Pria Ini Hampir Buta Usai Main Gim Semalaman
Seorang pria di China hampir kehilangan penglihatan setelah mengalami kondisi yang dikenal sebagai stroke mata. Hal ini terjadi usai bermain gim semalaman tanpa henti.
Pria berusia 35 tahun bernama Xiao Yan, warga Hangzhou dilaporkan mengalami penglihatan kabur mendadak di mata kanan setelah bermain gim hingga dini hari.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sempat mengira keluhan tersebut hanya akibat mata lelah karena terlalu lama menatap layar. Ia pun hanya memilih beristirahat tanpa memeriksakan diri ke dokter.
Namun, kondisi penglihatannya justru memburuk keesokan harinya. Saat akhirnya mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Rakyat Pertama Hangzhou, dokter mendiagnosis Xiao Yan mengalami central retinal artery occlusion (CRAO) atau penyumbatan arteri retina pusat, yang kerap disebut sebagai stroke mata.
Dokter menjelaskan, CRAO merupakan kondisi darurat medis. Retina membutuhkan aliran darah dan oksigen secara terus-menerus. Ketika aliran tersebut terhenti, sel-sel retina dapat mengalami kerusakan permanen dalam waktu singkat.
Mengutip dari VNExpress, perwakilan rumah sakit mencatat pada 22 November bahwa pasien tersebut memiliki riwayat obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko masalah vaskular.
Namun, Xiao Yan datang ke rumah sakit lebih dari 24 jam setelah gejala muncul, melewati masa emas penanganan sekitar 90 menit, sehingga penglihatannya tidak bisa pulih sepenuhnya.
Pihak rumah sakit mengungkapkan, pasien memiliki sejumlah faktor risiko serius, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, serta kolesterol tinggi. Kombinasi kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah, termasuk di area retina.
Apa itu stroke mata?
Ilustrasi. Stroke mata terjadi karena penyumbatan pembuluh darah yang memasok retina. (istockphoto/DawnPoland) |
Stroke mata dikenal sebagai retinal artery occlusion, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang memasok retina. Retina sendiri merupakan bagian mata yang berperan menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal visual ke otak.
Mengutip Cleveland Clinic, ketika aliran darah ke retina terhenti akibat gumpalan darah atau plak, jaringan retina akan kekurangan oksigen. Jika berlangsung terlalu lama, kerusakan yang terjadi bersifat permanen, mirip dengan mekanisme stroke pada otak.
Stroke mata terbagi menjadi dua jenis utama:
- Central Retinal Artery Occlusion (CRAO), penyumbatan di arteri utama retina yang menyebabkan kehilangan penglihatan luas dan mendadak.
- Branch Retinal Artery Occlusion (BRAO), penyumbatan pada cabang arteri yang lebih kecil, menyebabkan gangguan penglihatan pada sebagian area mata.
Gejala yang muncul umumnya tidak disertai rasa nyeri, sehingga sering diabaikan. Penderitanya bisa mengalami penglihatan buram mendadak, muncul bayangan gelap seperti tirai, blind spot, atau kilatan cahaya.
Kasus Xiao Yan menambah daftar bahwa stroke mata kini tak hanya menyerang kelompok usia lanjut. Dokter menyebut, gaya hidup tidak sehat, kurang gerak, kebiasaan begadang, dehidrasi, hingga penyakit metabolik membuat usia produktif semakin rentan.
Risiko stroke mata meningkat pada mereka yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, aterosklerosis, serta kebiasaan merokok. Cuaca dingin juga dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah.
(nga/asr)[Gambas:Video CNN]

Ilustrasi. Stroke mata terjadi karena penyumbatan pembuluh darah yang memasok retina. (istockphoto/DawnPoland)