Asupan Vitamin D dan Minyak Ikan Bisa Cegah Penyakit Autoimun

tim | CNN Indonesia
Sabtu, 29 Jan 2022 09:30 WIB
Studi terbaru menunjukkan asupan vitamin D dan suplemen minyak ikan dapat membantu mencegah orang dewasa dari penyakit autoimun. Studi terbaru menunjukkan asupan vitamin D dan suplemen minyak ikan dapat membantu mencegah orang dewasa dari penyakit autoimun. (Foto: iStockphoto/LumenSt)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menunjukkan asupan vitamin D dan suplemen minyak ikan dapat membantu mencegah orang dewasa dari penyakit autoimun. Penyakit autoimun adalah kondisi yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh malah menyerang organ tubuh sendiri.

Studi yang dipublikasikan di jurnal BMJ ini konsumsi vitamin D dan suplemen minyak ikan dapat mencegah orang dewasa dari penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, psoriasis, penyakit tiroid, dan polymyalgia rheumatica.

Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis 25.871 pria dan wanita berusia 50 tahun ke atas. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah konsumsi vitamin D dan minyak ikan dapat mencegah kanker, penyakit jantung, dan stroke. Namun, hasil analisis tidak menunjukkan manfaat vitamin D dan minyak ikan terhadap penyakit tersebut.


Tim peneliti kemudian menganalisis konsumsi vitamin D dan minyak ikan terhadap penyakit autoimun. Hasilnya, menunjukkan manfaat yang positif.

Secara rinci, peneliti mendapati orang berusia 50 tahun yang mengonsumsi 2.000 IU vitamin D selama lebih dari lima tahun memiliki tingkat risiko 22 persen lebih rendah didiagnosis autoimun.

Total 2.000 IU itu hampir tiga kali lipat dosis harian vitamin D yang direkomendasikan untuk orang dewasa. Rekomendasi harian vitamin D untuk orang berusia hingga 69 tahun adalah 800 IU dan orang berusia di atas 70 tahun adalah 800 IU.

Selain vitamin D, peneliti juga menemunikan bahwa konsumsi 1.000 mg asam lemak omega-3 atau minyak ikan terkait dengan pengurangan risiko penyakit autoimun.

Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi vitamin D dan asam lemak omega-3 dapat menurunkan kejadian penyakit autoimun sekitar 30 persen dibandingkan dengan obat plasebo.

Kendati demikian, sebelum mengonsumsi 2.000 IU vitamin D, peneliti menyarankan agar setiap orang dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pasalnya, konsumsi vitamin D berlebihan juga dapat memiliki efek buruk terhadap tubuh.

"Setiap orang harus berbicara dengan dokter mereka terlebih dahulu sebelum mengonsumsi 2000 IU vitamin. Dan ada masalah kesehatan tertentu seperti batu ginjal dan hiperparatiroidisme (kenaikan kadar kalsium), di mana Anda tidak boleh mengonsumsi tambahan vitamin D," kata peneliti dari Harvard Medical School Karen Costenbader, dikutip dari CNN.

(ptj/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER