Buang Jauh Tabu, Kenapa Harus Malu-malu Pakai Kondom?
tst | CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 19:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi punya segudang manfaat. (iStock/chanakon laorob)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dunia sudah modern, tapi kondommasih saja dianggap tabu. Kondom masih jadi hal yang menjijikkan bagi sebagian pria.
"Saya enggak mau pakai kondom. Belinya saja malu, terus bikin enggak enak kalau gituan [berhubungan seks]," ujar Fahri (32) pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Fahri adalah seorang ayah dari dua anak. Berhubungan seks dengan menggunakan kondom, bagi Fahri, terlalu aneh jika dilakukan oleh sepasang suami istri. Seolah-olah menegaskan posisi kondom yang identik dengan seks bebas atau yang dilakukan sebelum menikah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Fahri dan sang istri sepakat untuk mencegah kehamilan ketiga. Tapi Fahri menolak memakai kondom. Alih-alih kondom, alat kontrasepsi IUD, yang dibebankan pada sang istri, dirasa jadi solusi yang tepat.
"Saya dan istri sepakat pengendalian hamilnya pakai IUD yang dipasang di istri," kata Fahri.
Lain Fahri, lain lagi Rendi (30). Dia memilih menjadikan kondom sebagai langkah pencegahan kehamilan. Alasannya, dia tak mau memberatkan sang istri yang harus minum pil KB setiap hari atau memasang implan hingga IUD.
"Kesepakatan saja. Saya juga tidak mau memberatkan istri buat pasang ini itu. Makanya kita pilih yang aman dan nyaman, murah juga. Ya, pakai kondom saja," kata Rendi.
Tak ada yang salah dari pilihan yang diambil Fahri ataupun Rendi, selama pasangan setuju untuk melakukannya.
Namun, dari cerita Fahri, kita semakin tahu bahwa pemikiran 'malu beli' dan 'malas pakai' ini membuat kondom jadi terkesan negatif dan jarang dipilih orang.
Apa, sih, sebenarnya kondom? Kenapa masih dianggap tabu dan berkesan negatif?
Kondom merupakan alat kontrasepsi pencegah kehamilan yang paling mudah didapat dan ditemukan. Kondom dijual bebas di pasaran.
Lebih dari itu, kondom sebenarnya punya banyak nilai tambah jika dibandingkan alat kontrasepsi yang lain. Pemakaian kondom bisa mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS).
Ilustrasi. Penggunaan kondom masih dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. (iStockphoto)
Tapi, sayang beribu sayang, manfaat ini malah terkubur oleh keyakinan tabu dan stigma negatif yang kadung terpatri dalam benak sebagian masyarakat.
Alih-alih manfaatnya, kondom justru kerap dikaitkan dengan perilaku melanggar norma. Salah satunya hubungan seks bebas.
Bahkan, berdasarkan catatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2021, penggunaan kondom di Indonesia baru mencapai 3,37 persen. Hal ini sejalan dengan pola pikir masyarakat yang masih menganggap kondom sebagai hal yang tabu.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa bersamaan dengan vasektomi, penggunaan kondom sebagai pilihan metode pencegahan kehamilan masih terbilang rendah.
Salah satu pasalnya adalah kebanyakan pria yang masih berpikir bahwa pengendalian kelahiran hanya terbatas di alat reproduksi wanita.
"Bukan hanya itu, para suami juga menganggap penggunaan kondom bisa mengurangi rasa nikmat saat berhubungan badan," kata Hasto.
Kondom itu alat kontrasepsi yang mudah didapat dan murah. Pemakaiannya juga mudah. Tapi, masih banyak pria ogah memakainya.
Salah satu hal yang menjadi gara-gara adalah stigma negatif yang kerap dikaitkan dengan kondom. Misalnya, kondom yang dikaitkan dengan seks bebas, perzinahan, hingga perselingkuhan.
Seksolog Haekal Anshari mengatakan, beberapa hal di atas pada akhirnya membuat sebagian masyarakat enggan membahas kondom secara terbuka.
"Bukan cuma membahas, membeli kondom saja malu. Malah tidak sedikit yang bahkan membeli secara diam-diam atau menunggu toko sepi," kata Haekal, pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Padahal, lanjut Haekal, kondom sebenarnya merupakan salah satu produk medis yang cukup penting. Kondom memiliki dua fungsi utama, diantaranya sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dan alat proteksi agar terhindar dari risiko PMS, termasuk salah satunya HIV/AIDS yang belakangan marak jadi perbincangan.
Simak pentingnya kondom untuk pria di halaman berikutnya..
Tak adil rasanya jika hanya melabeli kondom sebagai sesuatu yang negatif. Di luar dari konotasi negatifnya, kondom punya manfaat untuk kesehatan.
Melihat hal tersebut, Haekal menyoroti pentingnya edukasi terkait kondom yang diberikan secara masif ke masyarakat.
Edukasi ini, kata Haekal, bukan untuk menggerakkan perilaku seks bebas, melainkan untuk membentuk perilaku seksual yang bertanggung jawab.
"Karena fungsi kondom sebagai alat kesehatan mencakup mencegah kehamilan dan keselamatan diri dan pasangan dari penyakit IMS," kata dia.
Mencegah kehamilan bukan hanya tugas wanita, tapi juga pria.
Selama ini, masyarakat hanya tahu bahwa kehamilan bisa dicegah dengan memasang alat kontrasepsi di tubuh wanita. Misal, dengan minum pil KB, suntik, atau pasang IUD.
Padahal, belum tentu berbagai alat kontrasepsi di atas ini cocok untuk masing-masing tubuh wanita. Oleh karena itu, pria juga harus mau menggunakan kondom.
Perlu digarisbawahi, penggunaan kondom pada pasangan monogamis atau yang sudah menikah tidak berbeda dengan alat kontrasepsi lainnya. Kondom juga berfungsi untuk merencanakan kehamilan, terutama bagi mereka yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi lain seperti pil, suntikan, implan atau spiral (IUD).
Ilustrasi. Kondom jadi salah satu alat kontrasepsi yang paling mudah didapat dan murah. (iStockphoto/:chee gin tan)
Untuk diketahui bahwa KB suntik, pil atau implan adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon. Hal ini dapat memengaruhi keseimbangan alami hormon di dalam tubuh.
Kontrasepsi jenis ini bisa memberikan sejumlah efek samping yang tidak nyaman. Mulai dari jerawat, gangguan haid, kerontokan rambut, perubahan bentuk tubuh, bahkan berpengaruh terhadap dorongan seksual atau libido.
Sementara penggunaan kondom, kata Haekal, tidak memberikan dampak sistemik pada tubuh, baik pria maupun wanita.
"Selain itu berbagai bentuk kondom dengan rasa yang beragam juga bisa dijadikan sebagai salah satu alat untuk melakukan variasi bercinta bagi pasangan suami istri untuk mengatasi kejenuhan dalam berhubungan seksual," kata Haekal.
Dengan manfaatnya yang bejibun itu, untuk apa lagi bapak harus malu atau enggan pakai kondom?
Jakarta, CNN Indonesia --
Dunia sudah modern, tapi kondommasih saja dianggap tabu. Kondom masih jadi hal yang menjijikkan bagi sebagian pria.
"Saya enggak mau pakai kondom. Belinya saja malu, terus bikin enggak enak kalau gituan [berhubungan seks]," ujar Fahri (32) pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Fahri adalah seorang ayah dari dua anak. Berhubungan seks dengan menggunakan kondom, bagi Fahri, terlalu aneh jika dilakukan oleh sepasang suami istri. Seolah-olah menegaskan posisi kondom yang identik dengan seks bebas atau yang dilakukan sebelum menikah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Fahri dan sang istri sepakat untuk mencegah kehamilan ketiga. Tapi Fahri menolak memakai kondom. Alih-alih kondom, alat kontrasepsi IUD, yang dibebankan pada sang istri, dirasa jadi solusi yang tepat.
"Saya dan istri sepakat pengendalian hamilnya pakai IUD yang dipasang di istri," kata Fahri.
Lain Fahri, lain lagi Rendi (30). Dia memilih menjadikan kondom sebagai langkah pencegahan kehamilan. Alasannya, dia tak mau memberatkan sang istri yang harus minum pil KB setiap hari atau memasang implan hingga IUD.
"Kesepakatan saja. Saya juga tidak mau memberatkan istri buat pasang ini itu. Makanya kita pilih yang aman dan nyaman, murah juga. Ya, pakai kondom saja," kata Rendi.
Tak ada yang salah dari pilihan yang diambil Fahri ataupun Rendi, selama pasangan setuju untuk melakukannya.
Namun, dari cerita Fahri, kita semakin tahu bahwa pemikiran 'malu beli' dan 'malas pakai' ini membuat kondom jadi terkesan negatif dan jarang dipilih orang.
Apa, sih, sebenarnya kondom? Kenapa masih dianggap tabu dan berkesan negatif?
Kondom merupakan alat kontrasepsi pencegah kehamilan yang paling mudah didapat dan ditemukan. Kondom dijual bebas di pasaran.
Lebih dari itu, kondom sebenarnya punya banyak nilai tambah jika dibandingkan alat kontrasepsi yang lain. Pemakaian kondom bisa mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS).
Ilustrasi. Penggunaan kondom masih dipandang negatif oleh sebagian masyarakat. (iStockphoto)
Tapi, sayang beribu sayang, manfaat ini malah terkubur oleh keyakinan tabu dan stigma negatif yang kadung terpatri dalam benak sebagian masyarakat.
Alih-alih manfaatnya, kondom justru kerap dikaitkan dengan perilaku melanggar norma. Salah satunya hubungan seks bebas.
Bahkan, berdasarkan catatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2021, penggunaan kondom di Indonesia baru mencapai 3,37 persen. Hal ini sejalan dengan pola pikir masyarakat yang masih menganggap kondom sebagai hal yang tabu.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan bahwa bersamaan dengan vasektomi, penggunaan kondom sebagai pilihan metode pencegahan kehamilan masih terbilang rendah.
Salah satu pasalnya adalah kebanyakan pria yang masih berpikir bahwa pengendalian kelahiran hanya terbatas di alat reproduksi wanita.
"Bukan hanya itu, para suami juga menganggap penggunaan kondom bisa mengurangi rasa nikmat saat berhubungan badan," kata Hasto.
Kondom itu alat kontrasepsi yang mudah didapat dan murah. Pemakaiannya juga mudah. Tapi, masih banyak pria ogah memakainya.
Salah satu hal yang menjadi gara-gara adalah stigma negatif yang kerap dikaitkan dengan kondom. Misalnya, kondom yang dikaitkan dengan seks bebas, perzinahan, hingga perselingkuhan.
Seksolog Haekal Anshari mengatakan, beberapa hal di atas pada akhirnya membuat sebagian masyarakat enggan membahas kondom secara terbuka.
"Bukan cuma membahas, membeli kondom saja malu. Malah tidak sedikit yang bahkan membeli secara diam-diam atau menunggu toko sepi," kata Haekal, pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Padahal, lanjut Haekal, kondom sebenarnya merupakan salah satu produk medis yang cukup penting. Kondom memiliki dua fungsi utama, diantaranya sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dan alat proteksi agar terhindar dari risiko PMS, termasuk salah satunya HIV/AIDS yang belakangan marak jadi perbincangan.
Simak pentingnya kondom untuk pria di halaman berikutnya..
Alasan Pria Harus Pakai Kondom
Ilustrasi. Tak cuma mencegah kehamilan, kondom juga bisa menurunkan risiko penularan penyakit seksual. (Istockphoto/grinvalds)
Tak adil rasanya jika hanya melabeli kondom sebagai sesuatu yang negatif. Di luar dari konotasi negatifnya, kondom punya manfaat untuk kesehatan.
Melihat hal tersebut, Haekal menyoroti pentingnya edukasi terkait kondom yang diberikan secara masif ke masyarakat.
Edukasi ini, kata Haekal, bukan untuk menggerakkan perilaku seks bebas, melainkan untuk membentuk perilaku seksual yang bertanggung jawab.
"Karena fungsi kondom sebagai alat kesehatan mencakup mencegah kehamilan dan keselamatan diri dan pasangan dari penyakit IMS," kata dia.
Mencegah kehamilan bukan hanya tugas wanita, tapi juga pria.
Selama ini, masyarakat hanya tahu bahwa kehamilan bisa dicegah dengan memasang alat kontrasepsi di tubuh wanita. Misal, dengan minum pil KB, suntik, atau pasang IUD.
Padahal, belum tentu berbagai alat kontrasepsi di atas ini cocok untuk masing-masing tubuh wanita. Oleh karena itu, pria juga harus mau menggunakan kondom.
Perlu digarisbawahi, penggunaan kondom pada pasangan monogamis atau yang sudah menikah tidak berbeda dengan alat kontrasepsi lainnya. Kondom juga berfungsi untuk merencanakan kehamilan, terutama bagi mereka yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi lain seperti pil, suntikan, implan atau spiral (IUD).
Ilustrasi. Kondom jadi salah satu alat kontrasepsi yang paling mudah didapat dan murah. (iStockphoto/:chee gin tan)
Untuk diketahui bahwa KB suntik, pil atau implan adalah alat kontrasepsi yang mengandung hormon. Hal ini dapat memengaruhi keseimbangan alami hormon di dalam tubuh.
Kontrasepsi jenis ini bisa memberikan sejumlah efek samping yang tidak nyaman. Mulai dari jerawat, gangguan haid, kerontokan rambut, perubahan bentuk tubuh, bahkan berpengaruh terhadap dorongan seksual atau libido.
Sementara penggunaan kondom, kata Haekal, tidak memberikan dampak sistemik pada tubuh, baik pria maupun wanita.
"Selain itu berbagai bentuk kondom dengan rasa yang beragam juga bisa dijadikan sebagai salah satu alat untuk melakukan variasi bercinta bagi pasangan suami istri untuk mengatasi kejenuhan dalam berhubungan seksual," kata Haekal.
Dengan manfaatnya yang bejibun itu, untuk apa lagi bapak harus malu atau enggan pakai kondom?