Dokter AS Ungkap Kemungkinan Gejala Omicron Saat Bangun Tidur

tim | CNN Indonesia
Selasa, 15 Feb 2022 15:30 WIB
Secara umum gejala Covid-19 varian Omicron berbeda dengan pendahulunya yakni varian Alpha dan varian Delta. Termasuk gejala omicron saat bangun tidur. Foto: iStockphoto/golibtolibov
Jakarta, CNN Indonesia --

Secara umum gejala Covid-19 varian Omicron berbeda dengan pendahulunya yakni varian Alpha dan varian Delta. Termasuk gejala omicron saat bangun tidur.

Karena menyerang saluran pernapasan atas, gejala varian Omicron mirip dengan flu seperti sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan kelelahan (fatigue).

Namun pengalaman cukup berbeda dibagikan oleh seorang dokter yang berbasis di AS.

Bob Wachter, dokter sekaligus dekan Fakultas Kedokteran di University of California, San Francisco, menceritakan bahwa sang putra yang berusia 28 tahun terkonfirmasi positif Covid-19. Selalu ada rasa khawatir akan penularan mengingat putranya tergolong kelompok tinggi risiko sebab memiliki berat badan berlebih overweight.

Kemudian bekerja sebagai customer service tentu membuat sang putra banyak kontak dengan orang lain maupun di kendaraan umum. Namun gejala timbul setelah malam harinya ia menonton film bersama seorang kawan.

"Satu dari beberapa temannya yang kadang ia temui secara personal, anak muda yang sudah vaksin lengkap dan cukup berhati-hati, berkunjung di Senin malam untuk menonton film. Dia merasa baik-baik saja, putra saya juga. Rabu pagi (36 jam kemudian), dia bangun dan merasa tak enak badan, dia merasa buruk sekali," kata Wachter via utas di akun Twitter pribadinya.

"Radang tenggorokan, batuk kering, sakit otot, demam. Tak ada masalah pengecap atau penciuman," katanya soal gejala omicron saat bangun tidur. 

Ia mengaku lega setelah mengetahui hasil antigen tes usap negatif. Namun untuk hasil yang lebih meyakinkan, Wachter masih mengusahakan tes PCR. Hanya saja tes ini baru bisa tersedia 4 hari lagi. Mau tidak mau ia hanya bisa terus memantau dengan mengukur saturasi oksigen.

Hari berikutnya, ia kembali memastikan keadaan sang putra. Wachter begitu cemas karena teleponnya tidak diangkat. Ia berusaha meyakinkan diri bahwa peluang kematian mendekati nol buat orang yang sudah vaksin lengkap dan terpapar Covid-19. Akhirnya ia memilih untuk mendatangi kediaman putranya dan menemukannya tidur.

"Satu jam kemudian, dia mendengar kabar dari teman yang berkunjung pada Senin malam kemarin. Hasil tesnya positif. Tentu saja, itu meningkatkan kecurigaan putra saya juga terkena Covid-19, tapi masih masa inkubasi kurang dari 2 hari sepertinya terlalu singkat," katanya.

Akan tetapi diputuskan untuk melakukan tes usap di tenggorokan dan nasal. Anaknya terkonfirmasi positif.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman ini?

Wachter mengungkapkan dirinya bersyukur bahwa sang putra sudah vaksinasi lengkap termasuk vaksin dosis ketiga. Menurutnya, vaksin menyelamatkan sang putra dari gejala berat, perawatan di rumah sakit dan kematian. Kemudian, sebaiknya Anda tidak mudah percaya dengan satu kali tes Covid-19 karena hasilnya cenderung 'false negative'.

"Pelajaran dari varian Omicron: turunkan kewaspadaan Anda dan ia akan menerkam," imbuhnya.

Selain gejala omicron saat bangun tidur, apa saja gejala umum omicron dan gejala omicron yang paling sering diabaikan?

Berikut gejala omicron yang paling umum

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER