Denmark, Negara yang Paling Memanjakan Pesepeda di Dunia

CNN Indonesia
Sabtu, 16 Oct 2021 07:40 WIB
Bersepeda sudah diajarkan sejak anak-anak di Denmark berusia dua tahun. Jalur pesepeda juga dibuat aman, nyaman, serta terhubung dengan pusat transportasi umum. Jalur sepeda yang estetik di Taman Superkillen, Norrebro, Copenhagen, Denmark. (istockphoto/agrobacter)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wisatawan yang menggemari kegiatan bersepeda rasanya wajib memasukkan Denmark ke dalam daftar destinasi impian. Pasalnya, di negara ini hak asasi pesepeda amat dijunjung tinggi. Tak hanya pemandangannya yang indah, namun fasilitas gowesnya juga amat memanjakan.

Bersepeda menjadi transportasi utama banyak penduduk Denmark, baik saat musim panas, hujan, atau salju. Lanskap Denmark yang sebagian besar datar juga memudahkan para pegowes di sini.

Setiap harinya, rata-rata penduduk Denmark bersepeda sejauh 1,6 kilometer. Tiga kota yang warganya paling sering bersepeda ialah Copenhagen, Aarhus, dan Odense.


Mengutip data dari Cycling Solutions, dari 5,8 juta jiwa penghuninya, sebanyak 33 persen bersepeda untuk pergi ke kantor dan 11 persen bersepeda untuk pergi ke sekolah.

Sembilan dari 10 penduduk Denmark memiliki sepeda, namun hanya empat dari 10 penduduk Denmark yang memiliki mobil.

Penduduk Denmark mengendarai berbagai jenis sepeda, dari sepeda balap hingga sepeda kargo seperti kotak besar yang digunakan untuk mengangkut barang dan seringkali anak-anak.

Pada jam sibuk, jalur sepeda di Copenhagen bisa sepadat jalan kendaraan bermotor.

Sejarah bersepeda di Denmark

Sepeda pertama kali diperkenalkan di Denmark pada tahun 1880-an, dan selama tahun 1920-an dan 1930-an sepeda menjadi simbol kesetaraan dan kebebasan.

Orang-orang dari semua kelas sosial bersepeda. Saat hari libur, mereka juga sering gowes ke kawasan pedesaan untuk melepas penat.

Tahun 1950-an, ketika revolusi industri melanda dunia, beberapa penduduk Denmark mulai memiliki kendaraan bermotor. Jalanan diperpanjang dan diperluas.

[Gambas:Instagram]



Namun, pada awal 1970-an, krisis minyak Timur Tengah mengakhiri tren memiliki mobil atau motor di Denmar.

'Hari Minggu Bebas Kendaraan' lalu diperkenalkan di Copenhagen, dan ada protes yang menuntut agar semua area ibukota menjadi bebas kendaraan bermotor.

Strøget, jalan perbelanjaan utama di Copenhagen, resmi menjadi area pejalan kaki sejak tahun 1962.

Bersepeda semakin menjadi gaya hidup penduduk Denmark, karena semakin banyak yang khawatir tentang polusi udara dan dampak buruk perubahan iklim.

Kaum pekerja kantoran juga semakin resah dengan urusan kesehatan, sehingga menjadikan bersepeda sebagai sarana olahraga selain alat angkut.

Plus, pajak tinggi pada bensin dan mobil menambah faktor semakin banyak yang bersepeda di negara ini.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...



Denmark, Negara yang Paling Memanjakan Pesepeda di Dunia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER