Sehari Idealnya Berapa Kali Kencing? Ini Penjelasan Dokter
Buang air kecil sering kali dianggap sepele. Padahal, aktivitas sederhana ini menyimpan informasi penting tentang kondisi kesehatan tubuh, terutama ginjal. Lewat urine, tubuh membuang zat sisa dan racun yang tidak lagi dibutuhkan.
Dokter Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono, Agus Rizal Hamid, menjelaskan bahwa ginjal berperan menyaring darah dan membuang zat berbahaya melalui urine. Jika proses ini terganggu, penumpukan zat sisa bisa memicu berbagai penyakit serius.
"Karena itu, frekuensi dan jumlah buang air kecil bisa menjadi indikator awal kesehatan ginjal," kata Agus.
Lalu, sebenarnya berapa kali buang air kecil yang dianjurkan dalam sehari?
Buang air kecil normalnya berapa kali sehari?
Produksi urine tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan perkiraan. Ada hitungan medis yang menjadi acuannya.
Setiap jam, orang sehat umumnya memproduksi urine sekitar 0,5-1,5 cc per kilogram berat badan. Artinya, seseorang dengan berat badan 50 kilogram akan menghasilkan sekitar 25-75 cc urine setiap jam. Urine tersebut biasanya dikeluarkan minimal setiap enam jam sekali.
Dalam kondisi normal, frekuensi buang air kecil berkisar 6-7 kali dalam 24 jam. Namun, rentang 4-10 kali sehari masih dianggap normal, selama tidak disertai keluhan atau rasa tidak nyaman.
Kata Agus, jumlah dan frekuensi buang air kecil setiap orang bisa berbeda. Ada sejumlah faktor yang memengaruhinya, antara lain:
1. Usia
Seiring bertambahnya usia, frekuensi buang air kecil cenderung meningkat. Pada orang berusia di atas 60 tahun, terbangun hingga dua kali di malam hari untuk buang air kecil masih tergolong normal. Sementara pada usia di bawah 60 tahun, umumnya hanya terbangun sekali.
2. Ukuran kandung kemih
Kandung kemih yang berukuran lebih kecil memiliki kapasitas tampung urine yang terbatas. Akibatnya, dorongan untuk buang air kecil akan lebih sering muncul.
3. Asupan cairan
Semakin banyak cairan yang masuk ke tubuh, semakin banyak pula urine yang diproduksi. Kondisi ini membuat frekuensi buang air kecil meningkat.
4. Jenis minuman
Minuman tertentu bersifat diuretik, seperti yang mengandung kafein dan alkohol. Tak hanya kopi, teh, minuman energi, minuman bersoda, hingga cokelat juga bisa mengandung kafein yang memicu sering kencing.
5. Kondisi kesehatan tertentu
Kehamilan merupakan salah satu perubahan alami tubuh yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. Selain itu, beberapa penyakit seperti infeksi saluran kemih, diabetes, masalah prostat, gangguan otot dasar panggul, hingga anemia sel sabit juga dapat menjadi penyebab Anda lebih sering berkemih.
6. Konsumsi obat-obatan
Obat diuretik kerap diresepkan untuk penderita hipertensi, gangguan jantung, atau penyakit ginjal. Obat ini bekerja dengan meningkatkan produksi urine, sehingga penggunanya akan lebih sering buang air kecil. Contohnya furosemide dan spironolaktone.
(tis/tis)