Dulu Dilupakan, Kini Turis Domestik Kembali ke Blackpool
CNN Indonesia
Senin, 13 Sep 2021 17:23 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Orang-orang berjalan di pantai saat matahari terbenam di belakang Dermaga Blackpool, Inggris, pada 4 September 2021. (AFP/PAUL ELLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Anak-anak yang memegang lightstick memekik kegirangan saat pesta kembang api dari menara Victoria setinggi 158 meter digelar di festival cahaya di Blackpool, Inggris.
Penyelenggaraan festival cahaya tahun ini diperpanjang karena antusiasme wisatawan domestik yang membantu menggairahkan kembali industri pariwisata setempat selama pandemi virus corona.
Tes Covid-19 yang mahal, sertifikasi vaksin, karantina, dan sistem pembatasan perjalanan internasional yang selalu berubah di Inggris telah membuat perjalanan ke luar negeri kurang menarik dan bahkan tidak dapat diakses oleh wisatawan Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi pencabutan pembatasan perjalanan domestik memberikan keuntungan bagi resor tepi laut yang pernah menjadi tujuan favorit warga Inggris sebelum munculnya paket liburan murah ke luar negeri ke destinasi yang beriklim hangat.
Blackpool, dekat Laut Irlandia dan di utara Liverpool dan Manchester, ialah kawasan resor tepi laut Inggris yang klasik.
Setelah kedatangan kereta api, Blackpool menjadi destinasi wisata utama Inggris pada abad ke-19 dan ke-20 bagi penduduk kota untuk menikmati udara laut yang segar dan hiburan murah meriah.
Tetapi perjalanan udara dan liburan yang terjangkau dari tahun 1960-an memikat warga Inggris ke luar negeri sehingga menenggelamkan pesona Blackpool. Pada tahun 2008, terjadi penurunan jumlah tempat penginapan
Dulu identik dengan destinasi meriah, Blackpool lalu berubah menjadi destinasi senyap.
Sebuah studi pemerintah Inggris tahun 2019 menemukan bahwa Blackpool memiliki delapan dari 10 lingkungan paling miskin di Inggris.
Dan pandemi virus corona benar-benar menghantam Blackpool yang punya sejarah "ketergantungan" pada pariwisata dan perhotelan.
Tapi saat ini Blackpool dan kota-kota tepi laut lainnya di Inggris telah melihat melonjaknya jumlah wisatawan domestik selama perjalanan internasional tidak dapat diprediksi.
Turis memadati kawasan pejalan kaki pada festival cahaya pada awal bulan ini, untuk menjelajahi menara, dermaga, taman hiburan, pantai, arena hiburan, dan toko-toko yang menjual ikan dan keripik, es krim, dan suguhan manis lokal Blackpool rock.
Owen Wells (23), memilih Blackpool daripada resor Magaluf di Spanyol untuk menggelar pesta bujangnya.
"Dengan Covid, rasanya canggung. Banyak teman saya yang belum divaksinasi. Di situlah kami bisa pergi ke mana kami tidak harus mengisolasi selama dua minggu," katanya kepada AFP.
Administrator Michelle Potter (55) mengatakan dia adalah wisatawan yang sering ke Spanyol, Turki dan Siprus, tetapi tahun ini memilih untuk membawa putrinya yang berusia sembilan tahun ke Blackpool.
"Saya malas diganggu dengan kerumitan pergi ke luar negeri. Inggris juga sama baiknya," tambahnya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Kembali ke peta
Survei oleh dewan pariwisata Inggris telah menunjukkan bahwa wisatawan domestik lebih memilih kota-kota pesisir di dalam negeri musim panas ini.
Perusahaan kereta api telah mencatat permintaan yang naik untuk tujuan klasik lainnya, seperti Brighton dan Bournemouth di selatan, dan Scarborough di utara.
Pemilik restoran Blackpool, Alex Lonorgan (37) telah menikmati dua musim panas yang sibuk berturut-turut sejak pandemi pada Maret 2020.
"Sungguh menakjubkan bahwa begitu banyak keluarga yang memilih Blackpool untuk liburan. Blackpool kembali di peta," katanya.
Lockdown juga sulit bagi Alfie Hayden yang berusia 18 tahun, seorang penjual donat dan permen.
Tokonya harus tutup beberapa kali, tetapi saat ini masa depan tampak lebih cerah, bahkan meski perdagangan belum mencapai tingkat pra-pandemi.
"Kami kehilangan banyak penjualan dan itu tidak terlalu bagus. Begitulah adanya," katanya.
"Ini adalah tempat terbaik untuk liburan singkat dan wisatawan domestik banyak meningkatkan penjualan kami."
Besar harapan
Pemimpin Dewan Blackpool, Lynn Williams, mengatakan pekerjaan regenerasi baru-baru ini bertujuan untuk menarik investasi swasta dan mempertahankan wisatawan Inggris yang biasanya akan berlibur ke luar negeri.
Blackpool "telah berubah dari sejak wisatawan yang datang semasa mereka kecil dan kini telah beranjak dewasa. Tapi keramahan di sini tidak berubah," tambahnya.
Vaksin dapat menjinakkan pandemi di seluruh Eropa dan Amerika Utara dan memfasilitasi perjalanan internasional lagi, yang berarti kebangkitan pantai Inggris hanya sekejap.
Tapi Williams percaya kebangkitan Blackpool akan berkelanjutan, karena warga Inggris menemukan kembali atraksi yang lebih dekat ke rumah.
"Tiga dermaga dan menara - tidak ada kawasan lain yang memilikinya. Melihat menara menyala dengan segala kemegahannya adalah pemandangan yang indah," katanya.
Lonorgan menambahkan: "Banyak orang datang secara religius ke Blackpool setiap tahun -- kelompok itu telah berkembang. Momen ini seharusnya memiliki efek lanjutan".
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.
Anak-anak yang memegang lightstick memekik kegirangan saat pesta kembang api dari menara Victoria setinggi 158 meter digelar di festival cahaya di Blackpool, Inggris.
Penyelenggaraan festival cahaya tahun ini diperpanjang karena antusiasme wisatawan domestik yang membantu menggairahkan kembali industri pariwisata setempat selama pandemi virus corona.
Tes Covid-19 yang mahal, sertifikasi vaksin, karantina, dan sistem pembatasan perjalanan internasional yang selalu berubah di Inggris telah membuat perjalanan ke luar negeri kurang menarik dan bahkan tidak dapat diakses oleh wisatawan Inggris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi pencabutan pembatasan perjalanan domestik memberikan keuntungan bagi resor tepi laut yang pernah menjadi tujuan favorit warga Inggris sebelum munculnya paket liburan murah ke luar negeri ke destinasi yang beriklim hangat.
Blackpool, dekat Laut Irlandia dan di utara Liverpool dan Manchester, ialah kawasan resor tepi laut Inggris yang klasik.
Setelah kedatangan kereta api, Blackpool menjadi destinasi wisata utama Inggris pada abad ke-19 dan ke-20 bagi penduduk kota untuk menikmati udara laut yang segar dan hiburan murah meriah.
Tetapi perjalanan udara dan liburan yang terjangkau dari tahun 1960-an memikat warga Inggris ke luar negeri sehingga menenggelamkan pesona Blackpool. Pada tahun 2008, terjadi penurunan jumlah tempat penginapan
Dulu identik dengan destinasi meriah, Blackpool lalu berubah menjadi destinasi senyap.
Sebuah studi pemerintah Inggris tahun 2019 menemukan bahwa Blackpool memiliki delapan dari 10 lingkungan paling miskin di Inggris.
Dan pandemi virus corona benar-benar menghantam Blackpool yang punya sejarah "ketergantungan" pada pariwisata dan perhotelan.
Tapi saat ini Blackpool dan kota-kota tepi laut lainnya di Inggris telah melihat melonjaknya jumlah wisatawan domestik selama perjalanan internasional tidak dapat diprediksi.
Turis memadati kawasan pejalan kaki pada festival cahaya pada awal bulan ini, untuk menjelajahi menara, dermaga, taman hiburan, pantai, arena hiburan, dan toko-toko yang menjual ikan dan keripik, es krim, dan suguhan manis lokal Blackpool rock.
Owen Wells (23), memilih Blackpool daripada resor Magaluf di Spanyol untuk menggelar pesta bujangnya.
"Dengan Covid, rasanya canggung. Banyak teman saya yang belum divaksinasi. Di situlah kami bisa pergi ke mana kami tidak harus mengisolasi selama dua minggu," katanya kepada AFP.
Administrator Michelle Potter (55) mengatakan dia adalah wisatawan yang sering ke Spanyol, Turki dan Siprus, tetapi tahun ini memilih untuk membawa putrinya yang berusia sembilan tahun ke Blackpool.
"Saya malas diganggu dengan kerumitan pergi ke luar negeri. Inggris juga sama baiknya," tambahnya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Dulu Dilupakan, Kini Turis Domestik Kembali ke Blackpool
Orang-orang berjalan di pantai saat matahari terbenam di belakang Dermaga Blackpool, Inggris, pada 4 September 2021. (AFP/PAUL ELLIS)
Kembali ke peta
Survei oleh dewan pariwisata Inggris telah menunjukkan bahwa wisatawan domestik lebih memilih kota-kota pesisir di dalam negeri musim panas ini.
Perusahaan kereta api telah mencatat permintaan yang naik untuk tujuan klasik lainnya, seperti Brighton dan Bournemouth di selatan, dan Scarborough di utara.
Pemilik restoran Blackpool, Alex Lonorgan (37) telah menikmati dua musim panas yang sibuk berturut-turut sejak pandemi pada Maret 2020.
"Sungguh menakjubkan bahwa begitu banyak keluarga yang memilih Blackpool untuk liburan. Blackpool kembali di peta," katanya.
Lockdown juga sulit bagi Alfie Hayden yang berusia 18 tahun, seorang penjual donat dan permen.
Tokonya harus tutup beberapa kali, tetapi saat ini masa depan tampak lebih cerah, bahkan meski perdagangan belum mencapai tingkat pra-pandemi.
"Kami kehilangan banyak penjualan dan itu tidak terlalu bagus. Begitulah adanya," katanya.
"Ini adalah tempat terbaik untuk liburan singkat dan wisatawan domestik banyak meningkatkan penjualan kami."
Besar harapan
Pemimpin Dewan Blackpool, Lynn Williams, mengatakan pekerjaan regenerasi baru-baru ini bertujuan untuk menarik investasi swasta dan mempertahankan wisatawan Inggris yang biasanya akan berlibur ke luar negeri.
Blackpool "telah berubah dari sejak wisatawan yang datang semasa mereka kecil dan kini telah beranjak dewasa. Tapi keramahan di sini tidak berubah," tambahnya.
Vaksin dapat menjinakkan pandemi di seluruh Eropa dan Amerika Utara dan memfasilitasi perjalanan internasional lagi, yang berarti kebangkitan pantai Inggris hanya sekejap.
Tapi Williams percaya kebangkitan Blackpool akan berkelanjutan, karena warga Inggris menemukan kembali atraksi yang lebih dekat ke rumah.
"Tiga dermaga dan menara - tidak ada kawasan lain yang memilikinya. Melihat menara menyala dengan segala kemegahannya adalah pemandangan yang indah," katanya.
Lonorgan menambahkan: "Banyak orang datang secara religius ke Blackpool setiap tahun -- kelompok itu telah berkembang. Momen ini seharusnya memiliki efek lanjutan".
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.