Ingin Tampan, Transplantasi Rambut Malah Berujung Maut di India

tim | CNN Indonesia
Rabu, 07 Des 2022 20:06 WIB
Seorang pria berusia 30 tahun meninggal dunia karena dugaan kelalaian medis setelah menjalani transplantasi rambut di sebuah klinik di Delhi, India. Seorang pria berusia 30 tahun meninggal dunia karena dugaan kelalaian medis setelah menjalani transplantasi rambut di sebuah klinik di Delhi, India. (AFP/SAJJAD HUSSAIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria berusia 30 tahun meninggal dunia karena dugaan kelalaian medis setelah menjalani transplantasi rambut di sebuah klinik di Delhi, India.

Athar Rasheed, seorang eksekutif televisi asal India yang rambutnya menipis hanya ingin terlihat tampan agar segera memiliki pasangan hidup.

Dalam masyarakat India masa kini, pria juga merasakan tekanan untuk tampil muda dan rapi karena takut kehilangan status sosialnya.

Pria-pria yang rambutnya mulai menipis memilih untuk melakukan transplantasi rambut lantaran dianggap bakal punya pendapatan yang meningkat dan adanya tekanan pada penampilan pribadi yang menjadi lebih kuat seiring waktu.

Namun di sektor yang dikontrol dengan lemah, prosedur transplantasi rambut yang terkadang dilakukan oleh amatir yang berlatih sendiri di YouTube, dapat berakibat fatal.

Rasheed merupakan satu-satunya pencari nafkah bagi keluarganya. Ia bercita-cita untuk kehidupan yang lebih baik seperti memiliki rumah hingga menikahkan kedua saudara perempuannya.

Namun, dirinya menderita sepsis usai menjalani transplantasi rambut tahun lalu. Hal tersebut disampaikan sang ibunda, Asiya Begum sebagaimana dikutip dari AFP.

Rasheed dilaporkannya mengalami pembengkakan yang menyebar dari kepalanya dan juga menderita rasa sakit yang luar biasa.

"Putraku meninggal dengan kematian yang sangat menyakitkan. Ginjalnya berhenti berfungsi dan kemudian semua organ lainnya rusak," kata sang ibunda putus asa.

Keluarga Rasheed kemudian mengajukan pengaduan ke polisi membawa sejumlah foto yang menunjukkan wajah Rasheed yang membengkak dan ruam hitam yang muncul di sekujur tubuhnya pada jam-jam terakhir sebelum kematiannya.

Empat orang pelaku prosedur transplantasi amatir tersebut pun telah ditangkap dan sedang menunggu proses persidangan.

"Saya mengingat putra saya setiap hari dan meninggal dengan lambat," ucap Begum selagi duduk di rumah yang sederhana di lingkungan ibu kota yang kumuh.

"Saya kehilangan anak laki-laki saya, tetapi saya tidak ingin ibu lain kehilangan anak mereka karena praktik penipuan beberapa orang," katanya.

Bagaimana sebenarnya prosedur transplantasi rambut?

Ketika dilakukan oleh ahli bedah yang terampil, transplantasi rambut dapat menjadi pengalaman yang mengubah hidup dan meningkatkan kepercayaan diri, terutama bagi pria muda India yang mencari pertumbuhan pribadi dan profesional.

Harish Iyer, seorang komentator sosial dan aktivis persamaan hak, mengatakan pria kini mulai lebih fokus pada dandanan mereka seiring perubahan gaya hidup.

"Kebutuhan untuk menunjukkan wajah yang muda dan vitalitas digaungkan oleh semua jenis kelamin. Tekanan selalu ada pada wanita untuk melihat ke arah tertentu dan menemukan penerimaan, tapi jarumnya sekarang berubah," kata Iyer.

Tetapi pada saat yang sama, para spesialis mengatakan gaya hidup yang semakin tidak aktif, kebiasaan merokok, pola makan yang tidak tepat, dan stres dapat menyebabkan kerontokan rambut dini.

Prosedur transplantasi rambut sendiri melibatkan pengangkatan folikel dari area rambut yang padat, seperti bagian belakang kepala, dan kemudian menanamkannya di area kepala yang botak.

Singh sudah melakukan hingga 15 operasi sebulan di klinik kelas atas di lingkungan mewah New Delhi.

Sebagian besar pasiennya berusia 25 hingga 35 tahun yang ingin menikah atau menaiki tangga profesional, terutama dalam pekerjaan yang mengutamakan penampilan.

Biaya prosedurnya sekitar 350.000 rupee atau kira-kira sebesar Rp66,4 juta, yang merupakan nilai yang cukup besar di India. Operasi dengan biaya yang jauh lebih murah biasanya diawaki oleh personel yang tidak terlatih dan dilakukan pada klinik yang lebih kumuh.

"Menonton workshop di YouTube atau platform serupa bukanlah pelatihan yang memadai untuk memulai prosedur estetika termasuk transplantasi rambut," kata Singh.

Dirinya menambahkan, hanya dokter yang terlatih dengan baik yang boleh melakukan prosedur seperti itu. Singh, seorang ahli bedah plastik, mengatakan pedoman itu harus dipatuhi dengan ketat.

(del/chs)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER