkan untuk bibit katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.
Simak cara menanam tanaman porang secara lengkap di sini.
5. Sering disamakan dengan tanaman Suweg
Fakta tanaman porang berikutnya yakni tanaman ini sering disamakan dengan tanaman suweg. Meskipun masih satu genus, nama ilmiah umbi suweg adalah amorphophallus paeoniifolius.
Kalau umbi porang tidak bertunas, maka suweg memiliki tunas kecil dipermukaan luar dan berukuran besar. Inilah yang menjadi bukti konkret perbedaan porang dan suweg secara kasar.
Tanaman umbi suweg akan jauh lebih subur ketika di musim hujan. Sementara pada musim kemarau, daunnya akan mati namun tunasnya bisa kembali tumbuh ketika penghujan tiba.
Setelah mengetahui lima fakta tanaman porang. Simak perbedaan tanaman porang dan suweg secara lengkap di sini.