Food Combining: Arti, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan
CNN Indonesia
Sabtu, 23 Okt 2021 06:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Food combining hadir dengan gagasan bahwa kombinasi makanan tertentu dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. (Dan Cooper/Stokpic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada banyak jenis pola makan atau dietyang diklaim dapat membantu seseorang untuk menjalani gaya hidup sehat. Salah satunya adalah konsep diet food combining.
Diet kombinasi makanan ini didasarkan pada gagasan bahwa mengonsumsi makanan tertentu secara terpisah dari jenis makanan lain dapat membantu membuat sistem pencernaan lebih sehat, yang dengan begitu dapat membantu menurunkan berat badan.
Diet jenis ini begitu populer di masa lalu. Pendukung diet ini percaya bahwa kombinasi makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan penyakit, menimbulkan penumpukan racun, dan memicu gangguan pencernaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, mereka percaya bahwa kombinasi makanan yang tepat dapat meringankan berbagai masalah kesehatan.
Arti Food Combining
Ilustrasi. Arti food combining didasarkan pada gagasan bahwa kombinasi makanan satu dengan lainnya dapat menyehatkan. (Brooke Lark via StockSnap)
Pada dasarnya, arti food combining adalah mengkombinasikan satu jenis makanan dengan makanan lainnya sesuai aturan berlaku. Gagasan ini percaya bahwa makanan tertentu akan memberikan hasil yang baik jika digabungkan dengan makanan tertentu lainnya.
Gagasan ini percaya bahwa mengombinasikanan makanan dengan tidak tepat--seperti steak dengan kentang--dapat memberikan dampak buruk terhadap sistem pencernaan.
Prinsip ini pertama kali muncul dalam teknik pengobatan Ayurveda di India kuno. Metode ini kemudian populer pada pertengahan 1800-an dengan istilah tropologi atau 'ilmu menggabungkan makanan'.
Mengutip Healthline, diet ini akan membagi makanan ke dalam kelompok yang berbeda. Biasanya kelompok makanan dipecah menjadi karbohidrat dan pati, buah-buahan, sayuran, protein, dan lemak.
Aturan penggabungan makanan yang paling umum di antaranya sebagai berikut:
- Hanya makan buah saat perut kosong, terutama melon. - Jangan menggabungkan pati dan protein. - Jangan menggabungkan pati dengan makanan asam. - Jangan menggabungkan berbagai jenis protein. - Hanya mengonsumsi produk susu saat perut kosong. - Jangan mencampurkan protein dengan lemak. - Gula hanya boleh dikonsumsi sendiri. - Buah-buahan dan sayuran harus dimakan secara terpisah.
Para pendukung diet ini percaya bahwa menggabungkan makanan yang salah dapat mengganggu pencernaan. Akibatnya, makanan yang tidak tercerna tertinggal di perut untuk berfermentasi dan membusuk. Mereka percaya bahwa hal tersebut dapat memicu penyakit dan menambah berat badan.
Manfaat Food Combining
Ilustrasi. Hingga saat ini, belum ada manfaat food combining yang terbukti secara ilmiah. (Foodies Feed)
Sejauh ini, belum ada banyak bukti ilmiah yang memperlihatkan manfaat food combining. Mengutip Healthline, hanya ada satu penelitian yang mempelajari prinsip kombinasi makanan.
Dalam penelitian tersebut, peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan asupan diet seimbang, sementara kelompok kedua menjalankan prinsip food combining. Mereka hanya diperbolehkan mengonsumsi 1.100 kalori per hari.
Setelah enam pekan, peserta pada dua kelompok kehilangan berat badan hingga 6-8 kilogram. Namun, tak ada bukti yang memperlihatkan konsep kombinasi makanan lebih efektif daripada diet seimbang.
Kendati demikian, para pendukungnya percaya ada beberapa manfaat food combining yang bisa didapat, seperti berikut.
1. Menyehatkan sistem pencernaan
Kram perut, nyeri, dan kembung menjadi tanda-tanda pencernaan yang buruk. Kombinasi makanan diklaim dapat memperbaiki masalah pencernaan akibat pemecahan makanan yang tidak efisien.
Simak manfaat food combining lainnya di halaman berikutnya...
2. Membantu menurunkan berat badan
Food combining juga diklaim dapat membantu menjaga dan menurunkan berat badan.
Diyakini bahwa mengonsumsi makanan yang tepat dapat mencegah penumpukan makanan dan menghilangkan produksi gas, yang dapat membantu penurunan berat badan.
Kelebihan dan Kekurangan Food Combining
Faktanya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitas konsep kombinasi makanan ini. Namun, setidaknya pola makan ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui.
Ilustrasi. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan food combining. (FoodiesFeed)
1. Menekankan makanan utuh
Konsep makan ini menekankan pada asupan makanan utuh. Pola makan ini menyarankan Anda untuk menghindari gula tambahan dan makanan olahan. Makanan olahan biasanya merupakan kombinasi dari protein, karbohidrat, dan berbagai jenis lemak.
2. Tak memerlukan penghitungan kalori
Pola makan ini tak membutuhkan penghitungan kalori yang ketat. Anda juga tak disarankan untuk mengontrol porsi makan. Anda bisa makan dengan cara yang lebih sederhana, namun dengan mengkombinasikan makanan yang tepat.
Aturan diet kombinasi makanan ini terbilang cukup rumit dan sulit dipahami. Diet ini dinilai cenderung tidak praktis.
2. Tidak berkelanjutan
Diet seperti ini sangat sulit unutk diikuti. Oleh karena itu, agak sulit rasanya bagi seseorang untuk bertahan dengan konsep makan ini dalam jangka panjang.
3. Tidak aman untuk beberapa orang
Mereka dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berhati-hati dengan konsep satu ini.
Misalnya, pengidap diabetes tidak boleh mengonsumsi karbohidrat saja. Mereka juga perlu asupan protein dan lemak bersamaan dengan karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah tidak melonjak.
Demikian arti dan manfaat food combining, serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat!
Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, agar diet yang dijalani dapat memberikan hasil maksimal.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada banyak jenis pola makan atau dietyang diklaim dapat membantu seseorang untuk menjalani gaya hidup sehat. Salah satunya adalah konsep diet food combining.
Diet kombinasi makanan ini didasarkan pada gagasan bahwa mengonsumsi makanan tertentu secara terpisah dari jenis makanan lain dapat membantu membuat sistem pencernaan lebih sehat, yang dengan begitu dapat membantu menurunkan berat badan.
Diet jenis ini begitu populer di masa lalu. Pendukung diet ini percaya bahwa kombinasi makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan penyakit, menimbulkan penumpukan racun, dan memicu gangguan pencernaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, mereka percaya bahwa kombinasi makanan yang tepat dapat meringankan berbagai masalah kesehatan.
Arti Food Combining
Ilustrasi. Arti food combining didasarkan pada gagasan bahwa kombinasi makanan satu dengan lainnya dapat menyehatkan. (Brooke Lark via StockSnap)
Pada dasarnya, arti food combining adalah mengkombinasikan satu jenis makanan dengan makanan lainnya sesuai aturan berlaku. Gagasan ini percaya bahwa makanan tertentu akan memberikan hasil yang baik jika digabungkan dengan makanan tertentu lainnya.
Gagasan ini percaya bahwa mengombinasikanan makanan dengan tidak tepat--seperti steak dengan kentang--dapat memberikan dampak buruk terhadap sistem pencernaan.
Prinsip ini pertama kali muncul dalam teknik pengobatan Ayurveda di India kuno. Metode ini kemudian populer pada pertengahan 1800-an dengan istilah tropologi atau 'ilmu menggabungkan makanan'.
Mengutip Healthline, diet ini akan membagi makanan ke dalam kelompok yang berbeda. Biasanya kelompok makanan dipecah menjadi karbohidrat dan pati, buah-buahan, sayuran, protein, dan lemak.
Aturan penggabungan makanan yang paling umum di antaranya sebagai berikut:
- Hanya makan buah saat perut kosong, terutama melon. - Jangan menggabungkan pati dan protein. - Jangan menggabungkan pati dengan makanan asam. - Jangan menggabungkan berbagai jenis protein. - Hanya mengonsumsi produk susu saat perut kosong. - Jangan mencampurkan protein dengan lemak. - Gula hanya boleh dikonsumsi sendiri. - Buah-buahan dan sayuran harus dimakan secara terpisah.
Para pendukung diet ini percaya bahwa menggabungkan makanan yang salah dapat mengganggu pencernaan. Akibatnya, makanan yang tidak tercerna tertinggal di perut untuk berfermentasi dan membusuk. Mereka percaya bahwa hal tersebut dapat memicu penyakit dan menambah berat badan.
Manfaat Food Combining
Ilustrasi. Hingga saat ini, belum ada manfaat food combining yang terbukti secara ilmiah. (Foodies Feed)
Sejauh ini, belum ada banyak bukti ilmiah yang memperlihatkan manfaat food combining. Mengutip Healthline, hanya ada satu penelitian yang mempelajari prinsip kombinasi makanan.
Dalam penelitian tersebut, peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan asupan diet seimbang, sementara kelompok kedua menjalankan prinsip food combining. Mereka hanya diperbolehkan mengonsumsi 1.100 kalori per hari.
Setelah enam pekan, peserta pada dua kelompok kehilangan berat badan hingga 6-8 kilogram. Namun, tak ada bukti yang memperlihatkan konsep kombinasi makanan lebih efektif daripada diet seimbang.
Kendati demikian, para pendukungnya percaya ada beberapa manfaat food combining yang bisa didapat, seperti berikut.
1. Menyehatkan sistem pencernaan
Kram perut, nyeri, dan kembung menjadi tanda-tanda pencernaan yang buruk. Kombinasi makanan diklaim dapat memperbaiki masalah pencernaan akibat pemecahan makanan yang tidak efisien.
Simak manfaat food combining lainnya di halaman berikutnya...
Kelebihan dan Kakurangan Food Combining
Ilustrasi. Food combining hadir dengan gagasan bahwa kombinasi makanan tertentu dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. (Kaboompics)
2. Membantu menurunkan berat badan
Food combining juga diklaim dapat membantu menjaga dan menurunkan berat badan.
Diyakini bahwa mengonsumsi makanan yang tepat dapat mencegah penumpukan makanan dan menghilangkan produksi gas, yang dapat membantu penurunan berat badan.
Kelebihan dan Kekurangan Food Combining
Faktanya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitas konsep kombinasi makanan ini. Namun, setidaknya pola makan ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui.
Ilustrasi. Ada beberapa kelebihan dan kekurangan food combining. (FoodiesFeed)
1. Menekankan makanan utuh
Konsep makan ini menekankan pada asupan makanan utuh. Pola makan ini menyarankan Anda untuk menghindari gula tambahan dan makanan olahan. Makanan olahan biasanya merupakan kombinasi dari protein, karbohidrat, dan berbagai jenis lemak.
2. Tak memerlukan penghitungan kalori
Pola makan ini tak membutuhkan penghitungan kalori yang ketat. Anda juga tak disarankan untuk mengontrol porsi makan. Anda bisa makan dengan cara yang lebih sederhana, namun dengan mengkombinasikan makanan yang tepat.
Aturan diet kombinasi makanan ini terbilang cukup rumit dan sulit dipahami. Diet ini dinilai cenderung tidak praktis.
2. Tidak berkelanjutan
Diet seperti ini sangat sulit unutk diikuti. Oleh karena itu, agak sulit rasanya bagi seseorang untuk bertahan dengan konsep makan ini dalam jangka panjang.
3. Tidak aman untuk beberapa orang
Mereka dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berhati-hati dengan konsep satu ini.
Misalnya, pengidap diabetes tidak boleh mengonsumsi karbohidrat saja. Mereka juga perlu asupan protein dan lemak bersamaan dengan karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah tidak melonjak.
Demikian arti dan manfaat food combining, serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga bermanfaat!
Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, agar diet yang dijalani dapat memberikan hasil maksimal.