Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi Covid-19 menyadarkan banyak orang betapa oksigen begitu pula paru-paru itu amat berharga. Namun sebenarnya tiap tahun orang diingatkan untuk senantiasa memberikan perhatian buat organ pernapasan satu ini lewat World Lung Day (Hari Paru Sedunia) pada 25 September.
Dalam momen ini pula organisasi paru sedunia termasuk Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) terus menyuarakan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru. Tahun ini perayaan mengambil tema 'Care for Your Lungs' atau rawat paru-paru Anda.
"Paru itu organ yang sangat sensitif, satu-satunya organ dalam yang berinteraksi dengan dunia luar secara langsung," ujar Agus Dwi Susanto, Ketua PDPI dalam konferensi pers Hari Paru Sedunia pada Jumat (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu disadari, saat ini penyakit paru dan pernapasan jadi salah satu masalah kesehatan global. Agus berkata ada 5 penyakit paru yang paling banyak menjadi penyebab kesakitan dan kematian di seluruh dunia yakni, kanker paru, tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan bawah akut (pneumonia), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan asma.
Kanker paru, sekitar 1,6 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat kanker paru. Sebenarnya kanker paru bisa dicegah dengan pengendalian konsumsi tembakau termasuk rokok.
TB, sekitar 10 juta orang menderita TB dan 1,8 juta di antaranya meninggal tiap tahun. Jika diagnosis dilakukan lebih awal dan pengobatan tepat, kebanyakan kasus bisa disembuhkan.
Pneumonia, ini banyak jadi penyebab kematian pada pasien usia sangat muda dan sangat tua. Ada sekitar 4 juta kematian akibat pneumonia tiap tahun. Penanggulangan penyakit infeksi, terutama pada anak, bisa dilakukan melalui vaksinasi.
Saat ini Covid-19 masih jadi penyakit infeksius yang menyita perhatian setelah sebelumnya terdapat severe acute respiratory syndrome (SARS), Middle East respiratory syndrome (MERS), influenza A (H1N1).
PPOK, saat ini PPOK merupakan penyebab kematian ketiga di seluruh dunia. Ada lebih dari 384 juta penderita PPOK dan 3 juta kematian tiap tahun. Gejalanya antara lain, sesak napas, batuk berulang, peningkatan produksi dahak, kelelahan, sering mengidap infeksi saluran napas, perlu waktu lebih lama untuk pemulihan dari infeksi saluran napas atau flu.
Bagaimana dengan kondisi di Indonesia?
Foto: iStockphoto/magicmine
Bagaimana dengan kondisi di Indonesia?
Dari data di 2015, dari 5 penyakit paru yang jadi masalah global, terdapat 4 penyakit paru yang jadi penyebab kesakitan dan kematian terbesar yakni kanker, TB, pneumonia dan PPOK.
Untuk PPOK, studi pada 2012 menunjukkan prevalensi PPOK 4,5 persen, sedangkan di Asia Pasifik 6,2 persen.
Agus mengingatkan masalah pada paru juga dipicu polusi udara. Diperkirakan sebanyak 2 miliar orang terpapar polusi asap. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan pedoman baru mengenai tingkat kualitas udara. Tentu ini juga merupakan upaya untuk menekan laju prevalensi masalah pernapasan.
Dampak polusi udara terhadap kesehatan tidak sekadar masalah di area pernapasan tetapi juga mengarah pada gangguan saraf, gangguan jantung dan pembuluh darah, iritasi mukosa mata dan hidung.
Oleh karenanya, perlu langkah nyata untuk merawat paru. Anda bisa mulai berhenti merokok baik rokok konvensional maupun elektrik, menghindari daerah polusi tinggi, aktivitas fisik untuk memperbaiki kapasitas paru, juga latihan pernapasan.
"Care for your lungs, jaga paru kita itu sehat. Paru sehat, maka tubuh akan sehat," imbuh Agus.
[Gambas:Photo CNN]