Penyakit Aneh Efek Penggunaan Ganja Meningkat di AS

CNN Indonesia | Sabtu, 18/09/2021 11:53 WIB
Dokter di AS semakin banyak menerima pasien pengguna ganja yang mengeluhkan muntah-muntah dan sakit perut parah. Dokter di AS semakin banyak menerima pasien pengguna ganja yang mengeluhkan muntah-muntah dan sakit perut parah. (Foto: iStockphoto/yacobchuk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyakit yang tidak biasa dilaporkan semakin banyak dialami para pengguna ganja, termasuk pada remaja, di Amerika Serikat.

Keluhan penyakit aneh itu meningkat terutama pada tiga negara bagian AS yang memang melegalkan penggunaan ganja.

Dokter spesialis pengobatan darurat pediatri dan ahli toksikologi, Sam Wang, mengatakan ia semakin banyak menerima pasien pengguna ganja di ruang gawat darurat dengan keluhan gangguan usus parah dengan gejala sakit perut parah, mual, dan muntah.


"Mereka muntah dan kemudian terus memuntahkan apapun yang ada di perut mereka, yang bisa berlangsung selama berjam-jam. Mereka sering berkata sempat mandi dengan air panas tetapi tidak membantu," ujar Wang seperti dikutip dari CNN.

Dari gejala itu, Wang menyimpulkan para pasien tersebut mengalami cannabis hyperemesis syndrome (CHS) atau sindrom hiperemesis ganja.

Tanaman ganja mengandung senyawa psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC) yang memiliki akses ke reseptor rasa sakit tubuh. Ganja memang populer sebagai pembunuh rasa sakit.

Sementara itu, satu teori menyebut sensasi panas ekstrem akan mengganggu siklus rasa sakit dan mengurangi gejala.

Akan tetapi reputasi ganja sebagai pembunuh rasa sakit malah kini menjadi pemicu rasa sakit tersebut.

Wang menuturkan ada banyak kemungkinan tetapi ia menduga ini berkaitan dengan dosis. Profesor pediatri di University of Colorado Anschutz Medical Campus itu mengatakan ada potensi jika produk ganja yang beredar di pasaran memiliki dosis THC yang tinggi.

"Di tahun 90-an rata-rata kadarnya 4 persen atau 5 persen. Sekarang di Colorado, berkisar antara 15 persen hingga 20 persen," kata Wang.

Mengenal Sindrom CHS

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK