Ketika Rasa Takut dan Ngeri Menjelma Jadi Derai Sensasi
CNN Indonesia
Kamis, 29 Des 2022 10:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Memburu ngeri di wahana horor. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Hal ini pula yang terjadi pada orang yang suka segala sesuatu berkonsep horor termasuk wahana horor. Menurut Mira, ketika orang menjajal emosi takutnya, itu sama saja orang melatih mengendalikan rasa takutnya.
"Kalau orang mengulang perbuatannya, itu karena dia merasa mampu di situ. Dia mempunyai kemampuan mengontrol emosi yang ada. Ada sense of mastery-nya," kata Mira saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (15/12).
Sah-sah saja jika Anda ingin menguji nyali di wahana horor. Namun Mira memberikan sedikit catatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, Anda perlu benar-benar mengenali apa yang Anda kunjungi. Wahana hantu atau rumah hantu akan penuh dengan segala sesuatu yang menakutkan. Tak jarang sosok-sosok itu akan mengejutkan Anda dengan aksinya. Sebaiknya Anda berkunjung karena benar-benar tahu apa yang akan disambangi, bukan karena ikut-ikutan teman.
Kemudian, komunikasikan kondisi Anda pada teman sekelompok. Kunjungan ke wahana horor biasanya dilakukan beramai-ramai sehingga penting untuk saling tahu kondisi masing-masing.
Kondisi ini terutama kondisi kesehatan dan efek yang biasa dialami tubuh saat di bawah tekanan dan ketakutan.
"Pada kasus ekstrem, ada yang kalau takut itu terus tubuhnya gemetar banget, ternyata punya riwayat kejang. Kalau ada riwayat kesehatan tertentu, diskusikan dengan teman, terbuka sama mereka," katanya.
Terakhir, kenali kondisi kesehatan mental Anda. Saat kondisi emosi sedang ekstrem di satu titik, sebaiknya pilih kegiatan yang memberikan sensasi berbeda tapi dalam takaran ringan.
"Misal lagi sedih banget, marah banget, [lalu nekat], Anda sudah bayar, nanti bukan dapet sensasinya tapi dapet efek sampingnya," jelas Mira.
Najwa Huwel dan Najwa Bahaswan duduk, menghimpun tenaga setelah dibuat kalang kabut di wahana horor bertajuk Dendam Hotel Palmerah. Wahana ini jadi wahana horor kedua yang mereka sambangi.
"Takut sih tapi seru juga. Tadi pas masuk langsung dikagetin sama hantu, langsung ngelakuin misi mindahin kursi roda," kata Najwa Huwel yang akrab disapa Najwa.
"Setannya pada ngejar kan! Jadinya makin seru juga," ujar Najwa Bahaswan yang biasa disapa Awa menimpali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ketakutan sampai berlari-lari dikejar setan, keduanya mengaku ingin mencoba wahana horor lain jika ada. Menurut Najwa wahana horor tak hanya memberikan sensasi ketakutan tapi juga kesempatan untuk bersenang-senang dengan teman.
"Ketakutan bareng, itu seru aja. Ketawa-ketawa juga kan tadi, pakai acara narik-narik, dorong-dorongan," imbuhnya.
Kendati memicu rasa takut dan ngeri, wisata horor nyatanya tetap diminati. Fenomena seperti ini ternyata bisa dijelaskan dari kacamata psikologi.
Psikolog Mira Amir mengamati mereka yang menyambangi tempat wisata atau wahana berkonsep horor memang mencari sensasi. Wahana horor mampu menstimulasi hormon adrenalin dalam intensitas tertentu sehingga jantung bekerja lebih keras, produksi keringat banyak, indera lebih waspada dan napas lebih cepat.
Wahana horor Dendam Hotel Palmerah di Jakarta. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Dalam jumlah berlebihan, hormon satu ini efeknya memang tidak baik sebab bisa memicu kenaikan tekanan darah, sulit tidur hingga penyakit jantung.
Hanya saja, kenapa ya orang mau bolak-balik wahana horor atau rumah hantu?
Mira menggambarkan emosi layaknya gedung dengan beragam ruangan. Ada ruangan dengan emosi takut, bahagia, sedih dan emosi-emosi lain. Ada orang yang suka menonton film atau serial drama romantis yang alurnya menyayat hati dan bikin banjir air mata. Layaknya masuk gedung emosi, orang ini suka mengunjungi ruang dengan emosi sedih.
Sebelum ke Wahana Horor, Kenali Kondisi Mental Anda
Reaksi para pengunjung saat berada di wahana horor The Village di Jakarta Utara. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Hal ini pula yang terjadi pada orang yang suka segala sesuatu berkonsep horor termasuk wahana horor. Menurut Mira, ketika orang menjajal emosi takutnya, itu sama saja orang melatih mengendalikan rasa takutnya.
"Kalau orang mengulang perbuatannya, itu karena dia merasa mampu di situ. Dia mempunyai kemampuan mengontrol emosi yang ada. Ada sense of mastery-nya," kata Mira saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (15/12).
Sah-sah saja jika Anda ingin menguji nyali di wahana horor. Namun Mira memberikan sedikit catatan.
Pertama, Anda perlu benar-benar mengenali apa yang Anda kunjungi. Wahana hantu atau rumah hantu akan penuh dengan segala sesuatu yang menakutkan. Tak jarang sosok-sosok itu akan mengejutkan Anda dengan aksinya. Sebaiknya Anda berkunjung karena benar-benar tahu apa yang akan disambangi, bukan karena ikut-ikutan teman.
Kemudian, komunikasikan kondisi Anda pada teman sekelompok. Kunjungan ke wahana horor biasanya dilakukan beramai-ramai sehingga penting untuk saling tahu kondisi masing-masing.
Kondisi ini terutama kondisi kesehatan dan efek yang biasa dialami tubuh saat di bawah tekanan dan ketakutan.
"Pada kasus ekstrem, ada yang kalau takut itu terus tubuhnya gemetar banget, ternyata punya riwayat kejang. Kalau ada riwayat kesehatan tertentu, diskusikan dengan teman, terbuka sama mereka," katanya.
Terakhir, kenali kondisi kesehatan mental Anda. Saat kondisi emosi sedang ekstrem di satu titik, sebaiknya pilih kegiatan yang memberikan sensasi berbeda tapi dalam takaran ringan.
"Misal lagi sedih banget, marah banget, [lalu nekat], Anda sudah bayar, nanti bukan dapet sensasinya tapi dapet efek sampingnya," jelas Mira.