HARI OSTEOPOROSIS SEDUNIA

Bahaya Osteoporosis dan Cara Mencegah Sejak Dini

tim | CNN Indonesia
Rabu, 20 Oct 2021 08:40 WIB
Hari Osteoporosis Sedunia dirayakan setiap 20 Oktober. Pada hari ini, masyarakat diingatkan untuk waspada akan rapuhnya tulang seiring berjalannya usia. Hari Osteoporosis Sedunia dirayakan setiap 20 Oktober. Pada hari ini, masyarakat diingatkan untuk waspada akan rapuhnya tulang seiring berjalannya usia. (iStockphoto/Adene Sanchez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Osteoporosis Sedunia dirayakan setiap 20 Oktober. Pada hari ini, masyarakat diingatkan untuk waspada akan rapuhnya tulang seiring berjalannya usia.

Osteoporosis adalah jenis penyakit yang berbahaya karena bisa berakibat fatal, misalnya terjadi patah tulang tiba-tiba. Osteoporosis juga dikenal sebagai penyakit silent disease karena kerap tak bergejala.

Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis atau tulang keropos atau dikenal juga dengan pengurangan kepadatan tulang adalah penyakit yang tidak bergejala, sehingga bisa menyebabkan patah tulang yang berakibat fatal.


International Osteoporosis Foundation (IOF) 2020 mengatakan, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan penurunan kekuatan tulang yang membuatnya lebih mudah patah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, Bagus Putu Putra Suryana mengatakan, mencegah osteoporosis sama pentingnya dengan mencegah penyakit jantung, kanker, stroke dan penyakit berbahaya lainnya.

Pasalnya, saat seseorang mengalami osteoporosis, hal pertama yang bisa dialami adalah patah tulang, baik tulang lengan, tulang punggung, bahkan tulang paha.

"Penting sekali memerhatikan masalah osteoporosis ini, kita jangan sampai lengah karena dia tidak bergejala," kata Bagus dalam webinar 'Perjalanan Menuju Tulang Sehat Dimulai Sekarang', Dalam Rangka Hari Osteoporosis Sedunia, Selasa (19/10).

Bahaya osteoporosis

Bagus mengatakan, akibat osteoporosis dilaporkan setiap tiga detik terjadi patah tulang di seluruh dunia. Dari data Kementerian Kesehatan, dua dari lima orang berisiko terkena osteoporosis.

Rata-rata satu dari tiga pria di atas usia 50 tahun ke atas mengalami osteoporosis, dan satu dari lima wanita usia 50 tahun ke atas mengalami hal yang sama.

Hal paling fatal yang bisa terjadi akibat osteoporosis ini adalah patah tulang. Saat mengalaminya kata Bagus hal yang dirasakan tentu rasa nyeri, disabilitas, deformitas hingga kematian.

Pencegahan dan pengobatan osteoporosis

Walau termasuk penyakit tidak menular yang kerap tak memunculkan gejala, osteoporosis bisa dicegah. Menurut Bagus, pencegahan bahkan bisa dilakukan sejak usia muda.

"Kita harus paham kondisi kita saat ini seperti apa maka bisa mencegah terjadinya osteoporosis di usia senja. Kenapa, karena osteoporosis bisa dicegah kalau terpantau diatasi sejak dini," katanya.

Osteoporosis memang bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang bisa dicapai di masa muda. Untuk diketahui, di usia muda tubuh dengan cepat memuat tulang baru dan massa tulang juga meningkat lebih cepat.

Namun, memasuki usia 20-an, proses tersebut melambat dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang di usia 30 tahun.

"Setelah usia 35, kepadatan tulang akan terus berkurang," kata Bagus.

Simak cara mencegah osteoporosis sejak dini di halaman berikut.

Cara mencegah osteoporosis

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER