Efek Samping 5 Vaksin Booster Covid, Pfizer hingga Moderna

tim | CNN Indonesia
Selasa, 11 Jan 2022 17:40 WIB
Pemberian vaksin booster Covid-19 bakal mulai dilakukan di Indonesia Rabu (12/1). Berikut efek samping vaksin booster yang mengantongi izin penggunaan darurat. Pemberian vaksin booster Covid-19 bakal mulai dilakukan di Indonesia Rabu (12/1). Berikut efek samping vaksin booster yang mengantongi izin penggunaan darurat. (iStock/recep-bg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat (EUA) pada lima merek untuk vaksin booster. Kelima merek vaksin yakni, CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax. Berikut efek samping vaksin booster.

Nantinya, tiga merek vaksin (CoronaVac, Pfizer dan AstraZeneca) sebagai homologous atau pemberian vaksin ketiga menggunakan platform atau merek yang sama. Sementara dua merek lainnya, Moderna dan Zififax, sebagai heterologous atau pemberian vaksin ketiga berbeda dengan vaksin dosis 1 dan 2.

Satu hal yang jadi perhatian adalah soal efek samping vaksin booster, terlebih sebagian orang merasakan efek samping beragam setelah menerima vaksin baik dosis pertama maupun kedua.


Namun Erlang Samoedro, ahli pulmonologi, menyebut efek samping vaksin booster akan serupa seperti saat jadi vaksin utama (dosis 1 dan 2).

"Iya sama efek sampingnya," kata Erlang pada CNNIndonesia.com via pesan singkat, Selasa (11/1).

Akan tetapi, berikut detail efek samping vaksin booster yang mengantongi izin penggunaan darurat di Indonesia.

1. Efek samping vaksin booster CoronaVac atau Sinovac

Vaksin CoronaVac/Sinovac memperoleh izin penggunaan darurat pada Januari 2021 silam. Terkait efek samping, BPOM menyebut efek samping Sinovac bersifat ringan-sedang. Efek samping ini juga disebut Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI).

Beberapa efek samping berupa, nyeri lokal (bekas suntikan), nyeri otot, pembengkakan, sakit kepala (0,1 persen). Selain itu muncul efek samping diare (1-1,5 persen).

2. Efek samping vaksin booster Pfizer

Selain Indonesia, Israel juga menggunakan Pfizer sebagai vaksin booster pada Juli-Agustus 2021. Dari survei pada sekitar 4.500 penerima vaksin, sebanyak 88 persen responden merasa "mirip atau lebih baik" dari yang mereka rasakan saat suntikan kedua.

Sebagaimana dilansir CNA, sebanyak 31 persen melaporkan berbagai efek samping paling umum yakni rasa sakit di titik penyuntikan. Kemudian sekitar 0,4 persen mengalami kesulitan bernapas dan sebanyak 1 persen mencari pertolongan medis karena beberapa efek samping.

Akan tetapi efek samping vaksin Pfizer tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin lain yang sudah beredar di Indonesia. Umumnya efek samping berupa rasa sakit di area suntikan, demam, flu dan pusing.

Efek samping ini pun biasanya hanya berlangsung sebentar dan hilang tanpa harus ada pertolongan medis.

Simak efek samping vaksin Covid-19 Pfizer di sini.

3. Efek samping vaksin booster AstraZeneca

Berdasar laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) efek samping vaksin AstraZeneca terbilang ringan hingga sedang dengan tingkat keparahan bisa diselesaikan dalam hitungan hari setelah vaksinasi.

Jika dibanding dosis pertama, dosis kedua bisa dibilang lebih ringan atau lebih jarang.

Efek samping yang sering dilaporkan antara lain, nyeri di area suntikan, sakit kepala, kelelahan, myalgia, malaise, demam, tubuh menggigil, mual dan artralgia (nyeri atau kaki pada sendi).

Simak efek samping vaksin Covid-19 AstraZeneca di sini.

Simak efek samping vaksin booster lainnya di halaman berikut.

Efek samping vaksin booster Covid-19

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER