Mengenal Cereulide, Toksin yang Diisukan Picu Penarikan Produk Nestle
Penarikan produk susu formula bayi oleh Nestle di 49 negara belakangan ini menjadi sorotan publik. Produk dengan merek SMA, BEBA, dan NAN ditarik secara sukarela setelah diduga berpotensi terkontaminasi racun bernama cereulide.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian, meskipun hingga kini belum ada laporan kasus penyakit yang terkonfirmasi akibat konsumsi produk terkait.
Namun, isu ini memunculkan pertanyaan besar, apa sebenarnya cereulide dan mengapa zat ini dianggap berbahaya?
Apa itu cereulide?
Cereulide adalah racun (toksin) yang dihasilkan oleh beberapa strain bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini dikenal sebagai salah satu penyebab keracunan makanan, terutama tipe emetik atau muntah.
Otoritas Keamanan Pangan Irlandia (The Food Safety Authority of Ireland/FSAI) menjelaskan bahwa cereulide dapat terbentuk lebih dulu dalam makanan dan memiliki sifat yang sangat tahan panas.
Artinya, racun ini tidak mudah rusak meskipun makanan telah melalui proses pemanasan atau pengolahan.
Mengutip National Library of Medicine, konsumsi makanan yang mengandung cereulide dapat menyebabkan mual dan muntah hebat. Gejala biasanya muncul cepat, bahkan dalam waktu kurang dari lima jam setelah konsumsi.
Durasi keluhan umumnya berlangsung antara 6 hingga 24 jam.
Dalam kasus tertentu yang jarang, paparan cereulide dalam dosis tinggi juga dikaitkan dengan gangguan serius pada organ tubuh. Sejumlah penelitian menyebutkan racun ini dapat memengaruhi saluran cerna, hati, pankreas, ginjal, hingga sistem saraf.
Namun, kejadian berat seperti ini umumnya berkaitan dengan paparan toksin dalam jumlah besar.
Mengutip New Food Magazine, Nestle menyatakan penarikan dilakukan setelah terdeteksi adanya masalah kualitas pada bahan baku yang disuplai pemasok.
Perusahaan kemudian melakukan pengujian menyeluruh terhadap minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak lain yang digunakan dalam produksi susu formula bayi.
"Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk yang terlibat. Nestle menanggapi semua pertanyaan konsumen dengan sangat serius dan sedang menyelidikinya," tulis perusahaan dalam pernyataan resminya, Rabu (14/1).
Otoritas pangan di sejumlah negara, termasuk Irlandia, menegaskan bahwa penarikan ini bersifat preventif demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
FSAI mengimbau orang tua, wali, dan pengasuh yang memiliki produk dari batch yang ditarik agar tidak memberikannya kepada bayi atau anak. Kode batch dapat ditemukan pada bagian dasar kemasan atau sisi wadah produk.
Jika bayi tidak menunjukkan gejala apa pun, tidak diperlukan tindakan lanjutan. Namun, bila orang tua merasa khawatir atau melihat tanda-tanda seperti muntah hebat dan nyeri perut, disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Nestle juga menyarankan orang tua yang menggunakan susu formula atas rekomendasi tenaga medis untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengganti produk.
(tis/tis)