7 Jamu Pelancar Haid Sekaligus Atasi Kram Perut
Siklus haid merupakan proses alami yang terjadi pada perempuan setiap bulannya. Mengutip Cleveland Clinic, rata-rata siklus haid berlangsung sekitar 28 hari, tetapi rentang normal bisa antara 21 hingga 35 hari.
Sayangnya, tidak semua perempuan mengalami siklus haid yang lancar. Beberapa orang bisa mengalami haid tidak teratur dan disertai nyeri dan kram perut yang mengganggu.
Selain memperbaiki gaya hidup, konsumsi jamu pelancar haid juga bisa menjadi solusi alami untuk membantu mengatasi berbagai masalah terkait menstruasi.
Bahan untuk membuat jamu ini sebagian besar terbuat dari rempah dan tanaman herbal khas Indonesia, seperti jahe, kunyit, sirih, hingga asam jawa yang memang dikenal memiliki kemampuan untuk mengatasi keluhan kesehatan.
Jamu untuk melancarkan haid
Berikut rekomendasi jamu untuk melancarkan haid yang juga membantu meredakan nyeri haid dan kram perut.
1. Kunyit asam
Kunyit asam merupakan jamu pelancar haid yang paling populer di kalangan perempuan. Jamu ini terbuat dari perpaduan kunyit dan asam Jawa, biasanya dicampur pula dengan gula aren dan air.
Mengutip buku Ensiklopedia Jamu di Indonesia (2023) karya Vanesa Adisa, kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi, serta senyawa curcumenol yang berfungsi sebagai analgesik atau pereda nyeri.
Asam Jawa mengandung antosianin yang membantu melancarkan haid sekaligus meredakan kram perut. Cara membuatnya cukup dengan merebus kunyit yang telah dihaluskan bersama bahan lainnya, kemudian disaring dan disajikan hangat atau dingin.
2. Sinom
Jamu sinom dibuat dari daun asam muda yang dicampur dengan kunyit, temulawak, kapulaga, kayu manis, pala, dan gula merah. Jamu ini memiliki rasa manis khas dan dipercaya dapat mengatasi nyeri haid sekaligus mencerahkan kulit dan meremajakan tubuh.
Kandungan antioksidan dan antiinflamasi dalam sinom membantu melancarkan siklus menstruasi dan mengurangi kram perut. Catatan untuk ibu hamil, sebaiknya membatasi konsumsi jamu ini.
Cara pembuatannya, biasanya bahan-bahan direbus bersamaan dan airnya diminum setelah disaring.
3. Kudu laos
Jamu kudu laos merupakan perpaduan mengkudu dan laos yang diolah bersama jahe merah, kencur, kapulaga, ketumbar, dan gula merah. Jamu ini bermanfaat menghangatkan tubuh dan meredakan ketidaknyamanan perut, termasuk kram menstruasi.
Selain itu, kudu laos juga mendukung kesehatan kulit dan otak. Rasa jamu ini cenderung asam dengan sedikit manis. Cara membuatnya, yakni dengan merebus bahan-bahan tersebut lalu menyaring airnya untuk diminum.
4. Jinten
Jinten mengandung senyawa aktif seperti cuminaldehyde dan flavonoid yang dapat meredakan kram perut dan mengurangi peradangan. Bahan masakan ini juga dikenal dapat meningkatkan pencernaan dan daya tahan tubuh.
Konsumsi jinten dalam jumlah moderat aman, tetapi sebaiknya konsultasikan dengan dokter kalau kamu memiliki alergi atau sedang mengonsumsi obat tertentu.
5. Loloh sembung
Loloh sembung merupakan jamu tradisional khas Bali yang dibuat dari daun sembung, tanaman yang beraroma seperti kamper dan memiliki rasa pedas serta pahit ringan.
Mengutip buku Jamu: Obat Tradisional Nusantara Penyembuh Dunia (2022) karya F.G. Winarno, daun sembung biasa digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan, termasuk haid tidak teratur yang disertai nyeri perut.
Cara membuatnya, yakni dengan meremas daun sembung bersama air, lalu tambahkan garam dan asam, kemudian disaring.
Selain untuk melancarkan menstruasi, jamu ini juga bermanfaat untuk meredakan perut kembung dan masalah pencernaan lainnya.
6. Peterseli
Menurut Healthline, daun peterseli mengandung myristicin dan apiole yang dapat memengaruhi produksi estrogen. Hal ini membantu mengatur siklus haid dan merangsang aliran menstruasi.
Cara mengonsumsinya, cukup merebus daun peterseli kemudian meminum air rebusannya. Meski aman dikonsumsi dalam dosis kecil, penderita tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah harus berhati-hati.
Lihat Juga : |
7. Akar dong quai
Tanaman herbal asal Tiongkok ini dikenal sebagai "ginseng perempuan". Dong quai dipercaya dapat mengatur dan merangsang haid dengan meningkatkan aliran darah ke panggul serta memicu kontraksi otot rahim.
Jamu ini sering digunakan untuk mengatasi nyeri haid dan haid tidak teratur. Namun, penelitian tentang efektivitasnya masih terbatas sehingga penggunaan harus dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi yang mengonsumsi obat pengencer darah.
Minum jamu pelancar haid dapat membantu memperbaiki siklus menstruasi dan meredakan kram perut yang sering mengganggu.
Namun pastikan kamu tidak memiliki alergi terhadap bahan-bahan yang dipakai untuk membuat jamu sebelum meminumnya.
(rea/fef)