4 Hubungan yang Tanpa Disadari Bisa Jadi Toxic, Racun bagi Kehidupan
CNN Indonesia
Minggu, 12 Des 2021 18:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Toxic ialah 'racun' yang membawa pengaruh buruk pada kehidupan. Terdapat beberapa hubungan yang tanpa disadari bisa berkembang menjadi toxic(Foto: iStockphoto/Prostock-Studio)
Berikut hal yang tanpa disadari bisa jadi toksik.
1. Lingkungan
Lingkungan bisa berupa tempat kerja, tempat les, tempat tinggal, atau bahkan kos-kosan. Ketika lingkungan menjadi toksik, Anda biasanya akan merasa tidak nyaman namun tidak bisa segera keluar dari tempat tersebut.
"Biasanya ditandai dengan orang-orangnya sudah mulai tidak sehat secara psikologis, sering terjadi perdebatan tanpa akhir. Bahkan Anda bisa terlalu didikte oleh lingkungan," kata Bunda Romi.
Keluarga dan orang tua juga bisa menjadi toxic. Hal ini bisa ditandai dengan orang tua yang terlalu mendikte, mengambil keputusan sepihak atas nasib anak-anaknya, dan tak membiarkan anaknya memilih apa yang diinginkan.
"Singkatnya adalah tipe orang tua yang menjalankan hidup anaknya. Pada titik ini, anak tidak memiliki kuasa apapun atas hidupnya," kata Bunda Romi.
Saat berada dalam hubungan yang toksik, maka yang akan dialami dan dirasakan adalah hubungan di mana Anda hanya menjalankan apa yang diinginkan pasangan. Anda tak berani mengambil keputusan atau berkata tidak atas apa yang diperintahkan karena takut diputuskan atau kekasih bakal marah.
"Bahkan rela melakukan apapun yang diminta asal pasangannya tidak marah karena ada perasaan takut dalam diri, takut putus, dan merasa tidak berharga," kata Bunda Romi.
Hubungan pertemanan juga bisa sangat toksik.Ini ditandai dengan salah satu pihak yang bersifat seperti benalu dan yang lain adalah inangnya. Perteman toksik memang tampak bergantung satu sama lain, tapi mereka sebenarnya tidak benar-benar nyaman dengan hubungan tersebut.
"Ada keinginan keluar dari lingkaran pertemanan itu tapi tak kuasa melakukannya," kata dia.
Jika Anda mengalami hubungan yang toksik, segera identifikasi masalah dan mencari solusi yang terbaik. Berkonsultasi dengan konselor atau psikolog juga bisa menjadi solusi.
Istilah toxic atau toksik yang berarti racun makin sering terdengar. Seperti namanya, istilah ini kerap dilekatkan pada setiap hal yang menjadi racun atau membawa pengaruh buruk pada kehidupan dan mengganggu kesehatanfisik dan mental. Terdapat sejumlah hubungan yang tanpa disadari bisa berkembang menjadi toksik.
Psikologi dari Universitas Indonesia Rose Mini Agoes Salim menyebut dalam psikologi, istilah toksik sebenarnya belum benar-benar ada. Istilah ini muncul karena orang awam menyebut sesuatu yang tidak menyenangkan atau mengganggu sebagai toksik.
"Artinya kan racun, jadi lebih kepada hal-hal yang beracun dalam hubungan, dalam kehidupan makanya jadi muncullah istilah toksik," kata psikolog yang juga sering disapa Bunda Romi ini, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (9/12).
Bunda Romi menyebut toksik adalah istilah populer dari gangguan psikologis Codependent Relationship. Ini adalah sebuah gangguan psikologis dalam hubungan baik antara individu atau kelompok.
Menurut Bunda Romi, semua hal bisa menjadi toksik, tergantung pada seberapa besar hal tersebut memengaruhi kehidupan Anda. Ketika sesuatu menjadi toksik, biasanya diri Anda akan merasa tersiksa dan terkekang sehingga sulit untuk keluar dari hubungan atau masalah.
"(Misalnya) tidak bisa mengambil keputusan, terlalu diatur, punya kehendak dan keinginan tapi tidak punya kekuatan untuk menyampaikannya. Saat ini terjadi, berarti sudah masuk ke dalam ranah toksik," kata dia.
Toksik bisa terjadi karena salah satu pihak merasa mendominasi dan satu pihak lainnya tak memiliki kuasa atas dirinya. Ini terjadi karena kurangnya rasa percaya diri atau perasaan rendah diri yang berlebihan.
Kata Romi, semua hubungan bisa masuk dalam kategori toksik. Bahkan, hubungan keluarga dan orang tua pun bisa menjadi hubungan yang tidak sehat jika ada pihak yang mendominasi atau mengekang.
Simak hubungan yang tanpa disadari bisa jadi toxic di halaman berikut.
4 Hubungan yang Tanpa Disadari Bisa Jadi Toxic, Racun bagi Kehidupan
Toxic ialah 'racun' yang membawa pengaruh buruk pada kehidupan. Terdapat beberapa hubungan yang tanpa disadari bisa berkembang menjadi toxic(Foto: iStock/PeopleImages)
Berikut hal yang tanpa disadari bisa jadi toksik.
1. Lingkungan
Lingkungan bisa berupa tempat kerja, tempat les, tempat tinggal, atau bahkan kos-kosan. Ketika lingkungan menjadi toksik, Anda biasanya akan merasa tidak nyaman namun tidak bisa segera keluar dari tempat tersebut.
"Biasanya ditandai dengan orang-orangnya sudah mulai tidak sehat secara psikologis, sering terjadi perdebatan tanpa akhir. Bahkan Anda bisa terlalu didikte oleh lingkungan," kata Bunda Romi.
Keluarga dan orang tua juga bisa menjadi toxic. Hal ini bisa ditandai dengan orang tua yang terlalu mendikte, mengambil keputusan sepihak atas nasib anak-anaknya, dan tak membiarkan anaknya memilih apa yang diinginkan.
"Singkatnya adalah tipe orang tua yang menjalankan hidup anaknya. Pada titik ini, anak tidak memiliki kuasa apapun atas hidupnya," kata Bunda Romi.
Saat berada dalam hubungan yang toksik, maka yang akan dialami dan dirasakan adalah hubungan di mana Anda hanya menjalankan apa yang diinginkan pasangan. Anda tak berani mengambil keputusan atau berkata tidak atas apa yang diperintahkan karena takut diputuskan atau kekasih bakal marah.
"Bahkan rela melakukan apapun yang diminta asal pasangannya tidak marah karena ada perasaan takut dalam diri, takut putus, dan merasa tidak berharga," kata Bunda Romi.
Hubungan pertemanan juga bisa sangat toksik.Ini ditandai dengan salah satu pihak yang bersifat seperti benalu dan yang lain adalah inangnya. Perteman toksik memang tampak bergantung satu sama lain, tapi mereka sebenarnya tidak benar-benar nyaman dengan hubungan tersebut.
"Ada keinginan keluar dari lingkaran pertemanan itu tapi tak kuasa melakukannya," kata dia.
Jika Anda mengalami hubungan yang toksik, segera identifikasi masalah dan mencari solusi yang terbaik. Berkonsultasi dengan konselor atau psikolog juga bisa menjadi solusi.