Hari-hari Tanpa Makan Siang Sang Pemilik Pusat Selancar Bali

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 16:22 WIB
Seorang pemilik sekolah selancar di Pantai Kuta mengaku hampir tak bisa isi perut karena bisnisnya sepi selama Bali ditutup akiban pandemi virus Corona. Pemandangan Pantai Kuta di Bali. Seorang pemilik sekolah selancar di Pantai Kuta mengaku hampir tak bisa isi perut karena bisnisnya sepi selama Bali ditutup akiban pandemi virus Corona. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemilik sekolah selancar, Halfia Londa, berharap besar pada pembukaan gerbang pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara di bulan Oktober ini.

Bisnis Halfia di Pantai Kuta termasuk di antara ratusan bisnis pariwisata yang dilumpuhkan oleh keputusan pemerintah Indonesia, yang menangguhkan semua penerbangan internasional dari dan ke Pulau Dewata mulai April 2020 karena pandemi virus Corona.

Penutupan itu menghilangkan sebagian besar cuan bisnis Halfia hampir dalam semalam, menjerumuskannya ke dalam utang. Dengan penghasilan yang sangat kecil, dia diusir dari rumah kontrakannya dan mengandalkan kemurahan hati teman-temannya untuk bertahan hidup.


"Untuk makan saja, saya harus pinjam uang," kata Halfia, di luar lapak persewaan papan selancarnya di Pantai Kuta. "Kami mencoba berhemat, kami makan dua kali sehari tanpa makan siang ... kami mencoba memasak apa saja yang bisa kami makan, setidaknya selama dua hari."

Ada secercah harapan pekan ini, ketika pemerintah mengumumkan akan membuka kembali Bali, Batam, dan Bintan pada 14 Oktober untuk pelancong dari 18 negara, termasuk China, Selandia Baru dan Jepang.

Rencana ini beberapa kali tertunda karena jumlah kasus Covid-19 yang tinggi serta penyebaran vaksin yak tak merata.

Wisatawan mancanegara yang hendak datang ke Bali dan Kepulauan Riau akan diminta untuk dikarantina selama lima hari dengan biaya sendiri.

Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah mengalami salah satu wabah COVID-19 terburuk di kawasan ini. Secara resmi telah mencatat lebih dari 4 juta kasus dan 142 ribu kematian, dan para ahli kesehatan masyarakat percaya jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.

Namun, jumlah kasus telah berkurang secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, menjadi kurang dari seribu kasus per hari, dibandingkan dengan puncak 56 ribu kasus per hari pada bulan Juli.

Indonesia keluar dari resesi pertamanya dalam lebih dari dua dekade pada kuartal kedua, meskipun para ekonom telah memperingatkan bahwa kebangkitan COVID-19 berikutnya dan pembatasan sosial berikutnya kemungkinan membebani momentum pemulihan.

Bali, di mana pariwisata menyumbang lebih dari setengah ekonomi, sangat terpukul oleh pandemi ini. Tempat liburan yang dulu ramai, menjadi sangat senyap selama berbulan-bulan, dengan hotel, restoran, dan pantai ditutup serta ribuan lapangan pekerjaan perhotelan hilang.

A surfing business owner, 38-year-old, Halfia Lando poses holding a surfboard at a Kuta beach as Indonesia opens up the tourist island of Bali to some countries including China, New Zealand, and Japan from October 14, visitors are still required to quarantine for eight days at their own expense, in Denpasar, Bali, Indonesia, October 12, 2021. REUTERS/Sultan Anshori NO RESALES. NO ARCHIVESHalfia Lando (38) pemilik sekolah selancar di Pantai Kuta, Bali. (REUTERS/STRINGER)

Tirta Mursitama, pakar bisnis internasional di Binus University, mengatakan kini saatnya memanfaatkan peluang untuk berinovasi di sektor perhotelan dan pariwisata Bali.

"Kita tahu bahwa setiap bisnis berubah, jadi ada kebutuhan untuk menjadi inovatif," katanya.

Halfia tetap membuka bisnis penyewaan papan selancarnya untuk beberapa pelanggan lokal yang masih ada, menawarkan sewa dua jam seharga Rp150 ribu - setengah dari harga sebelum pandemi.

"Saya berharap kedatangan wisatawan kembali ke pulau ini dapat memberi kita kesempatan untuk bekerja lagi, menjalani kehidupan sehari-hari dan menghidupkan kembali peluang ekonomi," katanya.

(REUTERS/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER