Jakarta, CNN Indonesia -- Pintu 'broken heart' akan langsung menyambut Anda ketika pertama kali berkunjung ke Museum Patah Hati yang berlokasi di Chillax, Sudirman, Jakarta Pusat.
Agar pintu terbuka, berteriaklah sekencang-kencangnya. Berteriak membuat pintu mengizinkan Anda untuk masuk dan menjelajah setiap sudut kesedihan di Museum Patah Hati.
Museum Patah hati menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar tangisan dan jeritan saat putus cinta. Di museum ini, ada banyak hal yang bisa membuat Anda sadar betapa berharganya diri dari sekadar rentetan kesedihan gara-gara diabaikan cinta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dekorasi setiap ruangannya penuh warna. Ada banyak ornamen mengejutkan untuk setiap fase patah hati yang bisa dialami seseorang.
Co founder Haluu World Norine Wibisono mengatakan, karya seni yang dipamerkan dalam Museum Patah Hati ini memang memiliki tujuan khusus.
Utamanya ditujukan untuk mereka yang sedang berada di fase galau agar bisa mendapat kebahagiaannya kembali sesuai dengan fase-fase yang ada di museum ini.
"Kami beranggapan dengan tema yang universal, relate ya semua orang pernah merasa patah hati. Kami memang ingin mengajak siapa saja yang sedang patah hati agar bisa having fun dan kembali bahagia di museum ini," kata Norine dalam konferensi pers di kawasan Chillax Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (22/6).
Setiap ruangan yang harus dilewati oleh pengunjung adalah fase-fase yang biasanya dirasakan saat mengalami kegagalan cinta. Gagal cinta ini entah putus karena prinsip yang berbeda, putus karena perselingkuhan, atau patah hati karena cinta bertepuk sebelah tangan.
 Suasana Museum Patah Hati di Chillax, Jakarta. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Semua rasa, cerita, dan pengalaman tergambar jelas di setiap ruangan yang ada di museum ini.
Ambil contoh ketika berhasil melewati pintu 'broken heart', pengunjung akan diajak masuk ke ruangan labirin dengan banyak pintu yang menggambarkan suasana hati. Salah satu labirinnya mengajak Anda ke ruangan penuh bunga terbalik, menggambarkan hati yang semula berbunga-bunga tapi jatuh karena putus cinta.
Atau, labirin dengan ruangan penuh tulisan, sumpah serapah soal cinta yang gagal. Ruangan ini menggambarkan suasana hati yang terpuruk karena lagi-lagi, cinta yang gagal.
Simak ulasan Museum Patah Hati selengkapnya di halaman berikutnya..
Fase demi fase patah hati
Museum Patah Hati menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar tangisan dan jeritan saat putus cinta. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Sukses keluar dari labirin, Anda akan diajak masuk ke ruangan besar penuh lampu dan ada hati di tengahnya.
Hati besar ini tak menyala. Hati hanya menyala ketika Anda menekan setiap tombolnya dengan kuat.
Fase ini menggambarkan perasaan yang berusaha disembuhkan. Hati yang berusaha bangkit dari keterpurukan.
Anda juga akan diajak ke ruangan lain yang penuh kenangan mantan. Banyak barang-barang yang bisa membuat orang ingat mantan. Tapi, semua barang ini bekas dan layak dibuang.
Setelah itu, Anda akan masuk ke ruangan 'move on'. Ruangan ini didominasi warna ungu, terang, dan instalasinya cukup menarik. Di ruangan ini Anda bebas berswafoto, terlihat energik dan semenarik mungkin.
"Ruangan ini kita sebut fase move on, waktunya menampilkan versi baru yang paling baik dari diri Anda," kata dia.
Tapi tentu saja jelajah museum tidak selesai di situ. Setelah asyik dan puas berswafoto, Anda bisa naik ke lantai dua untuk mencoba perosotan hati. Di sini Anda bebas berteriak, menumpahkan segala perasaan sedih di hati.
"Karena kita memang berniat ingin mengajak semua orang yang patah hati agar tidak sedih berlarut-larut. Bisa move on, melangkah maju lebih baik," kata dia.
Meski bertema patah hati, museum ini tentu terbuka untuk siapa saja. Anda yang sudah memiliki pasangan, bahkan sudah menikah, juga dipersilakan untuk datang ke museum ini.
Toh, museum ini tidak hanya menjual cerita patah hati. Instalasi dan pemilihan warna di setiap ruangan museum ini juga menarik untuk dinikmati.
Museum Patah Hati sendiri bisa dinikmati selama 23 Juni hingga 22 Agustus 2023. Pengunjung yang tertarik masuk dikenakan tarif Rp69 ribu di hari kerja dan Rp89 ribu di hari libur.
Bagi yang belum memiliki rencana libur akhir pekan, Museum Patah Hati mungkin bisa jadi salah satu tujuan.