Ilustrasi. Konsep cantik ala Korea Selatan kini tengah menjadi fenomena sendiri. (iStockphoto/kitthanes)
Jakarta, CNN Indonesia --
Cantik. Satu kata ini memiliki definisi yang berbeda untuk setiap orang.
Kalau kata orang, cantik itu memang relatif. Tergantung cara pikir, sudut pandang, atau bahkan angle kamera dan fitur edit gambar yang digunakan.
Saat ini, banyak orang mendefinisikan cantik yang berkiblat ke artis Korea Selatan. Jika melihat girl band dan nonton drama Korea, kesempurnaan wajah si tokoh wanita bisa menyihir para penontonnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Efeknya, banyak orang yang ingin punya penampilan bak idol Korea ini.
Raihanun (32) misalnya, mengaku sudah menonton drama Korea sejak tahun 2000-an. Kala itu, drama Korea banyak ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.
Ingat sekali dia, salah satu drama favoritnya berjudul Winter Sonata yang diperankan aktris Choi Ji Woo dan aktor Bae Yong Joon.
"Waktu itu pemeran wanitanya pakai rambut pendek banget. Aku yang masih kecil sampai nangis ke ibu minta dipotong pendek. Padahal muka aku agak kotak dulu dan rambut aku keriting. Jadi, ya, enggak pantas, tapi aku maksa," kata Raihanun kepada CNNIndonesia.com membagikan ceritanya beberapa waktu lalu.
Fanatik cantik ala artis Korea bahkan masih dirasakan hingga saat ini. Jujur saja, Raihanun memang sangat tergila-gila dengan cantik versi Korea ini.
Setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, dia menabung selama kurang lebih tiga tahun. Tujuannya untuk mengubah bentuk rahangnya yang semula kotak agar lebih tirus seperti artis Korea.
"Tahun 2017 aku operasi rahang. Tapi enggak di Korea. Mahal banget. Jadi aku operasinya di Thailand. Di sana juga bagus buat operasi asal referensinya jelas saja," kata dia.
Kini Raihanun berencana untuk melakukan operasi hidung agar lebih kecil dan mancung. Operasi satu ini bisa dilakukan di Indonesia. Kini banyak klinik kecantikan Korea berkualitas yang bisa didatangi.
"Lagi nabung, sih, mau operasi hidung," ujar Raihanun.
Selain operasi rahang dan hidung, Raihanun juga melakoni perawatan-perawatan kecantikan lainnya demi wajah kinclong bak idol Korea. Botox, slimming, dan perawatan kecantikan lainnya rela dia jabani.
"Pokoknya aku melakukan apa yang aku suka dan mau. Ini [tampil cantik seperti idol Korea], kan, bikin aku lebih percaya diri," kata dia.
Bae Suzy, salah satu idol Korea yang kini kecantikannya tengah digilai. (Netflix)
Raihanun tak sendiri. Influencer Tiffani Afifa juga pernah terkena jerat cantik ala Korea. Momen ini terjadi sekitar tahun 2012-2013 lalu.
Hanya saja, usahanya untuk terlihat seperti IU atau Bae Suzy terbatas di penggunaan produk skincare dan makeup dari Korea Selatan. Tak seperti Raihanun, yang mengubah bentuk wajah.
"Tergiur dengan visual mereka. Walau agak jauh [dengan bentuk muka saya], tapi usaha dulu. Dulu itu mikirnya bisa mirip kalau pakai produk dari sana," kata Tiffani dalam program diskusi "Secret at Newsroom: Dirayu Cantik ala Korea", Selasa (26/9).
Tiffani juga mengaku pernah mengikuti 10 step Korean skincare yang populer di Negeri Ginseng. Namun, cara ini justru bikin kulit wajahnya rusak. Bukan mulus, yang ada jerawat muncul di mana-mana.
"Malah breakout parah. Sekarang aku pakai lokal saja, produk lokal dan enggak sampai 10 step. Kita pakai yang less saja. Seperlunya," kata dia.
Godaan catik ala Korea ini sudah jadi hal lumrah di Indonesia, dan mungkin juga berbagai negara lain. Dokter spesialis kecantikan Arini Astasari Widodo mengakui hal tersebut.
Arini mengatakan, persepsi cantik orang Indonesia saat ini memang banyak dipengaruhi tayangan drama dan musik dari Negeri Ginseng. Hal ini juga memengaruhi cara mereka berdadan, memilih makeup dan skincare routine.
Tak sedikit bahkan pasien yang datang ke kliniknya untuk melakukan treatment dengan referensi kecantikan ala Korea.
"Ingin kulit lebih dewy, lembap, kemudian kalau dipegang lebih kenyal, dan ingin wajah v-shape. Ini tren kecantikan yang memang ramai di Korea," kata dia.
Namun demikian, Arini mengingatkan bahwa selayaknya tren, konsep kecantikan Korea ini perlahan akan hilang. Tren adalah sesuatu yang 'come and go'. Ia akan berubah dan diganti dengan tren lainnya.
Arini juga tak selalu mengikuti keinginan pasiennya 100 persen. Faktor kecocokan dan keamanan bagi pasien jadi beberapa pertimbangannya dalam memberikan treatment.
Rasa percaya diri rendah
Psikolog Nisfie M Hoesin mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah terlanjur biasa dengan budaya yang ditawarkan Korea Selatan, termasuk urusan kecantikan. Meski klise, tapi paparan informasi yang semakin mudah jadi salah satu penyebabnya.
"Karena terbiasa melihat, jadi dianggap sebagai hal yang biasa. Maksudnya biasa di sini adalah pemikiran bahwa, ya, cantik memang putih, mata kecil, hidung kecil, kulit mulus, kurus. Ya seperti yang ditampilkan artis Korea ini," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Nisfie juga menilai eksposure tentang operasi plastik dan skincare Korea yang beragam juga kini menjadi hal yang lumrah. Orang-orang dicekoki bahwa yang lumrah itu kulit mulus, putih, dan kurus.
Apa lacur, standar kecantikan pun berubah. Cantik Indonesia dengan kulit kuning langsat dan sawo matang, berubah menjadi wajah idol-idol Korea.
"Ada jerawat sedikit, stres. Kulit kusam, stres. Pokoknya harus mulus, putih, hidung mancung. Efeknya ya berusaha mengubah. Meskipun tidak semua orang seperti itu, tapi memang ada yang begitu," kata dia.
Selain faktor eksternal seperti paparan informasi, rasa percaya diri yang rendah juga dianggap sebagai salah satu pemicunya.
Nisfie mengatakan, rasa ingin terlihat sempurna bak artis Korea bisa juga dipengaruhi oleh rasa percaya diri rendah yang sudah ada dalam beberapa individu.
Kurangnya dukungan dari orang juga bisa memperparah kondisi tersebut. Misalnya, saat kecil disebut jelek, hitam, gimbal, pesek, pendek, dan persoalan fisik lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja untuk membentuk self love yang kuat.
"Membentuk pemikiran 'kamu cantik dengan dirimu' itu sudah cukup membuat orang lain tidak kehilangan jati dirinya untuk jadi seperti apa yang mereka lihat di televisi. Toh, ya tidak semua yang kamu lihat itu benar-benar cantik," kata Nisfie.
Jakarta, CNN Indonesia --
Cantik. Satu kata ini memiliki definisi yang berbeda untuk setiap orang.
Kalau kata orang, cantik itu memang relatif. Tergantung cara pikir, sudut pandang, atau bahkan angle kamera dan fitur edit gambar yang digunakan.
Saat ini, banyak orang mendefinisikan cantik yang berkiblat ke artis Korea Selatan. Jika melihat girl band dan nonton drama Korea, kesempurnaan wajah si tokoh wanita bisa menyihir para penontonnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Efeknya, banyak orang yang ingin punya penampilan bak idol Korea ini.
Raihanun (32) misalnya, mengaku sudah menonton drama Korea sejak tahun 2000-an. Kala itu, drama Korea banyak ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.
Ingat sekali dia, salah satu drama favoritnya berjudul Winter Sonata yang diperankan aktris Choi Ji Woo dan aktor Bae Yong Joon.
"Waktu itu pemeran wanitanya pakai rambut pendek banget. Aku yang masih kecil sampai nangis ke ibu minta dipotong pendek. Padahal muka aku agak kotak dulu dan rambut aku keriting. Jadi, ya, enggak pantas, tapi aku maksa," kata Raihanun kepada CNNIndonesia.com membagikan ceritanya beberapa waktu lalu.
Fanatik cantik ala artis Korea bahkan masih dirasakan hingga saat ini. Jujur saja, Raihanun memang sangat tergila-gila dengan cantik versi Korea ini.
Setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, dia menabung selama kurang lebih tiga tahun. Tujuannya untuk mengubah bentuk rahangnya yang semula kotak agar lebih tirus seperti artis Korea.
"Tahun 2017 aku operasi rahang. Tapi enggak di Korea. Mahal banget. Jadi aku operasinya di Thailand. Di sana juga bagus buat operasi asal referensinya jelas saja," kata dia.
Kini Raihanun berencana untuk melakukan operasi hidung agar lebih kecil dan mancung. Operasi satu ini bisa dilakukan di Indonesia. Kini banyak klinik kecantikan Korea berkualitas yang bisa didatangi.
"Lagi nabung, sih, mau operasi hidung," ujar Raihanun.
Selain operasi rahang dan hidung, Raihanun juga melakoni perawatan-perawatan kecantikan lainnya demi wajah kinclong bak idol Korea. Botox, slimming, dan perawatan kecantikan lainnya rela dia jabani.
"Pokoknya aku melakukan apa yang aku suka dan mau. Ini [tampil cantik seperti idol Korea], kan, bikin aku lebih percaya diri," kata dia.
Bae Suzy, salah satu idol Korea yang kini kecantikannya tengah digilai. (Netflix)
Raihanun tak sendiri. Influencer Tiffani Afifa juga pernah terkena jerat cantik ala Korea. Momen ini terjadi sekitar tahun 2012-2013 lalu.
Hanya saja, usahanya untuk terlihat seperti IU atau Bae Suzy terbatas di penggunaan produk skincare dan makeup dari Korea Selatan. Tak seperti Raihanun, yang mengubah bentuk wajah.
"Tergiur dengan visual mereka. Walau agak jauh [dengan bentuk muka saya], tapi usaha dulu. Dulu itu mikirnya bisa mirip kalau pakai produk dari sana," kata Tiffani dalam program diskusi "Secret at Newsroom: Dirayu Cantik ala Korea", Selasa (26/9).
Tiffani juga mengaku pernah mengikuti 10 step Korean skincare yang populer di Negeri Ginseng. Namun, cara ini justru bikin kulit wajahnya rusak. Bukan mulus, yang ada jerawat muncul di mana-mana.
"Malah breakout parah. Sekarang aku pakai lokal saja, produk lokal dan enggak sampai 10 step. Kita pakai yang less saja. Seperlunya," kata dia.
Rasa percaya diri rendah dan pentingnya self-love
Ilustrasi. Konsep cantik ala Korea Selatan kini tengah menjadi fenomena sendiri. (iStockphoto/ake1150s)
Godaan catik ala Korea ini sudah jadi hal lumrah di Indonesia, dan mungkin juga berbagai negara lain. Dokter spesialis kecantikan Arini Astasari Widodo mengakui hal tersebut.
Arini mengatakan, persepsi cantik orang Indonesia saat ini memang banyak dipengaruhi tayangan drama dan musik dari Negeri Ginseng. Hal ini juga memengaruhi cara mereka berdadan, memilih makeup dan skincare routine.
Tak sedikit bahkan pasien yang datang ke kliniknya untuk melakukan treatment dengan referensi kecantikan ala Korea.
"Ingin kulit lebih dewy, lembap, kemudian kalau dipegang lebih kenyal, dan ingin wajah v-shape. Ini tren kecantikan yang memang ramai di Korea," kata dia.
Namun demikian, Arini mengingatkan bahwa selayaknya tren, konsep kecantikan Korea ini perlahan akan hilang. Tren adalah sesuatu yang 'come and go'. Ia akan berubah dan diganti dengan tren lainnya.
Arini juga tak selalu mengikuti keinginan pasiennya 100 persen. Faktor kecocokan dan keamanan bagi pasien jadi beberapa pertimbangannya dalam memberikan treatment.
Rasa percaya diri rendah
Psikolog Nisfie M Hoesin mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah terlanjur biasa dengan budaya yang ditawarkan Korea Selatan, termasuk urusan kecantikan. Meski klise, tapi paparan informasi yang semakin mudah jadi salah satu penyebabnya.
"Karena terbiasa melihat, jadi dianggap sebagai hal yang biasa. Maksudnya biasa di sini adalah pemikiran bahwa, ya, cantik memang putih, mata kecil, hidung kecil, kulit mulus, kurus. Ya seperti yang ditampilkan artis Korea ini," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Nisfie juga menilai eksposure tentang operasi plastik dan skincare Korea yang beragam juga kini menjadi hal yang lumrah. Orang-orang dicekoki bahwa yang lumrah itu kulit mulus, putih, dan kurus.
Apa lacur, standar kecantikan pun berubah. Cantik Indonesia dengan kulit kuning langsat dan sawo matang, berubah menjadi wajah idol-idol Korea.
"Ada jerawat sedikit, stres. Kulit kusam, stres. Pokoknya harus mulus, putih, hidung mancung. Efeknya ya berusaha mengubah. Meskipun tidak semua orang seperti itu, tapi memang ada yang begitu," kata dia.
Selain faktor eksternal seperti paparan informasi, rasa percaya diri yang rendah juga dianggap sebagai salah satu pemicunya.
Nisfie mengatakan, rasa ingin terlihat sempurna bak artis Korea bisa juga dipengaruhi oleh rasa percaya diri rendah yang sudah ada dalam beberapa individu.
Kurangnya dukungan dari orang juga bisa memperparah kondisi tersebut. Misalnya, saat kecil disebut jelek, hitam, gimbal, pesek, pendek, dan persoalan fisik lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja untuk membentuk self love yang kuat.
"Membentuk pemikiran 'kamu cantik dengan dirimu' itu sudah cukup membuat orang lain tidak kehilangan jati dirinya untuk jadi seperti apa yang mereka lihat di televisi. Toh, ya tidak semua yang kamu lihat itu benar-benar cantik," kata Nisfie.