Mengapa Suara Hujan Bikin Mengantuk?

tim | CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 14:01 WIB
Mengapa suara hujan bikin mengantuk? Berikut lima penjelasannya. Mengapa suara hujan bisa bikin mengantuk? Berikut penjelasannya. (iStockphoto/RapidEye)
Jakarta, CNN Indonesia --

Stimulasi audio baik lagu-lagu maupun instrumen biasanya membuat diri lebih tenang dan mudah tertidur. Namun jika Anda memperhatikan daftar putar (playlist) di layanan streaming lagu, terdapat deret suara hujan.

Rupanya suara hujan mampu membuat seseorang tertidur. Tidak harus memutar suara hujan di layanan streaming lagu, saat hujan turun bisa dipastikan Anda berhasrat untuk kembali memeluk guling.

Tidak ada nuansa 'magic' saat hujan turun. Ini bisa dijelaskan secara ilmiah.


Jadi, mengapa suara hujan bikin mengantuk?

1. Hujan meningkatkan ion negatif di udara

Sebagaimana tercantum dalam laman University of Melbourne, kandungan ion negatif di udara meningkat. Ini akibat petir, gesekan antara hujan dan udara menghasilkan sejumlah besar ion negatif.

Secara signifikan, ion negatif bisa meningkatkan sistem saraf, sistem kardiovaskular, sistem darah dan sistem pernapasan. Orang akan merasa lebih nyaman.

Kemudian ion negatif memiliki efek menenangkan dan hipnosis sehingga tidak heran seseorang merasa lebih mudah tidur saat hujan.

2. 'Nina-bobo' pink noise

Tidak seperti lagu kesayangan Anda, suara hujan cenderung stabil, bisa diprediksi, menenangkan dan tidak 'mengancam'.

Shelby Harris, spesialis perilaku kesehatan tidur, berkata suara hujan membantu menidurkan otak, menghalangi suara dari luar, dan kerap mengakibatkan keadaan yang lebih meditatif sehingga bisa rileks.

Meski dianggap sebagai white noise, sebenarnya suara hujan lebih masuk dalam kategori pink noise.

"White noise terdiri dari spektrum besar dari semua frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia. Sebaliknya, pink noise memiliki frekuensi yang tidak lebih tinggi. Pada dasarnya, ini lebih dalam daripada white noise," jelas Harris, seperti dikutip Vogue.

3. Penurunan kadar oksigen

Alasan tubuh selalu segar dan otak bisa terstimulasi dengan baik adalah pasokan oksigen yang cukup. Namun saat hujan, udara didominasi uap air sehingga tekanan udara dan kadar oksigen menurun.

Dalam situasi ini, otak mulai tidak peka stimulasi dan timbul rasa kantuk.

4. Banjir produksi melatonin

Kamar yang minim pencahayaan akan membuat tidur lebih cepat. Konsep yang serupa terjadi saat hujan di mana langit gelap, awan menutup pancaran sinar matahari merangsang otak melepas melatonin. Melatonin inilah yang menimbulkan rasa kantuk.

Di samping itu, di waktu yang sama protein yang berhubungan dengan tidur diproduksi di organ mata. Saat cahaya terang, sedikit protein yang disintesis. Sebaliknya, saat suasana lebih gelap, semakin banyak protein disintesis sehingga rasa kantuk datang lebih cepat.

5. Tak ada hal lain yang bisa dikerjakan

Mengaku saja, hujan kerap jadi alasan untuk tidur. Udara dingin menggoda Anda untuk menarik selimut. Aktivitas pun jadi terbatas saat hujan sehingga tidur jadi pilihan paling nyaman dan menyenangkan.

Akan tetapi, tidur saat hujan tidak selalu memberikan tidur yang berkualitas. Karena sedikit oksigen di udara, Anda mungkin akan merasa lelah dan mengantuk saat bangun. Sebagian orang pun merasa memerlukan waktu lebih lama untuk beranjak dari kasur.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER