Kabul Zoo, Kebun Binatang Paling Merana dan Terhoror di Dunia
CNN Indonesia
Kamis, 23 Sep 2021 11:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tentara Taliban terlihat patroli sembari piknik di Kebun Binatang Kabul, Afghanistan, pada Jumat (17/09/2021). (AFP/BULENT KILIC)
"Taliban tidak benar-benar memperhatikan kelangsungan hidup satwa di Kebun Binatang Kabul. Mereka hanya bermain-main di sana, saat musim dingin mereka terkadang melempari hewan dengan bola salju. Ini adalah kebun binatang terhoror di dunia," tulis koresponden London Times Stephen Grey pada 1998.
Seekor gajah bernama Hathi yang berusia 25 tahun, tewas ketika sebuah roket menghantam kebun binatang.
Belum lagi kisah Singa Marjan yang terpaksa buta akibat dilempar granat oleh tentara Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hewan eksotis seperti jenis burung langka, diselundupkan dan dijual di pasar gelap.
Taliban, yang mengambilalih Kabul pada tahun 1996, awalnya mengira kebun binatang itu tidak sesuai dengan versi Islam mereka, tetapi tetap membukanya setelah penjaga kebun binatang Sheraq Omar mengkonfirmasi melalui penelitian di Universitas Kabul bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri memelihara hewan peliharaan.
Aka Akbar, penjaga kebun binatang berusia 60 tahun, terkadang nekat datang ke sana untuk diam-diam merawat faunanya. Namun tak lama aksinya diketahui Taliban lalu ia dibunuh.
Kondisi Afghanistan sedikit membaik pada tahun 2002. Tahun 2010, Kebun Binatang Kabul direnovasi.
Fauna ditambahkan, berikut satu-satunya babi di Afghanistan diajak bermukim di sini. Setiap akhir pekan, tercatat ada 10 ribu pengunjung yang datang.
Sayangnya, tahun ini satwa di Kebun Binatang Kabul harus kembali merana setelah Taliban mulai menguasai Afghanistan lagi.
Wajah-wajah ceria penduduk Afghanistan juga tak terlihat, berganti dengan kawanan tentara Taliban yang berpatroli sembari menggendong senjata api.
Tidak banyak tempat wisata publik di Afghanistan, meski negara ini memiliki banyak keindahan alam. Selain Kabul City Park (Taman Hiburan Kabul) dan Taman Babur, penduduk Afghanistan juga biasanya pelesir di Kabul Zoo (Kebun Binatang Kabul).
Saat akhir pekan atau hari libur nasional, seperti Idulfitri atau Iduladha, kebun binatang ini sudah pasti ramai pengunjung. Rombongan keluarga datang untuk piknik, dan anak-anak berlarian ke sana ke mari sembari penasaran menatap hewan-hewan di kandang.
Kabul Zoo dibuka di tepi Sungai Kabul sejak tahun 1967. Saat dibuka, kebun binatang ini memiliki lebih dari 500 fauna dan dikunjungi 150 ribu orang setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengelolaannya dilakukan atas kolaborasi Fakultas Sains Universitas Kabul serta ahli fauna dan pakar kebun binatang dari Jerman.
Pakar kebun binatang Jerman melatih para penjaga Kebun Binatang Kabul, mulai dari membangun kandang hingga cara memberi makan. Fokusnya saat itu ialah membuat satwa hidup dengan nyaman di tengah suhu udara Afghanistan yang lebih sering terik.
Bahkan ada kandang kolam untuk meniru danau unggas air yang terkenal di Afghanistan, Ab-e-Istada, di sana.
Fakultas Sains Universitas Kabul memiliki hubungan erat dengan Kebun Binatang Kabul dan sejumlah publikasi penelitian yang membuat bangga Afghanistan dihasilkan dari pengamatan di sana.
Kebun binatang Kabul hari ini
Kebun Binatang Kabul mengalami kerusakan yang signifikan selama perang saudara tahun 1990-an; akuarium rusak karena penembakan, sampai rusa dan kelinci dicuri untuk dimakan dagingnya.
Tak perlu lagi bertanya mengenai kondisi kesehatan mereka, karena banyak hewan yang terlihat kurus.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Kabul Zoo, Kebun Binatang Paling Merana dan Terhoror di Dunia
Suasana di Kebun Binatang Kabul, Afghanistan, pada tahun 2005. (AFP/SHAH MARAI)
"Taliban tidak benar-benar memperhatikan kelangsungan hidup satwa di Kebun Binatang Kabul. Mereka hanya bermain-main di sana, saat musim dingin mereka terkadang melempari hewan dengan bola salju. Ini adalah kebun binatang terhoror di dunia," tulis koresponden London Times Stephen Grey pada 1998.
Seekor gajah bernama Hathi yang berusia 25 tahun, tewas ketika sebuah roket menghantam kebun binatang.
Belum lagi kisah Singa Marjan yang terpaksa buta akibat dilempar granat oleh tentara Amerika Serikat.
Beberapa hewan eksotis seperti jenis burung langka, diselundupkan dan dijual di pasar gelap.
Taliban, yang mengambilalih Kabul pada tahun 1996, awalnya mengira kebun binatang itu tidak sesuai dengan versi Islam mereka, tetapi tetap membukanya setelah penjaga kebun binatang Sheraq Omar mengkonfirmasi melalui penelitian di Universitas Kabul bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri memelihara hewan peliharaan.
Aka Akbar, penjaga kebun binatang berusia 60 tahun, terkadang nekat datang ke sana untuk diam-diam merawat faunanya. Namun tak lama aksinya diketahui Taliban lalu ia dibunuh.
Kondisi Afghanistan sedikit membaik pada tahun 2002. Tahun 2010, Kebun Binatang Kabul direnovasi.
Fauna ditambahkan, berikut satu-satunya babi di Afghanistan diajak bermukim di sini. Setiap akhir pekan, tercatat ada 10 ribu pengunjung yang datang.
Sayangnya, tahun ini satwa di Kebun Binatang Kabul harus kembali merana setelah Taliban mulai menguasai Afghanistan lagi.
Wajah-wajah ceria penduduk Afghanistan juga tak terlihat, berganti dengan kawanan tentara Taliban yang berpatroli sembari menggendong senjata api.