7 Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri
CNN Indonesia
Senin, 18 Okt 2021 10:11 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Foto 2018. Patung Presiden RI pertama Soekarno di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (INASGOC/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak beberapa hari yang lalu, media massa dan media sosial diramaikan dengan isu rencana penamaan jalan di Indonesia dengan nama tokoh sekuler asal Turki, Mustafa Kemal Ataturk.
Beberapa pihak menolak hadirnya jalan Ataturk di Indonesia, karena merasa sosok Ataturk menjadikan Turki negara maju namun menjauhkan rakyatnya dari ajaran agama Islam.
Sebelumnya, pemerintah Turki sepakat memberi nama jalan di depan KBRI Ankara dengan nama salah satu Bapak Bangsa Indonesia yang juga proklamator, Ahmet Soekarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dilakukan sebagai simbol kedekatan kedua negara yang sudah dimulai sejak abad ke-15.
Pemerintah Turki, setuju memenuhi permintaan Indonesia untuk memberikan nama jalan di depan kantor kedutaan itu.
Untuk menjaga hubungan diplomatik, Indonesia kemudian akan memberi nama salah satu jalan di Jakarta dengan nama Bapak Bangsa Turki.
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia di Ankara, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan kalau hingga saat ini belum diketahui dengan pasti mengenai penamaan ruas jalan di Indonesia itu, karena pemerintah Turki masih berembuk. Lokasinya jalan yang akan diganti namanya juga belum ditentukan pemerintah Indonesia.
Hingga saat ini, nama pahlawan nasional Indonesia telah banyak yang diabadikan di luar negeri. Paling banyak di Belanda, dan yang paling terbaru di Timur Tengah.
Berikut nama tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri:
1. Jalan Soekarno, Maroko
Nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, nampaknya yang paling sering diabadikan menjadi nama jalan di luar negeri.
Di kota Rabat, Maroko, ada Avenue Soekarno, yang berada tepat di depan Bank Al Maghreb.
Maroko sangat berutang budi kepada Soekarno dan bangsa Indonesia untuk keluar dari penjajahan pada 1945. Berikut Konferensi Asia Afrika pada 1955 dan kunjungan Presiden Sukarno pada 2 Mei 1960. Juga terhitung sebagai kunjungan kepresidenan pertama untuk Maroko, setelah kemerdekaannya pada 1956.
Jasa Bung Karno menggelar Konferensi Asia Afrika yang mempersatukan negara-negara dua benua juga membuat Mesir mengabadikan nama jalan Ahmed Sokarno di Kairo.
Begitu juga dengan Pakistan yang mengabadikan nama Soekarno Road di Peshawar.
Nama Bung Hatta diabadikan sebagai nama sebuah jalan di kawasan Haarlem, Belanda. Dalam bahasa lokal, nama jalannya ialah Mohammed Hatta Straat.
Sosok Mohammad Hatta dikenang karena kejeniusannya membantu mengawal Indonesia sampai merdeka bersama Soekarno.
Di sini, jalan sang Wakil Presiden Indonesia pertama itu tersambung dengan jalan Sutan Sjahrirstraat, nama pahlawan nasional Indonesia lain yang juga diabadikan di Belanda.
Sosok pejuang hak asasi manusia, Munir Said Thalib Al-Kathiri, dikenang sebagai nama jalan di Den Haag, Belanda.
Munirpad diresmikan pada 14 April 2015. Lokasinya berada di lingkungan Martin Luther King-Laan, dekat Salvador Allende Straat dalam kompleks perumahan Den Haag.
Amnesty International merupakan pihak yang memperjuangkan nama Munir sebagai nama jalan, terkait dengan fokusnya bekerja untuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Imparsial, hingga sebelum tewas dalam penerbangan Garuda Indonesia 974 dari Jakarta menuju Amsterdam pada bulan September 2004.
Tahun 2020 menjadi tahun yang membanggakan bagi Indonesia, karena nama Presiden Joko Widodo diabadikan menjadi nama salah satu ruas jalan di Abu Dhabi.
Jalan Jokowi membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dan Embassy Area, yang notabene kawasan kantor perwakilan diplomatik.
Sebelumnya, nama jalan ini adalah Al Ma'arid Street, yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.
Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan Uni Emirat Arab kepada Indonesia, yang dianggap konsisten dalam menjalin hubungan bilateral yang hangat.
Sejak beberapa hari yang lalu, media massa dan media sosial diramaikan dengan isu rencana penamaan jalan di Indonesia dengan nama tokoh sekuler asal Turki, Mustafa Kemal Ataturk.
Beberapa pihak menolak hadirnya jalan Ataturk di Indonesia, karena merasa sosok Ataturk menjadikan Turki negara maju namun menjauhkan rakyatnya dari ajaran agama Islam.
Sebelumnya, pemerintah Turki sepakat memberi nama jalan di depan KBRI Ankara dengan nama salah satu Bapak Bangsa Indonesia yang juga proklamator, Ahmet Soekarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dilakukan sebagai simbol kedekatan kedua negara yang sudah dimulai sejak abad ke-15.
Pemerintah Turki, setuju memenuhi permintaan Indonesia untuk memberikan nama jalan di depan kantor kedutaan itu.
Untuk menjaga hubungan diplomatik, Indonesia kemudian akan memberi nama salah satu jalan di Jakarta dengan nama Bapak Bangsa Turki.
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia di Ankara, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan kalau hingga saat ini belum diketahui dengan pasti mengenai penamaan ruas jalan di Indonesia itu, karena pemerintah Turki masih berembuk. Lokasinya jalan yang akan diganti namanya juga belum ditentukan pemerintah Indonesia.
Hingga saat ini, nama pahlawan nasional Indonesia telah banyak yang diabadikan di luar negeri. Paling banyak di Belanda, dan yang paling terbaru di Timur Tengah.
Berikut nama tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri:
1. Jalan Soekarno, Maroko
Nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, nampaknya yang paling sering diabadikan menjadi nama jalan di luar negeri.
Di kota Rabat, Maroko, ada Avenue Soekarno, yang berada tepat di depan Bank Al Maghreb.
Maroko sangat berutang budi kepada Soekarno dan bangsa Indonesia untuk keluar dari penjajahan pada 1945. Berikut Konferensi Asia Afrika pada 1955 dan kunjungan Presiden Sukarno pada 2 Mei 1960. Juga terhitung sebagai kunjungan kepresidenan pertama untuk Maroko, setelah kemerdekaannya pada 1956.
Jasa Bung Karno menggelar Konferensi Asia Afrika yang mempersatukan negara-negara dua benua juga membuat Mesir mengabadikan nama jalan Ahmed Sokarno di Kairo.
Begitu juga dengan Pakistan yang mengabadikan nama Soekarno Road di Peshawar.
Nama Bung Hatta diabadikan sebagai nama sebuah jalan di kawasan Haarlem, Belanda. Dalam bahasa lokal, nama jalannya ialah Mohammed Hatta Straat.
Sosok Mohammad Hatta dikenang karena kejeniusannya membantu mengawal Indonesia sampai merdeka bersama Soekarno.
Di sini, jalan sang Wakil Presiden Indonesia pertama itu tersambung dengan jalan Sutan Sjahrirstraat, nama pahlawan nasional Indonesia lain yang juga diabadikan di Belanda.
Sosok pejuang hak asasi manusia, Munir Said Thalib Al-Kathiri, dikenang sebagai nama jalan di Den Haag, Belanda.
Munirpad diresmikan pada 14 April 2015. Lokasinya berada di lingkungan Martin Luther King-Laan, dekat Salvador Allende Straat dalam kompleks perumahan Den Haag.
Amnesty International merupakan pihak yang memperjuangkan nama Munir sebagai nama jalan, terkait dengan fokusnya bekerja untuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Imparsial, hingga sebelum tewas dalam penerbangan Garuda Indonesia 974 dari Jakarta menuju Amsterdam pada bulan September 2004.
Tahun 2020 menjadi tahun yang membanggakan bagi Indonesia, karena nama Presiden Joko Widodo diabadikan menjadi nama salah satu ruas jalan di Abu Dhabi.
Jalan Jokowi membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dan Embassy Area, yang notabene kawasan kantor perwakilan diplomatik.
Sebelumnya, nama jalan ini adalah Al Ma'arid Street, yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.
Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan Uni Emirat Arab kepada Indonesia, yang dianggap konsisten dalam menjalin hubungan bilateral yang hangat.