HARI AIDS SEDUNIA

7 Gejala Awal HIV, Terkadang Mirip Flu Biasa

CNN Indonesia
Kamis, 01 Des 2022 14:45 WIB
Deteksi dini HIV/AIDS bisa dilakukan dengan mengenali beberapa gejala awal HIV berikut ini. Ilustrasi. Batuk yang tak kunjung hilang jadi salah satu gejala awal HIV. (iStock/klebercordeiro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari AIDS Sedunia diperingati setiap 1 Desember. Momen ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.

Mendeteksi keberadaan Human immunodeficiency virus (HIV) dalam tubuh dapat dilakukan dengan mengetahui gejala-gejala yang muncul sejak dini. Anda perlu tahu beberapa gejala awal HIV berikut ini.

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tak ditangani, HIV dapat merusak sel T yang bertugas untuk membantu fungsi sistem imun. Akibatnya, tubuh pengidapnya akan sangat rentan terhadap infeksi.

Tak cuma itu, jika tak ditangani dengan tepat, HIV juga bisa berkembang menjadi AIDS sebagai kondisi yang lebih parah.

Perlu dicatat bahwa infeksi HIV tidak selalu menimbulkan gejala yang nampak. Maka dari itu, banyak penderita HIV yang tidak mengetahui secara pasti kapan mereka terinfeksi.

Namun, gejala dapat timbul dalam 2 hingga 6 minggu setelah terpapar virus. Gejala mulai muncul pada saat sistem kekebalan tubuh melawan virus tersebut.

Gejala Awal HIV

Gejala awal HIV diketahui menyerupai gejala pada penyakit infeksi lainnya, seperti flu, sehingga sering kali sulit dibedakan. Gejala-gejala ini biasanya bertahan satu atau dua minggu dan kemudian akan hilang dengan sendirinya.

Melansir Mayo Clinic, berikut beberapa gejala umum HIV yang penting untuk diketahui sejak dini.

1. Demam

ilustrasi demamIlustrasi. Demam, salah satu gejala awal HIV. (Istockphoto/ vadimguzhva)

Saat demam menyerang, suhu tubuh meningkat di atas kisaran normal dan sering kali menyebabkan keringat dan menggigil.

Demam sering kali disertai dengan gejala ringan lainnya seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

Pada titik ini, virus bergerak ke aliran darah dan mulai bereplikasi dalam jumlah besar. Ketika itu terjadi, sistem kekebalan akan menginduksi reaksi inflamasi.

2. Kelelahan

Respons peradangan yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terkepung dapat menyebabkan penderita HIV merasa lelah dan lesu. Terkadang, hal itu bisa membuat mereka merasa kelelahan dan kehabisan napas.

3. Kelenjar getah bening membengkak dan nyeri sendi

Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melindungi darah dengan menyingkirkan bakteri dan virus. Kelenjar getah bening cenderung meradang saat ada infeksi.

Kelenjar getah bening umumnya akan ditemukan di area sekitar ketiak, selangkangan, dan leher. Saat terinfeksi, kelenjar getah bening akan membengkak dan menimbulkan rasa nyeri.

4. Ruam kulit

Ruam kulit dapat terjadi pada fase awal atau akhir infeksi HIV. Ruam dapat berlangsung selama 2-3 minggu.

Awalnya, ruam bisa jadi tidak terasa gatal. Namun dalam beberapa kasus, ruam akan tampak mirip seperti bisul, dengan jerawat merah muda yang terasa gatal.

5. Mual, muntah dan diare

Banyak orang mengalami masalah sistem pencernaan sebagai gejala HIV. Namun, mual, muntah, dan diare juga dapat muncul pada tahap infeksi selanjutnya, biasanya akibat infeksi oportunistik.

Penting untuk tetap terhidrasi. Diare yang tak kunjung henti dan tidak menanggapi terapi biasanya merupakan indikasi HIV.

6. Sakit tenggorokan dan batuk kering

Ilustrasi sakit tenggorokanIlustrasi. Batuk, salah satu gejala awal HIV. (iStock/bymuratdeniz)

Batuk kering kronis yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan adalah gejala khas pada pasien HIV yang sudah parah. Setiap orang dengan gejala yang tak kunjung sembuh seperti ini harus menemui dokter, terutama jika gejalanya memburuk.

7. Berkeringat di malam hari

Banyak orang akan berkeringat di malam hari selama tahap awal HIV. Kondisi ini bahkan bisa menjadi lebih umum pada infeksi selanjutnya .

Penting untuk diingat bahwa gejala HIV tahap awal tak jauh berbeda dengan penyakit-penyakit umum lainnya. Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas dan memiliki faktor risiko, maka segera lakukan pemeriksaan.



(del/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER